Assalamu'alaikum Wr. Wb...
Gue sadar, kalo masa2 tersulit di dalam hidup gue adalah masa SMA kelas 1. Masa2 seperti itu... Enggak banget deh... Masa2 tergila...
Masa ketika diri gue dipaksa penuh untuk terus latihan tanpa istirahat....
Masa ketika diri gue dipaksa penuh untuk terus berjuang tanpa arti apalagi makna...
Masa ketika degup jantung gue begitu kencang - untung aja gak jadi copot - cuma gara2 disodori pertanyaan aneh nan klasik - "mau naik kelas gak?" ...
Masa ketika teman2 gue begitu labil - saking labilnya ampe2 besokpun bisa jadi musuh, tetapi lusa bisa jadi teman (lagi) - kan aneh banget!
Masa ketika gue dicekoki berbagai macam pelajaran - termasuk pelajaran2 yang gak bisa gue terima bahkan di dalam tingkat abstraksi terkompleks gue: hati nurani...
**Gak ngerti? Siapa suruh punya otak bodoh**
Masa ketika gue disaduri berbagai macam hajatan - tanpa memerhatikan kebutuhan di-rumah-saja- gue...
Masa ketika lahir batin gue diperkosa - dikeruk2 terus sumber dayanya - oleh pihak2 senior yang berideologi seniorisme berkelakuan senioritas gak bertanggung jawab...
Masa ketika sahabat dan teman2 baik gue banyak berguguran di medan perang...
Masa ketika gue menghadapi medan perang yang begitu penuh dengan kehancuran...
Medan perang yang membuat hati nurani tandus alias gersang...
Medan perang yang membuat lahir begitu lesu...
Medan perang yang membuat batin begitu pilu...
Medan perang yang memuat gastronomi mata ajar dan berbagai kesibukan lainnya yang belum tentu membuat pikiran gue jernih karena seninya yang begitu 'indah' #dafuqindah??
**Masih gak ngerti juga?? Blo'on dipelihara siih!**
Oke2... Here's the fuckin' deal!
Suapi gue dengan penuh nafsu (ammara)...!
Suapi gue dengan kemesraan palsumu...!
Suapi gue dengan hajatan2 gak jelasmu...!
Suapi gue dengan kesibukan2 akademismu...!
Kesibukan2 akademis yang tidak bisa gue maknai sepenuhnya...
Karena lo sendiri gak berusaha membimbing gue agar gue dapat memenuhi permintaan maknanya...!
Suapi gue dengan tipu muslihat yang begitu cantik...!
Biarkan kepalsuan menjadi mentega...!
Biarkan kebohongan menjadi empat sehatnya...!
Biarkan penderitaan menjadi lima sempurnanya...!
Biarkan kehancuran.... Menjadi menu utama bagi diri gue ini...!
Selamat makan!
Jangan dimakan sendiri!
Biar kami saja yang menyuapimu, Di!
#fuckyeah!#
Ugh... Kata2 lo begitu lembut, tetapi maknanya penuh dengan gejala2 sarkasme...!!
Gue pribadi heran dengan lo: mengapa lo bisa membaluti hal2 bajingan tersebut dengan dendangan2 kemesraan...!!??
Dan gue pribadi heran: mengapa kata2 yang gue lontarkan kerap dianggap sebagai dendangan2 bajingan, padahal gue mau menyampaikan suratan siratan hati nurani yang penuh mesra - hanya dari diri gue...!!??
JANGAN MENGINTERVENSI!
KAMI MENYUAPIMU, DEMI KEBAIKANMU SEPENUHNYA!
KAU TIDAK AKAN MENYESAL!
SEDIKITPUN, ARDI!
Yuk... Sini yuk... Mana mulutnya... Dibuka donk.... Aaa...
#Aaa#
UKHHUWEEK!!
JANGAN DIMUNTAHIN! SYUKURI SAJA!
.... !!!
Ayo... Ardi... Anak baik... Makan lagi ya... Katakan, 'Aah...!'...
.... !?
Ardi? Kamu anak baik, kan?
#Aaa#
Asyiik... Inilah yang disebut anak baik... Ardi anak baik...
Gue minta lagi...
Jangan memakai kata 'gue', anak baik!
Suapi gue...
Ardi...? Ayolah...
SUAPI GUE DENGAN MUKA NGENTOT-MU!
FEED ME WITH YOUR FUCKFACE!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar