kajian demografi cenderung pria-sentris/patriarkis?
natalitas gede gara2 suami nafsu terus sama istri (!?)
gender system berpengaruh thd demografi? ketika orang bicara
demografi (angka, kuantitatif, besar), ketika kita bicara gender system, kita
bicara kebudayaan, kita bicara kebudayaan mempengaruhi individu. kalau
metodologi, level analisisnya beda, yang satu top yang satu down. penjelasan
bakal implisit terus
women empowerment muncul karena ada kajian gender dan
demografi. tapi coba lihat, karena pemahaman itu, orang bangun asumsi bahwa
persoalan natalitas mortalitas bakal hilang dengan sendirinya. program KB
berhasil karena wanita punya kontrol thd hidupnya. gak ditentuin oleh laki2.
Knp KB gagal? karena suaminya gak mau. sasaran KB ke cewe, karena bersandar ke
natalitas! cewe sebagai faktor produksi
keluarga besar juga ngaruh! ortu: kapan nikah? kapan punya
anak? kapan anaknya kerja?
patriarki --> fertilitas dan mortalitas tinggi! -->
logika empowerment muncul!
bukan patriarki matriarki, tapi sosial ekonomi yang
mempengaruhi.
negara maju --> ekonomi naik, fertilitas turun
indonesia gak kejadian! ekonomi naik, fertilitas naik!
kenapa? cari faktor2 yang gak dipunyai negara maju tapi ada
di indonesia. pertumbuhan penduduk nurun, pertumbuhan keluarga nurun. masih
banyak di keluarga batih/single. ini gak muncul di indonesia! mobil gede2!
keluarga batih ngumpul di keluarga luasnya!
TKW: patriarkis! cewe ahli domestik!
minggu depan: kaji artikel2 soal kesehatan dan reproduksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar