religion in politic
pre-industrial = politik, ekonomi, agama, kekerabatan.
saling terkait dan mempengaruhi
kompleks/modern = terspesialisasi
pemilikan pemimpin
--> panggilan spirit dari roh nenek moyang/leluhur
--> kampanye politik
eskimo
shaman: superpower, sifatnya sangat baik. dapat berhubungan
dengan dunia halus
Hopi...
kekuasaan --> agama dalam politik
(pemerintahan
secara langsung pada agama/teokrasi)
agama
menyediakan struktur, kepercayaan,
dan
tradisi yang dimanipulasi oleh calon untuk menjadi bentuk kuasa
masy pre-industrial
sebenarnya sudah ada pemisahan
namun batasan masih kurang helas dan tegas
duniawi: administrasi, pertahanan, perdagangan
afrika
pemimpin
didukung oleh pengikut --> kecakapan/personaliti
punya kekuatan supranatural --> legitimasi. menghubungkan
dirinya dengan mistis + tanggung jawab
raja --> mati dibunuh --> dewan. upacara keagamaan
integrasi kelompok dan pertemyan masa dewan
konsensus kelompok
pergantian pemimpin
dibunuh = agar kekuatan mistis hilang, bisa diganti
manipulation of religious symbols
agama memasuki ranah perpolitikan
Lugbara: segmentaris – patriarki --> konflik internal
kepemimpinan politik: mempercayai roh nenek moyang,
pengambil terbesar adalah peramal
the adaptive value of deviant religion
suku aymara di soga, peru: katolik, berbasis perekonomian
mandiri
tahun 1915: the seventh day adventists mulai masuk
tahun 1995: sistem ayllu beralih ke gereja adventis (ayylu:
anak laki2 sbg pemimpin, digantiin oleh komunitas)
subsistence --> money oriented (muncul sekolah adventis.
nilai agama --> nilai politik)
politik di masyarakat industrial
antropologi politik di era modernisasi
studi tentang sistem politik modern
dari struktur politik informal menuju formal
proses modernisasi
tangga evolusi pembangunan (Rostow, 5 tangga)
pembangunan di dunia ketiga
--> kontradiksi: nikaragua dan guatemala. ada mayoritas
yang gak kena mass consumption. mobilisasi sosial --> dorongan psikologis:
mencapai kenikmatan tertinggi
differensiasi sosial dan mobilisasi sosial sebagai inti dari
modernisasi (common core --> sosiolog Bierstedt)
negara bangsa sebagai wujud modernisasi
--> titik informal. ratusan etnis punya sistem politiknya
sendiri2. mensentralkan + musuh bersama. kadang juga memunculkan ambivalensi.
cth orba di indonesia. sentralisasi. terpusat hanya dalam satu titik
politik etnisitas dan retrilbalisasi: kasus “Hausa”
studi Cohen (1969) tentang suku “Hausa”, di nigeria,
modernisasi menguatkan identitas kesukuan
suku hausa: pedagang (sabo, ibadan, nigeria)
komoditi utama: hutan utara (sapi) dan sabana selatan (kola
nut)
problem: lalat tse2, jarak, dan daya tawar
solusi: mekanisme informasi kondisi pasar dan monopoli
virtual kemitraan (kolaboratif ilmu pengetahuan)
studi detribalisasi: pemerintah pusat menekan tribalisme
untuk integritas bangsa dengan melemahkan hausa (pernikahan luar suku dan
pemberontakan kaum muda atas budaya suku hausa)
defend culture and retribalization because economy factor
penegasan dan penguatan kembali identiats kesukuan hausa.
retribalisasi dalam aspek2 ekonomi dan politik dengan penguatan aspek religius
lokal
retribalisasi dipolitisi sebagai senjata mempertahankan
monopoli dagang dan peran hausa jadi lebih radikal
Cohen: tekanan dalam kasus ini akibat asimilasi karena
proses modernisasi
detribalisasi dan retribalisasi thd bersamaan dalam satu kelompok
masy
huasa terintegrasi dalam negara, namun juga menguat dalam
bentuk faksi/khas
politik penyesuaian reservasi
LC Faron (1967): perubahan dalam politik suku merespon
kebijakan pemerintahan chile
fase 1: otoritas kebijakan pada kelompok kekerabatan dengan
kepemimpinan Lonko
fase 2: organisasi militer melawan penjajah eropa selang 300
tahun dipimpin oleh jendral militer
mapuche memberontak dengan keuntungan perang pasifik (chili
vs bolivia dan peru) dan kalah. chili kemudian memberikan mekanisme reservasi
dengan melalui satu pimpinan
fase 2: reservasi
kepala reservasi diberikan wewenang dan kekuasaan untuk
mengolola reservasi lahan dan diberi upah tiga kali lipat
1950 kepala reservasi menjadi absolut dan mengancam pempus
pemerintahan chili ambil langkah pencegahan dengan
melemahkan reservasi
fase 4: klp aksi politik
chili mengembalikan kuasa kepada lonko dan mengambil alih
secara langsung urusan mapuche
mapuche dan chili berinteraksi dalam lingkungan sosial dan
menyisakan masalah seputar lahan
ada cultural brokernya, organisasi nonpemerintah
pranata2 politik modern
dimulai oleh pemikiran weber mengenai birokrasi yang ditulis
pada era industrialiasi modern, masih bersifat personalistik
sistem baru: sangat tidak manusiawi, sangat rasional,
efisiensi mekanis, berorientasi pada produksi dan untung
model durkheimian dan weberian serupa, tidak manusiawi dan sangat
rasional
antropologi muncul ketika antropolog mampu memberikan
perspektif baru bagi birokrasi yang sudah usang
antrop berfokus kepada: kelompok informal (di luar
organisasi birokrasi) dan lihat hub. antara organisasi-individu, dalam
lingkungan yang lebih luas
birokrasi dan anti-birokrasi di cina modern
whyte (1980) menyatakan bahwa aktivitas anti birokrasi di
cina mampu menyeimbangkan birokrasi di cina
ketika birokrasi sudah masuk ke seluk beluk kehidupan masyarakat,
aktivitas anti birokrasi semakin berkembang untuk menghilangkan kekacauan pada
penanaman birokrasi
kemudian diadakan, reshuffing secara reguler dan ...
saling melengkapi
J. Meler Watherford
asisten senator
membantu penelitian buku ‘tribal on the hill’
‘politik AS tidak jauh beda dengan politik masy primitif’
--> dalam konteks persaingan? AS punya pra senat yang
berdasarkan kekerabatan untuk duduki kursi
shaman (selalu tanggap dan ada di kejadian. gak selesein
masalah) --> Edward Kennedy
warlord (otiriter --> bikin aircraft carrier mississipi)
--> rusell long
godfather (demokratis – liberal) --> thomas o’neill
dinamika politik bukan linier evolusionis! tapi sirkuler!
indonesia --> sudomodern. politiknya masih masukin unsur
agama. ketuhanan YME, kemenag, sama KTP
kenapa simbol2 agama bisa jadi instrumen politik?
agama = supersistem keyakinan (thd yang berkuasa, yang
mengatur kehidupan manusia --> Tuhan). sulit berubah – cenderung saklek.
dampek: kali kita sudah meyakini sesuatu. maka kita cenderung
menyalakan solidaritas sosial (umat). solidaritas sosial ini dapat dimanipulasi
(politik). untuk memperoleh dukungan dan legitimasi – kekuasaan. (Botak -->
jelasin MRP). MRP --> seleksi bupati, harus asli papua
agama dan politik --> gak ada kaitannya dengan surga
monarki konstitusional = raja-ratu + PM + UUD. cth Jepang
dan eropa barat
minggu depan kelompok 3. ttg desentralisasi dan demokrasi
indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar