strategi perusahaan ketika perusahaan berinteraksi dengan
lingkungan eksternal dunai bisnis. ada beberapa komponen:
1. pasar (market)
2. iklim bisnis global
3. iklim bisnis nasional/lokal
4. kebijakan ekonomi pemerintah
kebudayaan perusahaan senantiasa dinamis. jangan kalian
memahami kebudayaan itu selalu sama. ini salah besar, justru yang benar malah
sebaliknya. senantiasa menerima unsur2 baru dari luar maupun dalam
dunia bisnis juga senantiasa berubah setiap saat. ambil
contoh gadget. lihat 10 tahun lalu ampe sekarang, amati perbedaan dari fungsi
dan kecanggihannya.
senatiasa melakukan strategi adaptasi. strategi itu
senantiasa diubah, agar kebudayaan gak kedodoran alias terus joint in.
strategi: cara menguasai hal tertentu untuk akses SD tertentu.
cth, kalo mau jadi pegawai strateginya mesti bisa excel
iklim bisnis lokal nasional
--> adanya kestabilan dalam iklim. aspek keamanan garis
nasional. cth Aceh. ada Exon dan LNG pas belum jadi NAD. Naggroe: negara.
Darussalam: berdaulat dan sejahtera. sama kayak Brunei. artinya makmur
sejahtera. NAD: negara dalam sebuah negara. dulu: provinsi Daerah Istimewa
Aceh. pengaruh Hasan Tiro melalui persetujuan Helsinki, Finlandia. kalo masih
dalam daerah operasi militer (DOM) karena ada GAM. maka, proyek/investasi
seperti mobile oil di Arun, Exon (tambang minyak) dikhawatirkan disabotase oleh
GAM. sabotase: dirusak dan dimiliki secara gelap. kerugian bisa minimal jutaan
dolar. kalo gangguan berdatangan, ya kegiatan juga gak aman. oleh karena itu,
para investor menginginkan iklim yang aman/stabil, gak ada separatisme yang
ganggu, jadi produksinya jalan, profitnya jalan. >< Freeport. dari 1960!
udah lama! kita dikibulin, mereka katanya bikin tambang tembaga doang! (makanya
ada kota Tembagapura). peringkat tiga terbesar di Papua, satu dan dua ada di
Afrika. oleh karena itu AS mati2an berusaha untuk eksploitasi di timika karena
masih banyak dengan berbagai diplomasi. pas orba, dibatesin lebih kaku dan
dibatasin profitnya buat orang Jakarta khususnya Cendana, berapa puluh persen
gitu. satu persen bisa ribuan dolar! OPM itu multidimensi. banyak yang
menginginkan papua lepas dari Indonesia. PNG juga. oleh EU, AS. makanya, OPM
dibuat malah gara2 gejala politik yang dibikin oleh oknum2 bisnis tsb.
perjanjian Roma? 30 Sept 1962. papua barat as precolonialized state. Inggris,
Belanda, Indonesia? UN --> AS (Kennedy) : hakveto. papua masuk ke Indonesia,
asalkan Freeport boleh eksplorasi
Filipina dan Thailand: penyederhanaan birokrasi dengan
investasi LN. Gak ada SK2 dan duit
--> GNP. berkaitan dengan penduduknya, kalo gede,
konsumsinya gede, daya beli gede, pasar gede! makin banyak yang mau beli, kan?
--> market/pasar. berkaitan dengan klien/customer. dalam
konteks pemerintah (demands) dan kecenderungan gaya hidup (life style). pabrik
samsung di indonesia bakalan dibikin. tapi BB kagak! malah ke Malaysia! soalnya
koruptif, butuh SK dan embel2 duit. sevel di Jakarta? menyebar dan rame!
iklim bisnis global
--> bikin garment baju muslim. ke AS diembargo/dibatesin.
ke Prancis dilarang jilbab. Malaysia konsumennya dikit. TImur Tengah! Gak perlu
wol, dan rata2 muslimah
--> biaya: perjalanan, faktor produksi
advertising --> teknis: komunikasi. konsep/ide: antropologi
apa ya?? research ethnography, cari kelebihan dan kekurangan
Harlen --> stasiun di Belanda, KA --> kayu jati Jawa!
bagaimana kebudayaan perusahaan diketahui? secara langsung
dan tidak langsung
langsung: training. bisa in house training atau di luar
kantor. siapa yang melakukan training ini? pelatihnya siapa? HRD dan lembaga
motivator, bisa juga konsultan (manajemen qolbu dan ESQ). nilai2 ini akan
dijabarkan untuk kemudian diajarkan/dijelaskan (disosialisasikan) untuk
pegawai. penyakit di Indonesia: yang ikut itu cuma staf bawahan. CEO, Manajer,
dst malah gak ikut. wlp mereka gak paham banget sama nilai2 budaya perusahaan,
karena alasan simpel: saya udah tinggi, gak perlu belajar lagi. akibat: kinerja
atasan amburadul. padahal budaya ini harus dilaksanakan dari pucuk ampe bawah.
melalui pelatihan inilah, ada proses internalisasi. menyimpan nilai2 di
kognitif, jadi gampang diinget, sulit dilupakan. menjadikan unsur baru itu jadi
nilai kognitif kita. dampak? aturan bukan hal yang asing. itu jadi pedoman untuk
mewujudkan tindakan itu. selain itu juga bisa outbound. untuk merekatkan
KS/teamwork. karena di kantor juga mesti kerja bareng. KS mesti dilatih! dengan
komunikasi, ada struktur (ada pemimpin dan pembagian kerja). menyamakan visi
untuk mendengarkan pendapat orang lain supaya ketemu solusi. nilai disiplin juga
ada. nilai trust. nilai menjaga kerahasiaan perusahaan, terutama untuk
perusahaan2 IT khususnya programmer agar gadget rancangan tahun depan gak bocor
ke perusahaan lain. yang ketiga lewat buku putih. buku pedoman. dicetak ukuran
saku. bisa dibawa setiap hari, sepraktis mungkin. yang terakhir dengan
menetapkan mekanisme kontrol berupa punishment & reward. reward untuk
pegawai yang kinerjanya tinggi. punishment untuk pegawai yg rendah/melanggar
budaya perusahaan. secara gak langsung? garhering/piknik. ritual yang dilakuin
agar relasi bersifat baik, anti kesenjangan.
minyak habis? sumber non BBM. cth batu bara. geotermal
(tenaga turbin pabrik), biogas (dari tumbuh2an, minyak kepala sawit untuk
mobil?), hidro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar