Instrumen Hukum
UU No. 7/1984 ratifikasi convention for elimination of
determination againts women (CEDAW, 1979)
Beijing Declaration and Platform for Action (1995)
MDGs (2001)
Inpres No. 9/2000 ttg pengarusutamaan gender dalam
pembangunan (mainstream of gender)
Inpres No. 3/2010 ttg program pembangunan yang berkeadilan
RUU kesetaraan dan keadilan gender (karena inpres
cengkramannya kurang)
MDGs 2015
eradicate extreme poverty and hunger
achieve universal primary education
promote gender equality and empower women
reduce mortality
improve maternal health
combat HIV/AIDS, malaria, and other diseases
ensure environmental sustainability
develop a global partnership of development
ringkasan presentasi a la Ardi
Anthropology rediscovers sexuality (Carole S. Vance)
studi seksualitas --> marjinal --> dibuat ‘taboo’ =
menghancurkan tradisi ilmiah
*udahlah, itu bukan urusan ilmu sosial budaya pada umumnya.
sekalipun jadi pusat kegiatan manusia, palingan cuma buat reproduksi.
sexuality and gender --> feminis --> studi subordinasi
wanita berikut perjuangannya --> determinisme biologis --> gender
berdasarkan seks, kalo seks dibilang ‘lemah’, gendernya otomatis lemah -->
akibat: studi tentang pemisahan seks dan gender, seks bisa diubah oleh gender
(disesuaikan sama dandanan, standar kecantikan, dan bahasa tubuh)
1975 --> Gayle Rubin --> ‘the traffic in women’ -->
>< esentialism = sexuality as the product of social apparatuses’s idea
--> feminis: seksualitas mesti dibedain dengan gender.
(baca: kacamata seksualitas feminis beda dengan ‘kebudayaan’)
sexuality and identity --> homoseks --> Mary McIntosh
1968 (peranan homoseks dalam industri. homosex role: behavior – universal &
identity – culture-specific) --> mencari historis, pendikotomian seks
melupakan sejarah --> Jonathan Katz 1976 Gay American History (sodomy acts:
emotionally universal)
sexuality as a contested domain --> contested
simbolically and by politic
the development of social construction models 1975-1990
--> sexual act, sexual identity, sexual communities, direction of erotic
interest (object choice), sexual desire --> >< essential =
undifferentiated
cultural influence models of sexuality 1920-1990 --> awal:
plain. eksistensialisme, seks selalu mendiktekan gender, vice versa. akhiran:
panik, dunia keempat variasinya tinggi
AIDS & research of sexuality --> amat dibutuhin
negara (baca: biomedis) abis PD II --> awalnya digeneralisir karena pake
perspektif biologis --> jadinya engga, soalnya bergantung sama tindakan
seksual bla3.
essentialism vs constructivism (DeLamater & Hyde)
esensialisme --> Plato (428 – 348 BC) --> dunia adalah
terdefinisi, terbatas, terpatok, STAG itu2 aja --> gaya apriori --> jatuh
dari langit, diterima mentah2. pembantah pertama adalah Darwin yang ciptain
evolusionisme (dunia berubah, jadi gak stag). terus diperkuat Popper 1962:
teori hanyalah hipotesis (baca: terus dikritik)
evolutionary process --> sociobiology (social behavior of
being) --> Darwinian --> survival of the fittest by short term/long term
--> long term always wins --> short (casual sex): fertility by fresh
appearance
a. appearance: fertility by fresh appearance
b. sexual orientation: proximate cause (hormones) vs
ultimate cause (ancestorial)
biologis: genetic (dalam satu keluarga bisa mempengaruhi),
otak (pikiran bisa membedakan secara neuroanatomis), hormon (kalo mencukupi
berarti straight)
evolusionisme = esensialis = dikotomi heteroseks dan
homoseks
cultural essentialist --> cewe selalu dekat dengan ibu agar
feminim, cowo mesti dekat denagn ayah agar maskulin
social constructivism --> kenyataan itu dibangun oleh
manusia, diciptakan, DINAMIS.
paradigma konstruktivisme --> beranjak dari esensialisme:
dunia itu kosong, kita obrolin itu lewat bahasa, kita bagi2 itu ke teman2
sekitar, kita resmikan itu (institusionalisasikan), dan kita bikin itu jadi
cukup stag (subuniversal) --> terus dilawan, banyak hal2 yang gak sejalan
dengan itu. cth emosi, emosi itu masing2 orang punya keunikan, gak mungkin sama
seratus persen
social constructionism of sexuality -->
non-eksistensialisme. seks dipisahin dengan gender. bergantung ke berbagai
faktor sosial budaya.
atraksi: sosio ekonomis. bahkan bisa di luar itu, alias gak
ada patokan standar
orientasi seks: variatif. heteroseks aja bisa beda gara2
nilai
social constructionism of gender --> defined by
interactions, language, and discourse of culture
kritik: conjoint approaches, interactionism. gabungan dua
perspektif dan sebisa mungkin terfokus pada dua subjek yang berinteraksi.
pertanyaan
Ubed: kecenderungan antrop buat nyelesein hal ini?
RIbud: apakah keempat paradigma bisa mencakup identitas,
perilaku,, dan orientasi seks?
Irin: di indonesia pake yang mana ya? kasus yang dibogongin
herm
Fendi: pdkt konstruktivis --> moral seseorang. kenapa
seseorang yang punya orientasi seks yang unik mesti diukur moral?
Aria: homoseks itu karena innate? emang bener? gak ada yang
lain? kalo herms gimana?
Ula: homoseks tertangkap pada tubuh yang salah?
Ghea: homoseks itu esensial atau konstruktivis?
esensialis: menganggap seksualitas dari biologis plek/sosial
plek. given. ahistoris, gak peduli dimensi
Samian, Papua: inisiasi ponakan cowo, minum sperma paman
untuk kesuburan
esensialis dikecam terutama oleh conjoint
essentialism
founding fathers: Havelock Ellis, Krafft Ebbing (end of 19th
century)
muncul oleh gerakan2 perempuan di AS
didukung Freudian
basics:
1. human behavior is ‘natural’
2. binary --> man is the hunter and women the hunted
--> sperma ngehar sel telur. sel telur nunggu
3. sexual desire is seen as biological drive which demans
satisfaction (oral, anal, genital)
4. heterosex is seen
as only ‘natural’ mode of sexuality, other forms are pervertions e.g.
masturbation, homosexuality
5. the belief that biology is destiny --> biological
determinism
6. ...?
7. sexual perversion can be cured, medically/psychiatrist
treatment
8. the only sexual act...?
seks.klikdokter.com
film: Kinsey, let’s talk about sex --> continuum of
homo-hetero
masters and johnsons --> sex and human loving. ukuran
orgasme: sangat kuantitatif
constructivism
--> Foucault’s theories on power and discourse
--> normalnatural itu bukan kosa kata yang dikenal
--> cons has an enormous political advantage that which
has been historically constructed can be politically deconstructed
constructionism
simone de beauvoir: women is made, not born
gayle rubin: sex/gender system by sociocultural
what is ‘sexual’ in one culture may not be in other culture
(Malinowski & M. Mead)
PPDGJ: psikolog indonesia --> gak = gangguan jiwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar