antropologi dan lansia
masalah keswa. terkait hubungan sosial lansia dengan masy:
saat ada penurunan kondisi lansia, bagaimana masy menempatkannya? bagaimana
lansia bangun mekanisme pertahanan di usia tua?
berbaur, ikut lingkungan sosial kerabat yang lebih muda
bekerjasama dengan keturunan/kerabatan, konsensus tentang
pembagian kerja (cth Desa Sukanalu, Sumut)
mengundurkan diri membentuk kelompok sendiri
memisahkan diri dari kelompok yang lebih muda dan dengan
kelompoknya sendiri. menjadi tuan bagi
dirinya sendiri
beberapa faktor yang mempengaruhi keswa lansia: penurunan
kondisi fisik; penurunan fungsi dan potensi seksual; perubahan aspek
psikososial budaya; perubahan berkaitan dengan pekerjaan; perubahan dalam peran
sosial dalam keluarga dan masyarakat; pandangan keluarga dan masyarakat
terhadap status, peran, kegiatan, dan cara perlakukan lansia
lansia sebagai panutan
1. harapan lansia adalah menjadi panutan di usia tua
2. bersemangat untuk mempertahankan status sebagai tokoh
yang dihormati, yang dijadikan sumber pengetahuan, sebagai ketua adat yg dalam
berbagai aktivitas adat melalui nasehat dan instruksinya, sesuai aturan adat
yang berlaku
3. dalam kondisi mengalami proses degeneratif, penghormatan
orang terhadapnya bisa berkurang. upaya mengatasi hambatan merupakan proses
yang berat dan membawa sifat curiga, dll
upaya lansia mempertahankan status dan peranan pentingnya
dalam keluarga dan masyarakat
desa sukamalu, kab. karo, sumut:
1. lansia yang ditinggal di desa oleh anak cucu yang usia
produktif dan bekerja di luar desa, merasa harus menjaga dan bekerja merawat harta
pusaka: tanah, kebun/ladang
2. hidup sendiri/bersama cucu yang masih kecil, jika perlu
dibantu tetangga untuk hal2 yang berat (memotong kayu bakar, dll)
3. ikut upacara adat yang diadakan di desa (5-19/bulan)
4. perilaku yang mampu menjaga kesehatan mental akibat
kesendirian masih punya peranan
lansia dan kekerasan. kekerasan thd lansia: KDRT karena
dianggap tak berharga, jadi beban. komersialisasi (menjadi pengemis). lansia
yang demensia (dipasung). lansia sebagai objek penipuan (keluarga tak peka kejahatan,
ketergantungan). masalah keswa lansia dan komersialisasi kesehatan lansia.
lansia dan kematian: kematian tak dapat ditolak, bagaimana
kematian ditanggapi? dengan berbagai perasaan apa? pasrah, melawan, kematian
dalam konteks budaya (ditunggu, ditakuti, dinilai sebagai perbuatan ksatria,
dinilai dengan kepasrahan, bagaimana caranya?)
beberapa pandangan lansia tentang tugasnya di dunia: peran
timbal balik --> a. sebagai lansia, ybs sudah menghabiskan sebagian besar
usia mudanya untuk melahirkan (sebagai ibu), mengasuh dan membesarkan anak; b.
pada usia lanjut, anak dan cucu...
peran memberi --> a. prinsip memberi dianalogikan dengan
air yang selalu mengalir
kematian dan sekarat dalam kebudayaan yang berbeda (Fakhar
Zaman, 1996)
1. tempat tujuan akhir manusia
2. nasib di luar kuasa manusia
3. kematian manusia akibat konflik makhluk2 gaib
4. akibat manusia ditipu oleh kekuatan gaib/diabaikan oleh
mereka
5. sebagai hambatan dalam kekuasaan manusia
6. merupakan kesalahan bertindak manusia
7. akibat pelanggaran oleh manusia
8. karena keinginan manusia untuk mati
9. penyimpangan dari keseimbangan antara kekuatan untuk
hidup dan kekuatan untuk mati dalam laam
10. euthanasia sebagai konsep baru ttg hak manusia untuk
hidup dan mati
sekarat dalam budaya masy: tahap terminal. di bawa ke rumah
(pulang) agar visa meninggal dengan tenang, dekat dengan keluarga. tahap
sebelum terminal/sekarat di bawa ke RS ampe wafat. dibantu dengan uang (denial)
atas sadar mesti ditolong secara total.
beberapa cara budaya untuk menghadapi kematian:
1. pasrah. jalani kegiatan sehari2 ampe ajal datang,
termasuk iuran, pemakaman, warisan, wasiat makam, dst
2. denial (menolak), berperilaku sekaan kematian belum akan
datang dalam waktu cepat
3. optimis: hidup sehat
perkabungan: kematian diterima dengan kepasrahan (sedih
mesti ditahan) dan dengan yang mendalam --> tergantung nama baik orang yang
wafat
cara berkabung dalam budaya:
1. acara yang diatur (kebudayaan Dani) setiap orang
bergantian menceritakan kebaikan almarhum disertai ‘koor’ tangisan
2. kesedihan mendalam yang diumbar, sering dengan perilaku
khusus (berguling2 berteriak)
3. kesedihan tidak boleh diumbar, harus anggun dalam
berkabung
4. peraturan ketat dan berat memperlakukan jenazah
(dijauhkan dari keluarga).
semua ini berpengaruh terhadap keswa keluarga ybs
kematian thd keswa keluarga:
1. dinamika struktur keluarga
2. menyangkut hubungan perasaan kehilangan
3. adat, ada yang nambah/kurang
yang sering dilupain: proses detachment/pelepasan yang
terlalu cepat. keluarga tidak siap, shockin’ huh!?
4. anak2
5. penyesuaian ortu baru
6. permasalahn jiwa anak
lansia masa kini dan mendatang:
1. usia harapan hidup tertinggi laki2 di jakarta dan yogya,
paling rendah jabar
korsel: ‘senior welfare centre’. seoul. berbagai fasilitas
untuk aktualitasi diri
jepang: super aged society (yoshida, 2003). harapan hidup
tinggi
perawatan: fasilitas khusus dan sangat diperhatikan. RS
khusus lansia
perhatian antrop:
1. bioetika: perlakuan thd lansia dan etika kemanusiaan thd
lansia
2. kesehatan mental: terkait dengan respons mental thd
keluarga dan masyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar