apa bedanya rapat dengan FGD
rapat
- hakikatnya menyelesaikan masalah. menjadikan semua suara
jadi satu suara/kesepakatan
persiapan
- pembentukan team: kepaniteraan/kepanitiaan
pertanyaan
- gak detail2 amat. butuh untuk gagasan2 yang bisa
didiskusikan
tempat
- lebih ditentuin oleh ketua rapat
posisi
- ditentuin ketua, apapun keadaannya. membentuk oval atau
seperti lecturing style
kemampuan peserta
- ketua: komunikatif > substansif. juga hearing >
listening. punya kemampuan solutif
FGD
hakikat
- mendefinisikan masalah. gak perlu ada sepakat, yang
penting info sebanyak2nya
persiapan
- pembentukan team: moderatur, notulen, peserta. jangan ampe
ada tumpang tindih
moderator: memimpin
notulen: mencatat diskusi
asisten moderator (bila perlu): membantu interpretasi
(medium), menyiapkan perkakas, membantu mengkondusifkan suasana
biasanya notulen dan asisten disamain
pertanyaan
- idem sama rapat. jumlah pertanyaan 3 ampe 10 (bisa 2 jam)
tempat
- netral. disetujui semua pihak
posisi
- moderator dan blocker mesti menghadap ke peserta yang
rentan dapat gangguan
- peserta harus dijauhin dari gangguan
- membentuk huruf U
moderator
notulen
peserta peserta
peserta peserta
peserta
kasih jarak sosial. bisa dianggep sok akrab kalo kedeketan.
jangan rapet2. peserta boleh milih yang mana aja kecuali tempat duduk team
moderator. moderator sebaiknya ngetem tempat duduk duluan
kemampuan peserta
moderator
- kemampuan substansif
mendengar:
clarrification (menjelaskan sejelas2nya), reflection (bertanya apa yang
dimaksudkan peserta, trus
simpulin dan konfirmasi kesetujuan), probing (mewadahi karakter tiap2 peserta, karena bisa bikin info yang kaya), kemampuan
sensibilitas dalam mengembangkan pertanyaan, kemampuan
menjaga emosi, kemampuan proses (menjaga situasi agar kondusif)
- kemampuan lain: komunikatif, penguasaan materi dengan
menguasai benang merah diskusinya
masalah interpretasi: belum tentu sama persis
peran satu lagi: blocker. bertugas untuk menyelesaikan
gangguan2 (anak2, orang yang bikin peserta diem)
cari orang yang pas: ngurusin bayi, sama orang yang suka
main2 sama bayi. suami yang bikin takut peserta, yang ngurusin pria yang
berlatar mirip dan berwibawa.
kemampuan mengatasi gangguan disebut reframing ability.
jangan biin janji yang sollutable. ucapin terima kasih ke
berbagai pihak yang mendukung. kasih makanan jangan di awal2, tapi kalo gak di
tengah2 acara waktu diskusi kalo gak di akhir2. jangan lupa soal rapport
relationship, terutama sebelum terjadinya FGD. step2 rapport ini tergantung
dari beratnya issue. kuesioner bisa dibohongin! kalo terpola, bisa diisi
sendiri. akibat, nambah2in sampling error.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar