Ant. Psi Senin 11 Februari 2013
ant. psi?
studi ttg faktor sosbud yang menjadi pendorong/pencetus
terjadinya gangguan jiwa
studi tentang interpretasi budaya tentang gangguan jiwa
& perwujudannya
studi klasifikasi gangguan jiwa menurut pandangan budaya
masy ybs
kita bedain:
gangguan jiwa --> terganggu. temporer. perasaan, kumat.
seharusnya orang berperilaku wajar dalam komunitas ybs
penyakit jiwa --> rusak. lama. telah diuji berbahaya oleh
dokter & psikiatri
temperamen tinggi: tidak mau berbicara. tidak mau memulai
duluan. senang melihat api (!?)
antropolog? mengapa dia seperti ini? apa yang subjek hadapi?
faktor2 berperilaku --> gak lepas dari interaksi sosial
budaya --> rasio/dorongan dari faktor2 berperilaku
mengapa orang itu ketawa pas ngelihat orang lain kejedot?
Indonesia, ketawa. barat prihatin “Oh, I’m sorry”. Indonesia: ketawa artinya
menghibur. biar yang kejedot lupa sakitnya.
antropolog bertanta tentang perilakunya subjek dari
komunitas si subjek
kesurupan: apa2 yang dibatasi masy, dilanggat (taboo). dirty
feeling, dosa yang kesurupan juga menyadari perasaan bersalah tsb.
ada yang kesurupan gara2 nyebar rahasia menenun (rahasia
keluarga penenun)
mengapa dikramat2i2/ditakut2in? mencapai order/keteraturan
klasifikasi dan istilah mengindikasikan kalo komunitas
mengakui hal itu
--> pembedaan: scientific strict. ampe teruji, baru bisa.
society loose. gak mesti diuji pake alat ukur yang pasti. edan, kentir, sinting
(Jawa). ngaco (omongan) dan sedeng (perilaku) (Betawi).
relevansi?
1. mengidentifikasi nilai2 dan norma2 di balik kesehatan
jiwa
2. Mengidentifikasi definisi budaya (ttg gangguan jiwa tth
bagaimana masy melalui budayanya mengidentifikasi gangguan jiwa) dan cara2 masy
memperlakukan penderita gangguan jiwa
3. Memberi info yang relevan bagi penanganan gangguan jiwa
oleh psikiater
4. Mendorong peningkatan mutu pelayanan gangguan jiwa
perasaan bersalah --> numpuk --> gangguan jiwa -->
dilihat oleh community: kena kutukan, lo.
panti jompo/werda --> supaya tetap dihormati oleh
keluarga. kalo di rumah mereka, cucu saya musiknya macem2, saya gak suka. Belum
lagi, normsnya udah beda. family relation ngurang gara2: gadget dan jadwal kerja
padat (modernisasi)
sepi di antara keramaian: ortu cuma bisa terima telpon. anak
cucunya bisa FB Twitter dst
mental block: adaptasi thd iptek terkini bisa menyebabkan
gangguan jiwa
cooperate: orang hidup bahagia sekalipun sesekali stress.
dialihkan ke sesuatu yang membuat dia punya harga diri.
antropolog --> melihat masy memperlakukan subjek
dokter & psikiater --> memecahkan masalah si subjek
social psychiatri di
Indonesia dikit! Banyakan di klinik
hakekat gangguan jiwa:
1. hakekat gangguan jiwa
organik:
menyangkut kecacatan fisik/akibat barkoba, rudapaksa (kecelakaan), dan sebab2
lain
psikis,
kejiwaan
2. penyakit2 berlabel psikiatrik
3. penggolongan gangguan jiwa (PPDGJ) dan beberapa sumber
lainnya
PPGDJ: sejal 1993 belum direvisi padahal diperlukan karena
adanya tekanan untuk klasifikasi baru. pedoman penggolongan dan diagnosis
gangguan jiwa.
latah --> Indonesia --> hysteria?? perspektif varat.
ada lho yang tiba2 buta. buta temporer, selama stress ada
konsep2
ant. psi: kajian tentang nilai dan norma yang mendorong
dan/atau pencetus gangguan jiwa
etnopsi: studi interpretasi budaya ttg kesehatan jiwa dan
cara2 masy melalui ajaran budayanya
menanggulangi gangguan jiwa
kesehatan jiwa: apa2 yang membuat seseorag itu normal secara
batinnya dari kacamata masy/komunitas
dipasung ada dua interpretasi:
ada roh
yang jadi parasit
gak ada
yang ngurus alias ditinggal sendiri
ETNOPSI
salah satu bagian dari studi etnomedisin yang khusus
mempelajari ttg bgmn msy tradisional melihat dengan mengatasi penyakit yang
berkaitan dengan masalah mental (gg jiwa)
perhatian ahli antropologi ttg faktor2 budaya yang
mempengaruhi persepsi dan perilaku manusia, isi halusinasi dan delusinya, dan
respons (sikap dan perilaku) warga masy pendukung kebudayaan tsb thd penderita
antrop membandingkan temuan2 dari studi etnopsikiatri di
berbagai kebudayaan
indra keenam --> kemampuan panca indranya di atas rata2
definisi
C. Helman:
transcultural psychiatri: studi ttg perbandingan mengenai
perwujudan dan konsep dan gangguan jiwa dalam kebudayaan2 yang berbeda
fokus lebih kepada mental illness daripada kepada mental
disease (yang berlabel psikiatri)
transcultural psy
membagi bidang perhatian
definisi
sehat, normal, abnormal secara budaya
bentuk2
perilaku aneh dan penjelasan budayanya:
kesurupan
(posessed, trance): apakah itu perilaku normal abnormal?
glosolalia
(bicata dalam bahasa yang tidak dimengerti): apakah itu abnormal/normal?
penggunaan
hallucinogentric substances dalam ritual keagamaan, abnormal/normal?
perbandingan gangguan mental
beberapa fokus:
1. apakah definisi normal/ab dapat dilihat dalam scope
penhuman (umat manusia)?
2. definisi barat ttg abnormal psikologis bersifat
universalistik, bersifat lintas budaya/tidak? dapat diperbandingkan/hanya
berlaku sepihak (ibarat saja) karena dibentuk o/kebudayaan Barat?
3. mengapa/bentuk perilaku abnormal lebih banyak tdpt pada
salah satu kebudayaan tertentu daripada di kebudayaan lainnya?
pdkt:
1. biologi: melihat gg jiwa bisa terhadi secara sama di muka
bumi (schizophrenia, manic-deppresive psychiatric)
a.
culture shapes the manifestation of mental disorders
b.
peranan sosial penyakit mental berbeda di tiap kebudayaan (content of delution –
hallucination – shaped by culture).
apa yang ‘dilihat’, ‘dirasa’, ‘didengar’, dll terkait dengan unsur kebudayaan yang dikenalnya
delution: barangnya ada. dia macem2in subjek. kekuatan dari
luar >< halusinasi
2. label sosial: cara masy mendefinisikan gangguan tsb. pdkt
gg jiwa: culture spesific disorders. sekali seseorang diberi label, ia dipaksa
menjalankan peran sosialnya sebagai orang dengan label tsb. secara budaya ia
belajar memasuki peran sakit yang ditetapkan masynya dan dilakukan labelisasi,
yang perwujudannya juga ditetapkan o/masynya
3. pendekatan gabungan biasanya digunakan: kasus psikologi
di 4 skbgs Afrika
Sebei:
Uganda tenggara
Pokot:
Kenya Barat Laut
Kamba:
Kenya Timur
Hehe:
Tanzania Selatan (tengah)
pandangan budaya
ada perilaku yg dikategorikan abnormal
etiologi tidak selalu akibat gaib tapi alamiah
definisi perilaku hampir mirip schiso/psikotik
psychotic gak selalu perilaku ganas
pryshotic berpeluang melawan hukum/pembunuhan
ada pembedaan dalam cara menanggulangi
Awal studi: Kajian Kepribadian (Foster – Anderson, 1978)
kajian etnopsikiatri, landasan:
1. apakah fase2 perkembangan di masy barat bersifat
universal?
2. apakah sosialisasi nilai norma dari ortu ke anak
pengaruhi kepri-bangsa tsb? ini jadi tonggak 1920-1930an
perkembangan kajian
muncul gg jiwa yang didefinisikan o/masy lokal dalam
berbagai kebudayaan yang beda
tokoh:
Ari Kiev
cultural psy: bagaimana kebudayaan menyebabkan/berperan atas
kejadian gangguan jiwa
Marvin Opler
soci psy: tentang etiologi dan dinamika gangguan jiwa
dilihat dari latar belakang sosial budaya masy
Cecil Helman
definisi normal abnormal
etiologi
Jane Murphy
labelling theory
ketidakseimbangan unsur dalam tubuh
cara2
penyembuhan
hub gg
jiwa dengan perubahan sosial budaya
prevalensi
(kejadian) dalam masy dengan kebudayaan yang beda2
culture
bound sydrome (CBS)
Ari Kiev
efek kebudayaan thd gg jiwa
culture specific disorder
epidemiologi: prevalensi & insidens
cara2 menanggulangi dalam konteks budaya
pelayanan kesehatan jiwa: modern & traditional
Magic, Faith, and Healing (1964)
CBS
kecemasan obsesif
kompulsif hysteria phobia state reaksi depresif
keadaan disosiatif
psikosis: gangguan pikir. asosiasi antar panca indra dengan
penyakit. ada kuman jalan2
neurosis: udah tahu asosiasi, tapi gak bisa hilangin pikiran
negatif. cuci tangan 1000x
1. Koro (anxiety)
penderita
takut mati, mengalami delusi, alat kelamin akan mengerut dan masuk ke perut sehingga membuat penderitaan
oedipal
conflict
pembanggaan
jenis kelamin laki2 yang membawa keadaan depresi
neurotic
anxiety
masy.
patriarkis: Batak, Cina
2. Susto
sudden
fright, evil-eye, bad pain, black magic, sehingga terjadi soul loss
gejala:
irritabilitas
(terganggu) anorexia, insomnia, fobia, retardasi, nightmare, trexebility,
diarea. muntah, dll
konsep
budayaL kalau menyerang jantung seseorang akan menyebabkan kematian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar