Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Kamis, 02 Mei 2013

Anter Kamis 2 Mei 2013



Antropologi, transformasi, dan fasilitator perubahan
apa guna antropologi?
berguna bagi siapa?
penelitian perubahan (pengalaman PAR dan fasilitator
antropologi: keterlibatan aktif atau pasif?
“... poinnya adalah bukan semata-mata untuk memahami dunia, tetapi untuk mengubahnya” (Mark)
“apakah peran antropolog untuk mencoba ‘mengubah’ dunia atau hanya semata-mata memahami?”
“dapatkah/apakah seharusnya antropolog ‘membela’ hak masyarakat yang diteliti? bagaimana dengan ‘objektivitas’?”
ilmu pengetahuan: tidak hanya memahami, tapi juga mengubah
sejarah antropologi
karya2 ilmiah --> natural science background, positivity and objectivity --> science method
era kolonial --> proyek2 kolonial langsung/tidak langsung
kini, banyak antropolog berhadapan dengan ketinpangan, kompleksitas, permasalahan2 sosial, dll di level mikro spt komunitas lokal
apakah antropolog harus ‘improve’ kondisi lokal tsb?
menyuarakan suara masyarakat?
aktif sebagai agen perubahan?
‘objectivity’ --> mitos bagi ilmu2 sosial, bahkan ‘natural sciences’
penelitian lapangan --> hubungan psikologis dengan komunitas lokal
applied anthropology: applied, praxis, action, PAR
PAR
an approach to research that potentially the both practical and theoretical outcomes
an approach to solve priblems through learning and typically follows and clynical process of looking (gathering data building context), think (explore and analyze, interprete and explain), and out (plan, implement, evaluate)
PAR: berlangsung sirkuler
jawaban dari penelitian/PAR: tidak tungga alias jamak
fasilitator: leader of faxilitating processess. (proses sadar, sepenuh hati membantu masing2 orang mendapat tujuannya)
how do we use it? ayo kita nge PAR!
harapan transformasi minimal = fasilitator udah pulang, ntar fasilitator2 linnya muncul dari komuniti itu sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar