Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Selasa, 14 Mei 2013

Anduk Selasa 14 Mei 2013



kajian demografi cenderung pria-sentris/patriarkis?
natalitas gede gara2 suami nafsu terus sama istri (!?)
gender system berpengaruh thd demografi? ketika orang bicara demografi (angka, kuantitatif, besar), ketika kita bicara gender system, kita bicara kebudayaan, kita bicara kebudayaan mempengaruhi individu. kalau metodologi, level analisisnya beda, yang satu top yang satu down. penjelasan bakal implisit terus
women empowerment muncul karena ada kajian gender dan demografi. tapi coba lihat, karena pemahaman itu, orang bangun asumsi bahwa persoalan natalitas mortalitas bakal hilang dengan sendirinya. program KB berhasil karena wanita punya kontrol thd hidupnya. gak ditentuin oleh laki2. Knp KB gagal? karena suaminya gak mau. sasaran KB ke cewe, karena bersandar ke natalitas! cewe sebagai faktor produksi
keluarga besar juga ngaruh! ortu: kapan nikah? kapan punya anak? kapan anaknya kerja?
patriarki --> fertilitas dan mortalitas tinggi! --> logika empowerment muncul!
bukan patriarki matriarki, tapi sosial ekonomi yang mempengaruhi.
negara maju --> ekonomi naik, fertilitas turun
indonesia gak kejadian! ekonomi naik, fertilitas naik!
kenapa? cari faktor2 yang gak dipunyai negara maju tapi ada di indonesia. pertumbuhan penduduk nurun, pertumbuhan keluarga nurun. masih banyak di keluarga batih/single. ini gak muncul di indonesia! mobil gede2! keluarga batih ngumpul di keluarga luasnya!
TKW: patriarkis! cewe ahli domestik!
minggu depan: kaji artikel2 soal kesehatan dan reproduksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar