kita melihat kolektif dan faktor2 sosial budaya -->
pelabelan abnormal oleh komunitas
psikiatri cuma kepaku sama level individu
antrop psi
sejarah
beberapa istilah
kepribadian
rata2 (Du Bois)
struktur
kepribadian dasar (Kardiner)
etnopsikiatri
psikiatri
lintas-budaya
psikiatri
transkultural
lima pertanyaan dari ahli antropologi
definisi
‘normal’ dan ‘abnormal’
penjelasan
non-barat tentang penyakit jiwa
cara2
budaya dalam penanganan penyakit jiwa
terjadinya
penyakit jiwa dalam masyarakat dengan kompleksitas yang berbeda
demografi
penyakit jiwa
1. definisi berasal dari nilai dan norma masyarakat
2. siapa bilang orang desa gak bisa stress/adem ayem? mereka
stress karena gak hidup sesuai nilai normanya. sekalipun gak sekeras di kota
3. kenapa koin bisa bikin perilakunya aneh? oh, sembuhin ke
shaman. sesuai kepercayaan masyarakat
4. desa di perbatasan biaya hidupnya tinggi, lho. jadi di
sana ada kompleksitas sendiri
5. korban banjir. yang satu ngungsi di hotel, yang satu
ngungsi di tenda. bisa dalam satu kategori ga?
definisi budaya
1. kasus teori label (Rosenham)
2. argumen thd pemberian label (proses negosiasi dari
Edgerton)
--> orang normal yang ngobrol sama pasien di RSJ dicap
juga sebagai orang gila
--> orang normal itu bakal berperilaku jadi orang gila.
Lebih safe di masy (?). Klao jadi normal lagi, orang gak percaya (?)
Edgerton: apakah si ‘normal’ itu merasa abnormal, dia tidak
bisa dimasukkin ke ‘abnormal’ >< Rosenham
penjelasan barat
bahwa pada masy non Barat faktor2 psikologis pengalaman2
hidup dan stress nampak kurang memainkan peranan dibandingkan dengan yang
terdapat dalam masy barat (Foster, 1986)
Cara2 budaya
1. siapa yang menyembuhkannya? shaman
2. perawatan terhadap orang yang sakit jiwa? dipasung,
diikat di pohon, diasingkan, dikunci di rumag digembok
3. tujuan perawatan
Barat: reedukasi, memperkuat dengan memodifikasi kepribadian
non barat: penghapusan gejala abnormal secara cepat. apakah
dokter/psikiattri/perawat melayani pasien secara optimal? mereka kan dirotasi,
konsen gak mereka?
kompleksitas...
1. mitos masy ‘primitif’ bebas stress
2. variasi dalam pola2 pokok tingkah laku abnormal
--> histeria, amok, latah?
amok: bahasa inggris. dari Melayu: mengamuk
Sindroma budaya khusus
koro: ketakutan. kecemasan akan mati. takut alat kelaminnya
masuk ke tubuhnya. menyebabkan orang trauma. kemudian berpola, dan
dicap/diwadahi oleh masy
delusi:
membayangkan alat kelaminnya masuk
ada di
kebudayaan Cina perantauan
penyebab (orang Cina)
patrilineal
Oedipus
Complex
menimpa
orang yang kurang mendapatkan hak istimewa bahkan mendapat penghinaan
Ataqive de Nervous
pada
penduduk bekas jajahan Spanyol
mirip
dengan susto (takut pada mata jahat/evil eye)
takut,
cemas, dan tidak bisa tidur
Sinkenshitsui
Di
Jepang
ketakutan
untuk bertemu dengan orang karena merasa dirinya tidak mampu, rendah
terjadi
pada orang2 yang tidak cukup mendapat perlindungan dan kasih sayang (anak
bungsu)
histeri
salah
satunya
lower
class
perempuan
(subordinan dari pria)
terekspos
pada stress yang mendadak
fobistage
takut
diguna2
takut
melihat sesuatu
Canon:
sebenarnya ada hubungan antara psiko budaya (guna2 yang menyebabkan kecemasan) dengan biologi (tidak bisa makan
dan tidur)
Hiwaitick
setiap
bangsa punya bunyi tertentu (contoh pada orang Bantu Kung) bagaimana menyerukannya?
Cirinya
depresi
Windigo
terjadi
di lingkungan yang kelaparan
gambaran
bahwa dirinya adalah pemakan orang
orang2
dianggap makanan
keterkaitan
antara makanan, lingkungan, dan perilaku
pibloklog
orang
Eskimo
sulit
menerima makanan
kebanyakan
wanita
kurang
nutrisi
budaya
menerima tamu, suami harus temani tamu istrinya untuk tidur
tugas: amati teman2 di UI yang diduga berperilaku janggal.
Deskripsiin donk. Mengapa kamu interpretasiin sebagai abnormal? satu orang aja!
diri sendiri boleeh... Kirim email ke mbak Uci
ucimurni@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar