Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Selasa, 05 Maret 2013

Kesenian Selasa 5 Maret 2013



tataran memahami teks dalam konteks --> etik. Rawa mendiktekan kesenian di Asmat (malaria) --> interpretasi. lokal belum tentu mikir kayak gitu
buruh panggul/angkut/gerobak --> andalkan ongkol/fisik --> di Cikokol Jatinegara --> malam ada di kolong jembatan --> joget2 Jaipong dan ronggeng --> joget itu bukan tarian, karena? gak ada pesan kecuali fungsi relaksasi. --> gak pake mata/hati, tapi pake badan --> pura2nya menari --> sama kayak karaoke, cuma instan ternikmati
waktu luang makin dikit, keseniannya makin miskin makna/interpretasi --> instan. cepat terhibur
cokek di Tangerang --> dari Karawang --> dangdut --> suaranya jelek --> cuma joget. bergoyang. berdekatan --> sebenarnya gak menarik karena minim pesan kecuali relaksasi
tugas
1. baca bab I, salah satu artikel, dan penutup “Ketika Orang Jawa Nyeni”. kemudian bikin esai tentang ini dan kaitkan dengan TANDHAK LUDRUK
2. bikin LTM ttg buku telaah, perkelompok tapi individual. just like MPKT
Junus Melalatoa “Pesan Budaya dalam Kesenian”
kuliah keenam --> belajar fungsi seni
TANDHAK LUDRUK
Ludruk: masy urban. pinggiran kota besar di Jawa Timur. Malang (masih memelihara) sejak zaman kolonial. meski animo masy ths ludruk kian menurun. ada komunitas. masalah, ada orang kota, orang desa, dan gaya hidup urban. minta waktu diundur dari delapan jam jadi tiga jam karena capek abis kerja. --> gak ada TV --> orba: listrik masuk desa, bikin anomali masy menurun
tandhak --> penari laki yang berubah jadi perempian. didandani. kerap penontoon jadi jatuh cinta (homoseks). istilah lokal ‘jatuh cinta’. dianggap melanggar norma/hukum agama. tapi mereka itu menghibur/menggairahkan. menurut budayawan Ludruk DR. Henricus Supriyanto, M. Hum.
aktivitas sehari2: normal. interaksi dengan masy
padahal ada keganjilan: hidup bersama ampe 26 tahun
Totok Soepraptoe – Mama Samsu (dua2nya seniman ludruk) --> jenis kelamin gak penting, yang penting cinta
Pak Kadam --> penari dari jaman Orla, ditonton Soekarno di istana! --> tapi normal, heteroseks --> istri Bu Samiah. punya anak! biasa diledek2 bocah dan rohaniwan
Mama Candra --> jadi ‘istri’. hidup sama ‘suami’ dan ‘istri dari suami yang normal (nih orang jadi sodaranya Mama Candra)’. suami: Marsam Hidayat. ‘istri kedua’: Sri Haryati, dia merasa gak punya siapa2, tugasnya ‘cuma’ reproduksi.
tiga lingkaran --> pemerintah (pelindung), seniman (pencipta), dan masyarakat (penikmat dan penyemarak)
ludruk eksis karena seniman eksis. gak perlu meminggirkan mereka. karena mereka pelestari utama. walaupun berasal dari masy, dan bermuara dari masy
Carl Gustav Jung --> teori transversi --> maskulin dan feminim kadarnya cukup 80% --> persoalan: yang fifty-fifty apa kabar? bisa jadi waria, dst.
Anne Fausto Sterling --> 3 jenis kelamin. yang satu lagi setengah2/herms karena teori tadi. karena ini, AD bikin pernikahan homoseks legal.
pahami! ada yang difabel, gak normal. diiyakan. hangan dipaksain dia makan singkong, padahal dia biasa makan beras.
kayak setir --> roda bergerak gara2 setirnya bergerak --> ada penyebab dan fungsi
fungsi --> pasti orang2 ‘gak normal’ itu punya sebab dan fungsinya!
fungsi gak hanya berarti manfaat, tapi juga punya tujuan/goal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar