Foucault --> filsuf ilmu sosial yang beda. membongkar
kenapa itu benar? membalik gagasan kebenaran itu sendiri --> posmodernism
wacana --> gimana ditampilin sebagai suatu kebenaran/kesalahan
seksualitas --> Plato: positif. sesuatu yang menyangkut
dengan jiwa, gak boleh dihubungin dengan binatang. Kant dan Sartre: adalah
moralitas, gak baik buat diomongin
posmodernism: coba mengritik era Victorian/modern di eropa
pada umumnya. diskursusnya bikin pembacanya terkungkung/gak bisa melawan. Era
victorian: seksualitas di taboo kan. categorized: maskulin/feminim dalam rangka
heterogenitas, modus pengadaan/eksistensi. kalo gini, gender dan seksualitas
lainnya gak bisa ngapa2in donk.
sejarah? sebelum era Victorian (<1800an --="" cuma="" dianggap="" dibicarain="" gak="" gede.="" kuno="" m="" malam="" oleh="" pengontrolan="" rakyat.="" romawi="" seksualitas="" taboo.="" tapi="" tengah="" yunani=""> diobrolin tanpa batas, bisa jadi
becandaan, gak dianggap jorok, dianggap normal/positif. era Victorian juga
dibantu gara2 ada gereja. seks dianggap sebagai dosa, cth free sex dibuat
aturan2 dalam alkitab (seks harus didahului sama nikah) seks adalah hal yang
rumahan alias di atas ranjang kamar. setelah abad 19M, diomongin sama ilmuan
(Freud --> perilaku manusia berdasarkan seks). akibatnya, yang ngurusin
ginian malah ilmuan praktikal itu sendiri, cth sekskolog (dokter psikiatri)
--> masturbasi dilakuin berapa kali sebulan --> jadinya discourse!
pembaca mesti nurutin.1800an>
pandangan seksualitas
timur: seni sebagai kenikmatan
barat: seni sebagai hal yang ilmiah
barat: ilmu pengetahuan seksualitas
apa sih alasan mendasar masy Barat buat coba cari tahu ini
--> bhub dengan moral agama Kristen
3 ciri:
1. monogami
2. reproduksi sebagai fungsi eksklusif: jangan bercinta
selain dapat anak
3. kenikmatan seksual adalah sebuah kejahatan
abad 16 – 19 – sekarang...
tidak menaati moral agama = asketisme. tidak mendapat
keselamatan
pembentukan subjektivitas individu: selalu waspada.
kelemahan dengan godaan (seksualitas): penundukan individu
mekanisme kekuasaan --> membentuk subjektivitas individu
--> melahirkan mekanisme pengetahuan
mekanisme kekuasaan = kepastoran
pasteur (pengembala), pengembala (bergerak) -->
pengembala domba (kawanan)
seseorang meneliti sejarah seksualitas dalam masy Barat
melalui moral gaama kristen yang berhasil membentuk subjektivitas setiap
individu (penganutnya)
kuasa kepastoran >< kuasa politik tradisional yang
biasa
fungsi utama: menyejahterakan mereka yang diawasinya
2 ciri kuasa pastor:
fungsi utama menyediakan penghidupan untuk kawanan hewan
gembalanya
pengembala yg baik adalah pengembala yang sepakat
mengorbankan dirinya
kekuasaan individualistik
>< penonton: cuma nyiapin bahan, ciptain, terus kalo
beda ya udah
3 jenis kuasa pastor
punya otoritas untuk wajibkan orang lakuin apa aja untuk
keselamatan
wajibin orang untuk apa yang mesti dilakuin untuk
keselamatan mereka dnegan pengawasan dan kontrol
dapat memaksakan keinginan thd individu2 (menjadi patuh).
nilai tertinggi kristen: kepatuhan thd pastur. pastur bisa dapat data primer
dari orang2nya bisar bisa jadi kontemplasi.
kepastoran: sumber pengetahuan individu (diskursus)
indonesia: RUU pornografi. Luna Maya: menolak. hukum bikin
salah kaprah
UU pornografi --> apapun yang bangkitin gairah seksual.
kontorversi: melanggar HAM
komentar dan tanya: Feni, Ubed, Botak, Dev, gue
tari Manado: bangkitin gairah seksual? dituntut agar
dipelihara
gereja --> hub parokial --> pastor mesti tahu detail
soal umat
power produce knowledge and implies each other, vice versa
Giddens --> Foucault ngomongin dientitas diri yang
dikungkung sama kuasa dan diskursus
kenapa sih mesti diatur negara? kepentingan, nama baik
kuasa dan pengetahuan
power produces knowledge.... power and knowledge directly
implies each other
dua cara untuk produksi kebenaran sex:
1. ars erotica. kenikmatan di timur. serat centhini (tembang
Jawa, etnografi seks) dan kamasutra. bukan hal yang ilmiah = fun.
2. scientia sexualis. wacanas eni erotik di barat bersifat
tertutup dan sepenuhnya pribadi
--> karena kuatnya moral borjuis dan kristen
confession: hukum, keseharan, pendidikan, keluarga, hubungan
cinta, dll. publik dan privat
confession: ritual wacana. transformasion of sex into
discourse
4 domain/ranah kuasa-pengetahuan dengan seks (histori
barat):
1. histerisasi tubuh wanita. pusat erotis & reproduksi.
mereka perlu dikontrol
2. pedagogization children’s sex. anak2 sebagai bahaya yang
perlu dipantau dan dikontrol karena memiliki curiosity yang gede
3. seksualitas perilaku procreative. melihat reproduksi dan
seks sebagai kepentingan publik
4. psikiatrisasi kenikmatan menyimpang, kaji seks sebagai
fenomena medis: psikiatrik/kejiwaan
sekskologi
akhir abad 19, Richard von Krafft-Ebing – psikiater jerman “psychopathia
sexualis”. 4 klasifikasi, sadisme, masokisme, fetisisme, homoseks
Freud: three essays on theory of sexuality
1926: Theodoor van de Volde “ideal marriage”
1930: Alfred C Kinsey perilaku seks AS
John Money: peran hormon dan faktor sosial pembentuk gender
William Masters dan Virginia Johnson: fisiologi respons seks
dan pengobatan disfungsi seksual. diukur dalam buku “Human Sexual Response”
Purwoceng
purwo: utana
ceng: ngaceng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar