comdev: meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian lokal
poin penting: memberdayakan masyarakat
pembangunan: pasti ada tahapan alias proses
apa yang mesti kita lakukan?
1. perencaan
--> mau melakukan sesuatu agar hal tsb dapat dicapai
semaksimal mungkin
pembangunan: ke arah yang lebih baik
2. implementasi
3. monitoring
4. evaluasi
perencanaan:
-> pemetaan sosial
amati dahulu kondisi fisik, kondisi sosial (latar belakang
geografis dan demografis). bakal nanya2
ke lurah buat tahu sejarahnya, dst. bisa dengan survey, amatin biasa,
wawancara. ada banyak cara untuk mendapatkan indormasi tersebut. karakteristik
masyarakat (administrasi wilayah), struktur pemerintahan (sejarah
perkembangan), kondisi geografis (peta wilayah), kondisi demografis (kondisi
prasarana dan sarana), dan bagian kelembagaan (mata pencaharian)
-> identifikasi permasalahan
identifikasi permasalahan secara umum
identifikasi akar permasalahan
membuat skala prioritas permasalahan
membuat alternatif solusi permasalahan
ketimpangan power --> banyak instansi, banyak uang,
disalahgunain!
paling penting mindset. penanaman nilai
-> analisis SWOT --> disesuaikan dengan SD yang ada
adalah melakukan analisis terhadap kondisi internal dan
eksternal masyarakat. analisis internal mencakup kekuatan dan kelemahan.
analisis eksternal mencakup peluang dan hambatan
identifikasi potensi
identifikasi kelemahan
identifikasi peluang
identifikasi kendala
membuat the best of solution
-> action plan rencana
implementasi time frame
koordinasi antar institusi yang terlibat implementasi
pendampingan (pertemuan rutin, pelatihan, dll)
pertemuan rutin antar para stakeholders yang terlibat,
sinergi kegiatan, dll
akar maslaah paling sulit: adanya perbedaan2 pandangan
internal ths nature of problem itu sendiri. akibat yang nentuin masalah, ya
mereka yang punya power!
kalo terlampau rumit, langkah perencanaan bisa molor ampe
setahun
evaluasi: midterm, persemester, 1/3 tahun, dst. bisa buat
macem2 juga
tapi selalu ada patokan tertentu
kritik anter: melanggar cultural relativism karena
intervensi. bagaimana cultural relativism hadir di dalem anter? pandangan emik
--> menghargai ilmu pengetahuan lokal, tahu kebutuhan lokal >< ekonom,
dst
setiap tahapan mesti ada kolaborasi: diskusi dua rah dan
komitmen di dalam stakeholders
monitoring dan evaluasi
monitoring proses pelaksanaan dan hasil kegiatan program
dilaksanakan sejak awal hingga akhir program
evaluasi proses dan dampak kegiatan/program
RI-disain:
melakukan perbaikan pada kegiatan program yang sudah
berjalan berdasarkan hasil evaluasi
pembangunan: gak mempertimbangkan nilai2 lokal. akibat:
perebutan resource lokal
kurang memahami kalo standar pembangunan malah membuat
masyarakat berjuang untuk memenuhi standar tersebut, bukan membantu
memfasilitasi mereka dalam pemenuhan standar kebutuhan ‘yang seharusnya’
cross cultural relativism harus menghasilkan cultural
relativism
dana --> APBN pemerintah = sulit. mudah cair: dari luar
negeri
advokasi: memberdayakan. agar orang yang gak kuat mampu
mengartikulasikan kepentingannya
representative role --> antropolog dapat menggantikan
peran tertentu
cultural broker --> mencoba menjembatani, memecahkan
pengotak2an agar klop/nyambung
PAR --> participant action research.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar