Antropologi, transformasi, dan fasilitator perubahan
apa guna antropologi?
berguna bagi siapa?
penelitian perubahan (pengalaman PAR dan fasilitator
antropologi: keterlibatan aktif atau pasif?
“... poinnya adalah bukan semata-mata untuk memahami dunia,
tetapi untuk mengubahnya” (Mark)
“apakah peran antropolog untuk mencoba ‘mengubah’ dunia atau
hanya semata-mata memahami?”
“dapatkah/apakah seharusnya antropolog ‘membela’ hak
masyarakat yang diteliti? bagaimana dengan ‘objektivitas’?”
ilmu pengetahuan: tidak hanya memahami, tapi juga mengubah
sejarah antropologi
karya2 ilmiah --> natural science background, positivity
and objectivity --> science method
era kolonial --> proyek2 kolonial langsung/tidak langsung
kini, banyak antropolog berhadapan dengan ketinpangan,
kompleksitas, permasalahan2 sosial, dll di level mikro spt komunitas lokal
apakah antropolog harus ‘improve’ kondisi lokal tsb?
menyuarakan suara masyarakat?
aktif sebagai agen perubahan?
‘objectivity’ --> mitos bagi ilmu2 sosial, bahkan ‘natural
sciences’
penelitian lapangan --> hubungan psikologis dengan
komunitas lokal
applied anthropology: applied, praxis, action, PAR
PAR
an approach to research that potentially the both practical
and theoretical outcomes
an approach to solve priblems through learning and typically
follows and clynical process of looking (gathering data building context),
think (explore and analyze, interprete and explain), and out (plan, implement,
evaluate)
PAR: berlangsung sirkuler
jawaban dari penelitian/PAR: tidak tungga alias jamak
fasilitator: leader of faxilitating processess. (proses
sadar, sepenuh hati membantu masing2 orang mendapat tujuannya)
how do we use it? ayo kita nge PAR!
harapan transformasi minimal = fasilitator udah pulang, ntar
fasilitator2 linnya muncul dari komuniti itu sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar