Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Selasa, 12 Februari 2013

Anduk Selasa 12 Februari 2013



ketua kelas: Anis
metode kualitatif, studi makro
studi individu --> life history
studi kelompok --> penduduk
studi sangat berpengaruh dari kelompok. bagaimana mereka berkembang: bergerak, lahir, mati
ukuran kematian biasanya kualitatif: tinggi/rendah/sedang. Anda yakin? muncullah anduk. Faktor lain, gak tahu sumber pasti. Selain itu, ukuran dan sumber kependudukan khas dari antropologi
demografi punya tiga komponen utama: kelahiran, kematian, migrasi. Sering disebut data/variabel demographic vital
masy sederhana: kekhawatiran kematian --> reproduksi naik. Akibat: lupa. Siapa aja ya yang mati, berapa jumlahnya?
disebut: formal/demographic technique
antropolog cukup percaya dengan ini. Ini dihitung demografer
apa variabel sosial budaya yang meningkatkan fertilitas? Gelandangan/petani. anak punya nilai ketenagakerjaan
kalo yang rendahin fertilitas? tingginya fertilitas nyebabin rendahnya tingkat pendidikan
disebut population studis: studi hubungan antar variabel non demografik (sosbud) dengan demografik
TFR --> total fertlitization rating
mis: 4,2 %. Setiap orang X umlah anaknya 4,2. Bukan dibelah! Angka kasar soalnya
antropolog harus bisa baca! Pada situasi ini, pake TFR. TFR mewakili apa?
kita baca itu, dan pake itu. Baca laporan, kritis “how to lie with statistic”
mas kawin --> patriarki --> ditanggung bersama --> sulit cerai
stuid mikri akan kritik thd makro. Karena detail.
Tugas pribadi: menggunakan data2 yang ada di lapangan
Tugas kelompok: Kunjungan ke lembaga demofrafi
kelompok: Ardi, Arief, Aria, Bayu
2 hari bisa jadi ada dua kerja. Kelompok satu cerita yang menarik. Kelompok dua kritik, terutama simbolnya thd birokrasi sistem manajemen dan setertusnya
UTS makalah: sumber dari sensus/nonsensus

Antr. Kesenian Selasa 12 Februari 2013



mesti on time. Lewat dari 15 menit, tau diri dong. Keluar aja.
(Pak Yanto soalnya berpengalaman di MPKT)
keluar masuk mengganggu perkuliahan
jatah bolos 3x apapun alasannya. Begitu empat, langsung E
tugas langsung dikumpulin pas hari H. Kalo abis itu, dipotong separo dari nilai penuh
larinya kuliah ini: etnografi. Satu kelompok kesenian (UAS)
mid test: soal sesuai yang dibicarakan di kuliah. sama review buku oleh kelompok
--> sistem kayak MPKT! Active learning
buku? terserah. Cari seluas mungkin
ada apa dengan menteri pendidikan Jerman belakangan ini?? Plagiarisme doktoral. Jadi, jangan lakuin ini.
Email, sama kayak folklor
hilariustaryanto@yahoo.com
haestaryanto@yahoo.co.id
Ketua kelas: Feni
Pak Koen: awalnya penari, karena Jawa Keraton Alus. Sering pameran lukis tunggal
Pak James D: pendiri balet Indonesia
universal --> kayak coca cola. Kapan aja, di mana aja pasti ada
kesenian = universal
kebudayaan: wujud (7 cultural universal) dan isi (asbtrak, tindakan, artifact)
manusia saat memikirkan pas/engga, cocok/ga, match/ga, itulah manusia sebagai makhluk berseni
hampir ada di setiap detik! kecuali orang gila. lo ngatur layout blog, milih2 warna, itu udah seni.
Bahasa awam: semi pidato, seni merangkai bunga, dst
orang selalu mencari yang indah/pas menurutnya
kesenian: ekspresi mansuia atas keindahan. pengasahan kekreatifan
antropolog: harus menhjelaskan, mengapa penilai/kurator bilang ini indah, itu jelek?
sampek --> alat petik dawai Dayak. Ritualnya Balian. Sang dukun dapat itu dari istri. Istri dapat dari tetangga. Ritual --> semua datang. tampak menonton. Ritme tari awalnya lambat, akhirnya cepat. Ada trance (sambil mengigau dan bersin. Dia ngomong ke Dewa “Hai Dewa, dia sakita apa, digangguin siapa, mesti  ngapain?”). Lalu, ambil daun kelor, bacain mantra. Yang sakit ketawa2 pas sembuh
seni: ritual sebagai seni. Ada ceritanya, musiknya, dst

Senin, 11 Februari 2013

Ant. Psi Senin 11 Februari 2013



Ant. Psi Senin 11 Februari 2013
ant. psi?
studi ttg faktor sosbud yang menjadi pendorong/pencetus terjadinya gangguan jiwa
studi tentang interpretasi budaya tentang gangguan jiwa & perwujudannya
studi klasifikasi gangguan jiwa menurut pandangan budaya masy ybs
kita bedain:
gangguan jiwa --> terganggu. temporer. perasaan, kumat. seharusnya orang berperilaku wajar dalam komunitas ybs
penyakit jiwa --> rusak. lama. telah diuji berbahaya oleh dokter & psikiatri
temperamen tinggi: tidak mau berbicara. tidak mau memulai duluan. senang melihat api (!?)
antropolog? mengapa dia seperti ini? apa yang subjek hadapi?
faktor2 berperilaku --> gak lepas dari interaksi sosial
budaya --> rasio/dorongan dari faktor2 berperilaku
mengapa orang itu ketawa pas ngelihat orang lain kejedot? Indonesia, ketawa. barat prihatin “Oh, I’m sorry”. Indonesia: ketawa artinya menghibur. biar yang kejedot lupa sakitnya.
antropolog bertanta tentang perilakunya subjek dari komunitas si subjek
kesurupan: apa2 yang dibatasi masy, dilanggat (taboo). dirty feeling, dosa yang kesurupan juga menyadari perasaan bersalah tsb.
ada yang kesurupan gara2 nyebar rahasia menenun (rahasia keluarga penenun)
mengapa dikramat2i2/ditakut2in? mencapai order/keteraturan
klasifikasi dan istilah mengindikasikan kalo komunitas mengakui hal itu
--> pembedaan: scientific strict. ampe teruji, baru bisa. society loose. gak mesti diuji pake alat ukur yang pasti. edan, kentir, sinting (Jawa). ngaco (omongan) dan sedeng (perilaku) (Betawi).
relevansi?
1. mengidentifikasi nilai2 dan norma2 di balik kesehatan jiwa
2. Mengidentifikasi definisi budaya (ttg gangguan jiwa tth bagaimana masy melalui budayanya mengidentifikasi gangguan jiwa) dan cara2 masy memperlakukan penderita gangguan jiwa
3. Memberi info yang relevan bagi penanganan gangguan jiwa oleh psikiater
4. Mendorong peningkatan mutu pelayanan gangguan jiwa
perasaan bersalah --> numpuk --> gangguan jiwa --> dilihat oleh community: kena kutukan, lo.
panti jompo/werda --> supaya tetap dihormati oleh keluarga. kalo di rumah mereka, cucu saya musiknya macem2, saya gak suka. Belum lagi, normsnya udah beda. family relation ngurang gara2: gadget dan jadwal kerja padat (modernisasi)
sepi di antara keramaian: ortu cuma bisa terima telpon. anak cucunya bisa FB Twitter dst
mental block: adaptasi thd iptek terkini bisa menyebabkan gangguan jiwa
cooperate: orang hidup bahagia sekalipun sesekali stress. dialihkan ke sesuatu yang membuat dia punya harga diri.
antropolog --> melihat masy memperlakukan subjek
dokter & psikiater --> memecahkan masalah si subjek
social psychiatri  di Indonesia dikit! Banyakan di klinik
hakekat gangguan jiwa:
1. hakekat gangguan jiwa
                organik: menyangkut kecacatan fisik/akibat barkoba, rudapaksa (kecelakaan), dan sebab2 lain
                psikis, kejiwaan
2. penyakit2 berlabel psikiatrik
3. penggolongan gangguan jiwa (PPDGJ) dan beberapa sumber lainnya
PPGDJ: sejal 1993 belum direvisi padahal diperlukan karena adanya tekanan untuk klasifikasi baru. pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa.
latah --> Indonesia --> hysteria?? perspektif varat. ada lho yang tiba2 buta. buta temporer, selama stress ada
konsep2
ant. psi: kajian tentang nilai dan norma yang mendorong dan/atau pencetus gangguan jiwa
etnopsi: studi interpretasi budaya ttg kesehatan jiwa dan cara2 masy melalui ajaran budayanya
menanggulangi gangguan jiwa
kesehatan jiwa: apa2 yang membuat seseorag itu normal secara batinnya dari kacamata masy/komunitas
dipasung ada dua interpretasi:
                ada roh yang jadi parasit
                gak ada yang ngurus alias ditinggal sendiri
ETNOPSI
salah satu bagian dari studi etnomedisin yang khusus mempelajari ttg bgmn msy tradisional melihat dengan mengatasi penyakit yang berkaitan dengan masalah mental (gg jiwa)
perhatian ahli antropologi ttg faktor2 budaya yang mempengaruhi persepsi dan perilaku manusia, isi halusinasi dan delusinya, dan respons (sikap dan perilaku) warga masy pendukung kebudayaan tsb thd penderita
antrop membandingkan temuan2 dari studi etnopsikiatri di berbagai kebudayaan
indra keenam --> kemampuan panca indranya di atas rata2
definisi
C. Helman:
transcultural psychiatri: studi ttg perbandingan mengenai perwujudan dan konsep dan gangguan jiwa dalam kebudayaan2 yang berbeda
fokus lebih kepada mental illness daripada kepada mental disease (yang berlabel psikiatri)
transcultural psy
membagi bidang perhatian
                definisi sehat, normal, abnormal secara budaya
                bentuk2 perilaku aneh dan penjelasan budayanya:
                                kesurupan (posessed, trance): apakah itu perilaku normal abnormal?
                                glosolalia (bicata dalam bahasa yang tidak dimengerti): apakah itu abnormal/normal?
                                penggunaan hallucinogentric substances dalam ritual keagamaan, abnormal/normal?
perbandingan gangguan mental
beberapa fokus:
1. apakah definisi normal/ab dapat dilihat dalam scope penhuman (umat manusia)?
2. definisi barat ttg abnormal psikologis bersifat universalistik, bersifat lintas budaya/tidak? dapat diperbandingkan/hanya berlaku sepihak (ibarat saja) karena dibentuk o/kebudayaan Barat?
3. mengapa/bentuk perilaku abnormal lebih banyak tdpt pada salah satu kebudayaan tertentu daripada di kebudayaan lainnya?
pdkt:
1. biologi: melihat gg jiwa bisa terhadi secara sama di muka bumi (schizophrenia, manic-deppresive psychiatric)
                a. culture shapes the manifestation of mental disorders
                b. peranan sosial penyakit mental berbeda di tiap kebudayaan (content of delution –     hallucination – shaped by culture). apa yang ‘dilihat’, ‘dirasa’, ‘didengar’, dll terkait dengan              unsur kebudayaan yang dikenalnya
delution: barangnya ada. dia macem2in subjek. kekuatan dari luar >< halusinasi
2. label sosial: cara masy mendefinisikan gangguan tsb. pdkt gg jiwa: culture spesific disorders. sekali seseorang diberi label, ia dipaksa menjalankan peran sosialnya sebagai orang dengan label tsb. secara budaya ia belajar memasuki peran sakit yang ditetapkan masynya dan dilakukan labelisasi, yang perwujudannya juga ditetapkan o/masynya
3. pendekatan gabungan biasanya digunakan: kasus psikologi di 4 skbgs Afrika
                Sebei: Uganda tenggara
                Pokot: Kenya Barat Laut
                Kamba: Kenya Timur
                Hehe: Tanzania Selatan (tengah)
pandangan budaya
ada perilaku yg dikategorikan abnormal
etiologi tidak selalu akibat gaib tapi alamiah
definisi perilaku hampir mirip schiso/psikotik
psychotic gak selalu perilaku ganas
pryshotic berpeluang melawan hukum/pembunuhan
ada pembedaan dalam cara menanggulangi
Awal studi: Kajian Kepribadian (Foster – Anderson, 1978)
kajian etnopsikiatri, landasan:
1. apakah fase2 perkembangan di masy barat bersifat universal?
2. apakah sosialisasi nilai norma dari ortu ke anak pengaruhi kepri-bangsa tsb? ini jadi tonggak 1920-1930an
perkembangan kajian
muncul gg jiwa yang didefinisikan o/masy lokal dalam berbagai kebudayaan yang beda
tokoh:
Ari Kiev
cultural psy: bagaimana kebudayaan menyebabkan/berperan atas kejadian gangguan jiwa
Marvin Opler
soci psy: tentang etiologi dan dinamika gangguan jiwa dilihat dari latar belakang sosial budaya masy
Cecil Helman
definisi normal abnormal
etiologi
Jane Murphy
labelling theory
ketidakseimbangan unsur dalam tubuh
                cara2 penyembuhan
                hub gg jiwa dengan perubahan sosial budaya
                prevalensi (kejadian) dalam masy dengan kebudayaan yang beda2
                culture bound sydrome (CBS)
Ari Kiev
efek kebudayaan thd gg jiwa
culture specific disorder
epidemiologi: prevalensi & insidens
cara2 menanggulangi dalam konteks budaya
pelayanan kesehatan jiwa: modern & traditional
Magic, Faith, and Healing (1964)
CBS
kecemasan         obsesif kompulsif            hysteria                                phobia state       reaksi depresif
keadaan disosiatif
psikosis: gangguan pikir. asosiasi antar panca indra dengan penyakit. ada kuman jalan2
neurosis: udah tahu asosiasi, tapi gak bisa hilangin pikiran negatif. cuci tangan 1000x
1. Koro (anxiety)
                penderita takut mati, mengalami delusi, alat kelamin akan mengerut dan masuk ke perut             sehingga membuat penderitaan
                oedipal conflict
                pembanggaan jenis kelamin laki2 yang membawa keadaan depresi
                neurotic
                anxiety
                masy. patriarkis: Batak, Cina
2. Susto
                sudden fright, evil-eye, bad pain, black magic, sehingga terjadi soul loss
                gejala:
                irritabilitas (terganggu) anorexia, insomnia, fobia, retardasi, nightmare, trexebility, diarea.           muntah, dll
                konsep budayaL kalau menyerang jantung seseorang akan menyebabkan kematian

Ant Gender Seks Senin 11 Februari 2013



Gender & seksualitas --> bukan orientasi teoritis, melainkan issue
antr. agama, psikiatri --> teoritis
buku --> anthropology of gender --> variatif
biasanya ngomongin kedudukan tth jenis kelamin, dikonstruksikan masy
gender --> perbedaan secara sosial laki dan perempuan. gak bisa lepas dari seks
UI --> puska gender, salemba. Kajian wanita
kenyataan: gender = diverse = complex. gak cuma cewe cowo.
kuliah lebih ke kognitif dan afektif (lebih peka)
absensi tidak lebih dari 3x
wajib: baca etnografi (klasik) ttg sex-gender
Malinwoski, Mead (sex & temperament). Global Diva: Filipino Gay | Gender Diversity in Indonesia
abis Malinowski dan Mead ini, etnografi sex-gender stop / gak populer
bahan perminggu bisa didiapat dari twitter (PDF) / pohon
tugas kelompok: 4 orang. usahain 2 cewe 2 cowo. 2 presentasi, 2 yang lain jawab pertanyaan. Mulai dari minggu ketiga.presentasi jangan lebih dari 20 menit. boleh pake film tapi jangan lama2.
tugas individual:
reaction paper --> pandangan kritis thd 1 bahan bacaan.
TMR 12 maksimal 3 halaman termasuk referensi. 3-4 kali
tijauan buku --> etnografi. maksimal pas UAS ngumpulinnya. kenapa sih ditulis (bagian preface). fokus: apa sih yang dibahas terkait sex gender. Etno, soalnya holistik (ada issue selain sex-gender). Dibikin ringkas. dan berikan tanggapan buat ini.
makalah etnografi
minggu 2: cuma pengantar
minggu 3-4: pelajari definisi dan klasifikasi sex-gen
minggu 5: feminisme dan konstruktivisme
minggu 6: belum ditentuin
minggu 7: queering gender
UTS --> minggu 8-9 --> baca etnografi
minggu 10: sex & power
minggu 11: constructing the gendered body (pengalaman harus lewat tubuh)
minggu 12: negara, agama, dan sekskualitas
minggu 13: kekerasan seks-gender
minggu 14: transgender & transeks, interseks
minggu 15: komodifikasi seks (gak cuma prostitusi)
minggu 16: laki2 dan maskulinitas
3 Juni: UAS. makalah akhir & book review
toleransi keterlambatan: 20 menit (08.20)
tips: cari google --> advanced search
kenapa bhub seks? macem2. Dari yang masuk akal ampe gak masuk akal. dari yang menyenangkan ampe menyakitkan.
hati2. sensitif. bagi lo biasa, bagi yang lain masalah. kuliah ini emang membongkar misteri. tapi, jangan banyak2in materially explicit sexual (kok bokep mulu sih?)
minggu depan kelas diganti, Rabu 20 Feb 2013 pukul 11.00
*bahan minggu dua dan tiga udah ada di pohon. judulnya "Bacaan minggu ke 2" sama "Bacaan minggu ke 3". Cekidot, teman2 :D
bahan bacaan minggu 2: five sexes 1993, five sexes revisited, malinowski sexual ravage, cultural construction of sexuality-caplan (fokuskan  pada hal. 1-3,  dan 10-17,  dan 20-25).
bahan bacaan minggu 3: representasi genitalia-setiadi, citra seksualitas perempuan-gayatri, homoseksualitas di Indonesia-Oetomo.

Minggu, 10 Februari 2013

Suapi Gue dengan Muka *sensor*-mu!

Assalamu'alaikum Wr. Wb...

Gue sadar, kalo masa2 tersulit di dalam hidup gue adalah masa SMA kelas 1. Masa2 seperti itu... Enggak banget deh... Masa2 tergila...

Masa ketika diri  gue dipaksa penuh untuk terus latihan tanpa istirahat....

Masa ketika diri gue dipaksa penuh untuk terus berjuang tanpa arti apalagi makna...

Masa ketika degup jantung gue begitu kencang - untung aja gak jadi copot - cuma gara2 disodori pertanyaan aneh nan klasik - "mau naik kelas gak?" ...

Masa ketika teman2 gue begitu labil - saking labilnya ampe2 besokpun bisa jadi musuh, tetapi lusa bisa jadi teman (lagi) - kan aneh banget!

Masa ketika gue dicekoki berbagai macam pelajaran - termasuk pelajaran2 yang gak bisa gue terima bahkan di dalam tingkat abstraksi terkompleks gue: hati nurani...

**Gak ngerti? Siapa suruh punya otak bodoh**

Masa ketika gue disaduri berbagai macam hajatan - tanpa memerhatikan kebutuhan di-rumah-saja- gue...

Masa ketika lahir batin gue diperkosa - dikeruk2 terus sumber dayanya - oleh pihak2 senior yang berideologi seniorisme berkelakuan senioritas gak bertanggung jawab...

Masa ketika sahabat dan teman2 baik gue banyak berguguran di medan perang...

Masa ketika gue menghadapi medan perang yang begitu penuh dengan kehancuran...

Medan perang yang membuat hati nurani tandus alias gersang...

Medan perang yang membuat lahir begitu lesu...

Medan perang yang membuat batin begitu pilu...

Medan perang yang memuat gastronomi mata ajar dan berbagai kesibukan lainnya yang belum tentu membuat pikiran gue jernih karena seninya yang begitu 'indah' #dafuqindah??

**Masih gak ngerti juga?? Blo'on dipelihara siih!**

Oke2... Here's the fuckin' deal!

Suapi gue dengan penuh nafsu (ammara)...!

Suapi gue dengan kemesraan palsumu...!

Suapi gue dengan hajatan2 gak jelasmu...!

Suapi gue dengan kesibukan2 akademismu...!

Kesibukan2 akademis yang tidak bisa gue maknai sepenuhnya...

Karena lo sendiri gak berusaha membimbing gue agar gue dapat memenuhi permintaan maknanya...!

Suapi gue dengan tipu muslihat yang begitu cantik...!

Biarkan kepalsuan menjadi mentega...!

Biarkan kebohongan menjadi empat sehatnya...!

Biarkan penderitaan menjadi lima sempurnanya...!

Biarkan kehancuran.... Menjadi menu utama bagi diri gue ini...!

Selamat makan!

Jangan dimakan sendiri!

Biar kami saja yang menyuapimu, Di!

#fuckyeah!#

Ugh... Kata2 lo begitu lembut, tetapi maknanya penuh dengan gejala2 sarkasme...!!

Gue pribadi heran dengan lo: mengapa lo bisa membaluti hal2 bajingan tersebut dengan dendangan2 kemesraan...!!??

Dan gue pribadi heran: mengapa kata2 yang gue lontarkan kerap dianggap sebagai dendangan2 bajingan, padahal gue mau menyampaikan suratan siratan hati nurani yang penuh mesra - hanya dari diri gue...!!??

JANGAN MENGINTERVENSI!

KAMI MENYUAPIMU, DEMI KEBAIKANMU SEPENUHNYA!

KAU TIDAK AKAN MENYESAL!

SEDIKITPUN, ARDI!

Yuk... Sini yuk... Mana mulutnya... Dibuka donk.... Aaa...

#Aaa#

UKHHUWEEK!!

JANGAN DIMUNTAHIN! SYUKURI SAJA!

.... !!!

Ayo... Ardi... Anak baik... Makan lagi ya... Katakan, 'Aah...!'...

.... !?

Ardi? Kamu anak baik, kan?

#Aaa#

Asyiik... Inilah yang disebut anak baik... Ardi anak baik...

Gue minta lagi...

Jangan memakai kata 'gue', anak baik!

Suapi gue...

Ardi...? Ayolah...

SUAPI GUE DENGAN MUKA NGENTOT-MU!

FEED ME WITH YOUR FUCKFACE!

Sabtu, 09 Februari 2013

Uneg2 Gue: Ardi sebagai Om? TV dan Meja Baru...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar hai pembaca? Jumpa lagi dengan Ardi, mudah2an kalian semua baik2 saja :D

Gue kali ini mua cerita beberapa hal mengenai liburan semester 5. Liburan yang paling membahagiakan lahir batin gue. Karena, liburan tahun lalu itu - kalo boleh gue jujur - namanya bukan liburan - melainkan penyiksaan. Tapi untung aja itu udah berlalu.

Terus, gue udah melihat hal yang baru di kamar gue: TV baru dan meja baru. Gue pikir ini adalah hal yang amat menyenangkan...

Gue sendiri meminta (dengan terpaksa) kepada nyokap untuk dihadiahi dua hal tersebut atas ganjaran nilai bagus di semester 5 dan ultah gue yang ke-21 tahun nanti karena sebuah hal yang... Menurut gue dan mungkin pembaca sendiri... Cukup konyol...

Gue minta itu agar gue bisa main game dengan leluasa...

Kok begitu?

Ada si kecil.. Alias keponakan gue yang tinggal di rumah gue - tepatnya di nyokap gue.

Mengapa si kecil tersebut gak punya rumah sendiri - alias ikut sama kedua ortu alias kakak kandung dan kakak ipar gue? Itu dia: kedua ortunya sendiri belum berpikiran untuk punya rumah sendiri. Ditawarin rumah baru, malah ngerut mukanya! Apaan sih!?

Jujur, gue senang dengan kehadiran si kecil. Tetapi, di samping itu gue juga berhak untuk mengkhawatirkan beberapa hal:

1. Apakah gue sebagai paman alias om-nya si kecil mampu memberikan suri tauladan ke si kecil tersebut? Gue sangat khawatir. Emang sih, main sama anak kecil itu sama serunya kayak main game. Bedanya, kalo game itu memfasilitasi pemainnya. Tapi, ANAK KECIL ITU DIFASILITASI PEMAINNYA. Dan, ANAK KECIL ITU - GUE PIKIR DAN GUE RASA - MEMERLUKAN ALIAS KEHAUSAN CONTOH YANG BAIK DARI TEMAN MAINNYA ALIAS SIGNIFICANT OTHERS-NYA.
**apakah gue siap menjadi teman mainnya si kecil? Jujur, enggak begitu**

2. Makanya, gue selalu main di setiap malam. Biar si kecil gak melihat gue lagi main itu - kan si kecil lagi tidur terlelap. Kok begitu? Gue sadar, kalo game2 yang gue miliki adalah game2 yang berisi konten dewasa. Konten dewasa itu terdiri dari tiga hal, yaitu pornografi, grafik sadis (darah, luka, dan sebagainya), serta pemikiran yang rumit. Gue kasihan aja kalo si kecil itu melihat hal yang enggak2 dari si om-nya ini.
**apakah dengan ini gue mesti berhenti ngelakuin hobi tersebut? Jangan ampe. Gue memperhatikan orang lain, tapi gue sendiri gak memperhatikan diri sendiri. Bukan apa2. Orang yang gue perhatiin itu toh belum tentu mau nyelamatin diri gue ketika gue dalam bahaya (baca: dari pengalaman pribadi). Makanya, gue perlu TV dan meja baru**

3. Oh iya, si kecil itu baru berumuran 23 bulan. Yoi, bentar lagi dia akan masuk ke dua tahun. Yang jadi masalah, apakah gue ini mampu untuk menjelaskan bahwa konten2 dewasa tersebut cumalah sekadar hobi gue? Mungkin hati kecilnya penasaran kalo mengapa konten2 dewasa itu bisa jadi hobi. Gue sendiri sih emang menganggap konten2 dewasa itu menyenangkan, karena memperngaruhi kematangan berpikir gue. Dari hobi bisa menjadi pelajaran - pelajaran di luar kurikulum - beyond the essence of fuckin' Indonesian education system!
**Gue pikir dan rasa, penjelasan gue bakalan terlalu rumit buat si kecil. Kasihan kan kalo si kecil pusing abis dengerin berbagai macam penjelasan kompleks gue? Dia belum cukup teori, belum cukup konsep, belum cukup pemahaman, dan belum cukup kosa kata buat mengerti penjelasan yang bakalan gue lontarin ke dia. Gue kasihan, ke diri sendiri, dan juga, ke si kecil. Oke, mendingan gue hindarin dia dari konten2 dewasa tersebut. Jangan ampe si keicl melihat om-nya ini bermain game!**

Jadi, apakah TV dan meja baru tersebut benar2 menyelesaikan masalah? Hmm...

Kamis, 17 Januari 2013

Woah, Luar Biasa!

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Teman2! Apa kabar semuanya? Salam sejahtera buat kita semua ya, baik yang lagi membaca blog ini, ataupun yang lagi gak sempet gara2 sibuk ini itu, gue pribadi sih gak masalah :D

Ngomong2...

Teman2, gue minta tolong, sebelum masuk ke tulisan yang gue bikin ini, buat menyadari betul akan satu hal: gue di sini bukan buat pamer dan berbohong. Gue di sini cuma mau share pengalaman gue - dan toh belum tentu juga pengalaman ini lebih berkesan daripada pengalaman2 teman2 pembaca, betul?

So, enjoy the reading! Ride your minds into my shared experiences, as say! :D

Kembali lagi ke judul: Woah, Luar Biasa!

Gue punya rentetan pengalaman berkesan selama semester lima ini. Walaupun gue juga banyak sakit hati atas berbagai macam cobaan...

contohnya... : tiba2 keinget masa2 pahit SMA entah kenapa, padahal diundang juga enggak. Terus gak bisa keluar dari kamar soalnya terlampau fokus buat ngerjain tugas 24 SKS yang bejibun ajigile... Soalnya kalo gue keluar kamar, ada kemungkinan gue diganggu sama keluarga, sedangkan gue butuh banget bagi waktu buat fokus tanpa hambatan. Sekali ada hambatan, gue gak bakal fokus. Tapi bukan berarti bahwa keluarga gue jadi parasit yang denotatif, cuma aja gue perlu mengeksklusikan diri dari mereka di saat gue fokus kuliah... 24 SKS, mamen! Gimana kagak sibuk!? Kalopun gue tolak, nanti dosen2 dst pada nanyain ke gua... Siapa yang nyuruh kuliah?? 24 SKS itu gak cuma derita lo, tapi derita2 kami pula para dosen.. Jadwal kuliah kalian padet, kami juga jadi 'teman' Anda sekalian, donk... Logikanya dipake donk... Kalian kan mahasiswa?? Alamak, serba salah... Kemudian, keluar rumah kan juga berarti kalo gue mesti ngurungin niat buat datang undangan makan malam keluarga (yang enaknya minta ampun, udah enak rasa2 makanannya, ditraktir pula, jadinya kan gak perlu repot2 ngeluarin dompet, ngentot!) sama undangan dari teman2 SMP buat futsal dan sebagainya... Oh Ya Allah, berikanlah hamba ketabahan... :(

Oke2... Gue semestinya ngelupain itu.... -,-

Dan lagian, banyak lho kenangan2 indah yang timbul dari semester lima itu... :D XD

Gue sebutin pake list, deh. Berikut penjelasan singkatnya :D

1. Gue punya ilmu banyak. Ilmu pengetahuan semakin banyak. Gue bersyukur, sangat
* Mengingat bahwa gue lagi berada di semester lima alias.... Yep, betul... Tingkat tiga alias menuju akhir... Gue mulai ngejalanin mata kuliah yang benar2 nunjukkin jurusan gue... Kan jurusan gue itu antropologi sosial... Ya, mata kuliah yang gue jalanin itu gak jauh2 dari tema antropologi... Ada antropologi ekonomi, ada antropologi medis, dinamika masyarakat pedesaan dan perkotaan, antropologi ekologi, kebudayaan dan pluralisme hukum, kontinuitas dan transformasi budaya, antropologi globalisasi, dan antropologi komunikasi... Semua pelajaran itu... Bolehlah gue bilang mantap2 dan MENYENANGKAN SEKALI! Jujur, lebih enak menyerap ilmu2 itu ketimbang nyerap ilmu2 dasar di tingkat pertama (sosiologi, sistem sosial, ilmu politik, filsafat dasar sosial, dst) walaupun... Ilmu2 dasar itu lebih gampang sih daripada yang sekarang itu gue jalanin... :D

2. Gue dapet nilai akhir LUAR BIASA! Alhamdulillah, IPKS (Indeks Prestasi Kumulatif Sementara) gue di semester lima dari semester empat 'loncat' dari 3,57 ke 3,63 ! Dengan IP bernilai 3,89 (dari 24 SKS, yang masing2 pelajaran ada bobot 3 SKS, artinya semuanya itu ada 8 pelajaran total. Ada 3 matkul yang dapet A- , sisanya A bulat!!)...
* Teman2, gue sangat gak menyangka hal ini! Sontak setelah gue dengar kabar ini, gue langsung sujud syukur... Sekali lagi, bukan maksudnya riya , tetapi ini merupakan spontanitas ekspresi perasaan dan hati nurani gue sebagai manusia alias Hamba-Nya yang mesti diingetin terus untuk senantiasa bersyukur... Apalagi, dapet nilai yang luar biasa baiknya ini.... Jadi, gak sia2 kan kalo dari kemaren2 itu gue perlu banget ngurungin diri di dalam kamar? #ampe segitunya :D
** Gue punya rencana kotor... Dari nilai ini, kalo bertahan ampe dapet sarjana S1, kan artinya cum laude (atas 3,50) tuh ... Gue pengen langsung cabut ke pascasarjana.... S2 dan S3 langsung... Kalo ada S teler boleh juga tuh #dan terus emang ada?? .... Ya, gue punya rencana kotor buat memandirikan diri gue... Gue pengen cari beasiswa dari nilai itu... Dan... Gue pengen biar nyokap, dan kakak2 gue gak perlu stress nge-biaya-in pendidikan pascasarjana gue... Gue berharap banget kalo ini terjadi di dalam hidup gue... Mudah2an... Aamiin, saudara? Aamiin.. :D

3. Gue dapet undangan dari sekolah gue tercinta, SMPIA 3 Bintaro.... Albin 3... Buat hadir jadi peserta di career day InsyaAllah 1 Februari 2013. Ya, itu adalah acara semacam pemberian tips2 buat adek2 SMP dalam menjalani cita2 dan impian2nya masing2. Peserta pembicara bisa didapatkan dari, entah dari alumni, entah dari ortu murid yang sukses, dan sebagai2nya... Terserah dari pihak sekolah itu sendiri...
* GUE SANGAT GAK GAK GAK MENYANGKA INI !! Alhamdulillah, makasih banyak Ya Allah, gue mendapatkan kesempatan untuk berbagi tips kepada teman2 seperjuangan yang lebih muda daripada gue buat ngejalanin cita2 dan impiannya masing2... Ehmm... Then... Yeah... Lost of words... As say... As known as speechless!! XD

4. Kemaren, 17 Januari 2013 gue akhirnya cabut gigi gue (m3). ada dua gigi di sebelah kanan yang dicabut, satu di atas dan satu di bawah. Yang atas itu nabrak sama gigi2 lain, kalo yang bawah duduk horizontal alias berbaring! Menyeramkan sekali saudara2!
* Ada rencana buat cabut gigi lagi pas tanggal 4 Februari 2013... Lho? Iya, betul. Perkara pencabutan gigi ternyata belum selese! Gue masih ada dua gigi di sebelah kiri yang gak kalah membahayakan sama pemaparan di atas! Aduhai... Sabar ya... Sekarang ini... Sambil gue nulis2 pengalaman gue yang gak (begitu) jelas (amat) , gue lagi jalanin terapi2 buat ngatasin bengkak pipi kanan, LOL! XD


Sekian share pengalaman dari gue! Semoga teman2 menyadari hal yang gue sampaikan di atas ya :D Wassalam Wr. Wb! :D

Selasa, 08 Januari 2013

2013 yang Kocak


Kami semua melihat TV. TV tersebut menyiarkan sebuah saluran swasta yang intinya punya reporter yang ikut menyemarakkan kemeriahan Tahun Baru 2013. Katanya,

"Selamat ulang tahun.... Baru...! Dua ribu tiga belas...!".

Sontak kami semua terpingkal-pingkal mendengar kecerobohannya!

Katanya, tahun baru merupakan tahun yang penuh resolusi alias perbaikan diri... Tetapi, kalo gini ceritanya, yang terjadi mah... Baru beberapa detik dari tahun baru... Eh diri ini sudah melakukan kesalahan!

Ya, namanya manusia juga penuh dengan kekhilafan..

Kayak kata ustad2 yang seringkali mangkal di masjid, mushola, maupun tempat2 lainnya...

"Sekurang-kurangnya, kami mohon maaf atas kealpaan yang telah kami perbuat...".

"Mohon agar almarhum diberikan maaf yang sebesar-besarnya atas kealpaan yang telah ia perbuat...".

"Manusia selalu khilaf, selalu alpa... (untung aja bukan 'selalu betha, gamma'... Eh, beda konteks, maaf!)... Hanyalah Allah Swt yang Hak (benar seratus persen)..".

"Eh, kita lagi ngomongin apaan sih?," gumam Ardi.

Sontak ketiga ustad itu berkata kepada pemuda kebelet boker ketawa serta minim biaya serta berjuang melawan derita 24 SKS perkuliahannya tersebut *WTF , "Ngomong2, kok kita diundang tiba2 ke blog pemuda muslim..?,"

" -,- Maafkan saya, hai para ustad....,"

"Pemuda zaman sekarang memang SERING ALPA...,"

"Untung gak sering BETHA, ATAU GAMMA, YA...!? ,"

GUBRAK!!

The Pride of Task Force(d) 2: Kontemplasi

Assalamu'alaikum Wr, Wb. Selamat pagi, hai pembaca!

Apa kabar semua?

Mudah2an pada baik2 semua. :D

Ya, cerita ini merupakan kelanjutan dari cerita gue sebelumnya - yang mana cerita ini menyebutkan suka duka gue dan temen2 seperjuangan gue dalam menghadapi derita 24 SKS. Mending kalo 24 SKS itu semuanya kami sukai dan kami harapkan. Kalo enggak, lantas gimana? Pasrah aja. It's do or die, I think!

Tetapi, Alhamdulillah di samping duka yang lebih banyak daripada sukanya itu, kami semua berhasil - entah kenapa. Kalo kata Adam Smith - ada Invinsible Hand yang mengatur suka duka kami. Ya, kalo kami semua agamis - ada Allah Swt yang senantiasa menyeimbangkan mekanisme bergulirnya roda bahagia dan kesulitan, menjadi kesulitan dan bahagia, dan begitulah seterusnya itu secara normatif guling-guling melulu. Dan gue baru nyadar: bahasa gue yang puitis nan romantis itu, gue bikin akhirnya jadi susah dimengerti, tapi akhir2annya gue bikin becanda. Itulah manusia, labil!

Kelabilan tersebut bikin manusia  perlu mengalami mekanisme perguliran bahagia dan kesusahan itu. Mudah2an Allah Swt gak kesulitan ngurusin kita semua. Makanya, berterima kasihlah Kepada-Nya melalui bersyukur.

Gue baru nyadar. Sekalipun 24 SKS itu gue anggep sebagai penderitaan yang nyata, tetapi gue seringkali luput dari sebuah hal: positive thinking. Mengapa paradigma suu'dzon gak gue balik jadi husnu'dzon? Dunia ini berpasangan. Allah Swt sudah menciptakannya, ada laki dan ada perempuan. Yang tadi itu lho, ada kesulitan emang, tapi kita juga toh bisa bahagia. Antropolog strukturalis elementer Prancis yang pikirannya luar biasa ngejeliimet itu, bernama Claude Levi-Strauss pernah mencitptakan konsep tentang oposisi biner. Kenapa terus gue gak mikir kalo 24 SKS itu merupakan kebahagiaan?

Tengoklah mereka semua yang kurang beruntung, Inna lillahi. Gue pikir dan gue rasa, ada jutaan orang Indonesia yang pengen masuk ke antropologi sosial. Gue salah satu dari orang2 tersebut. Dan gue sendiri yang kepilih! Jutaan lainnya tereliminasi! Kurang apa coba? Kurang ajar...

Sekalipun 24 SKS menghadirkan kepadatan yang berlebihan, tapi paket tersebut mengajarkan kepada gue akan pentingnya disiplin. Almarhum Oma Jo - nenek dari nyokap gue tercinta - senantiasa menyangsikan cucunya ini untuk senantiasa disiplin. Masih untung banget kalo pendidikan formal seperti universitas ini mau menuruti secara implisit apa kata beliau, betul? Kali2 aja kalo gue boleh mikir secara liar.

Sekalipun 24 SKS menghadirkan kelelahan yang teramat sangat, tapi sekalinya gue istirahat (tiduran lah, main game lah. Kalo cowok2 sebaya gue lainnya, masturbasi alias ngocok juga termasuk istirahat kali ya. Eh? LUPAIN KATA2 GUE YANG SATU INI!), otak gue kembali jernih, dan ILMU GUE BERTAMBAH KAYA. GUE SEMAKIN MENGERTI ANTROPOLOGI SOSIAL - INGAT PAS TINGKAT SATU GUE BENER2 BUTA SOAL ANTROP! PATUT DISYUKURI!

Sekalipun 24 SKS menghadirkan kekecewaan gue terhadap 'bahasa program' departemen alias jurusan antropologi sosial ini, tetapi gue bersyukur karena hal tersebut melancarkan ke gue akan batas waktu kelulusan secara normatif. Maksudnya, paket ini terus ngingetin gue, kalo seharusnya lulus itu emang idealnya 4 tahun. Aja. Titik. Kurang dari 4 tahun? Lebih bagus! If you demand more challenge, why not? Belum lagi, paket tersebut kerap menghadirkan ke gue akan kekayaan kajian antropologi sosial.

Kekayaan kajian tersebut - emang dibalut oleh paket yang begitu kaku. Tetapi, kenapa kita enggak jadikan ini sebagai pelajaran saja. Bahwa, kajian-kajain lainnya dapat kita sajikan lebih lanjut lagi. Hal tersebut juga ada baiknya dilakukan secara sukarela. Jadi, perlu ada dialektika atas sistem paket - lagi2 terpaksa gue menodai kesenangan menjadi kedurhakaan terhadap sistem paket tersebut! Gue manusia, jadi sah2 aja kalo gue labil! Sekalipun emang gak bener adanya siih... --> inget2 filsafat Aristoteles: gak bener itu secara materil. Kalo gak sah itu secara formatil. Kalo salah satunya aja gak bener, atau gak sah, maka kesimpulan bakalan rusak! XD --> terbukti bahwa Ardi itu bukan makhluk yang sempurna. Ya, kesempurnaan hanyalah milik Yang Ilahi alias Allah Swt.

Terus, bagaimana dengan anggota yang lainnya? Gonjack dan Nemesis??

Mudah2an mereka juga merasakan hal yang sama dengan gue.

Sekalipun belakangan ini gue belum sempet2in ngobrol sama mereka terkait hal ini, sih.

Soalnya, lagi pada sibuk sama liburannya. Harap maklum.

Libur ini, sekalipun lama: sebulan penuh - tetapi itu bisa jadi sekejap mata apabila kita terlampau berlarut dalam kenikmatannya, betul?

Jadi nikmatinlah! :D