histori etnis Tionghoa di Indonesia – eksistensi dan
problematika
etnis ini telah ada mendiami indonesia (kepulauan nusantara)
sejak ribuan tahun lalu
pra kolonial – masa kolonial – masa pra dan pasca
kemerdekaan – hingga kini
beberapa klaim
alasan agama (fa hsien), alasan politik, alasan ekonomi
kini: beragam dan fluktiatif --> berdagang, ikut parpol,
dunia hiburan, pengamat sosbud
Warung bakmi Mei Tjoe
telah berdiri sejak zaman presiden soeharto
pemilik: perawakan tionghoa yang diwariskan ke anak laki2nya
bernama ahmad yaya (alm) dan diteruskan oleh ibu ama (latar belakang etnis
betawi)
penghasilan dua juta perhari
telah membuka dua cabang (di Jakarta) dan dikelola oleh anak
ibu ama
sudah dibuka pukul 06.00 pagi dan tutup 16.00. senin selasa
lebih pagi
ibu ami membiasakan diri untuk beradaptasi mengikuti
perkembangan zaman
kenapa warung ini laku?
ikutin pasar. porsinya lebih banyak. lebih mahal, bahan baku
mahal (kecap, mie, dst). terapin nilai ketekunan, kejujuran, dan kesabaran.
banyak yang ngejatuhin, tapi yang penting sabar. banyak juga ditipu. pemasaran
lebih ke pelanggan, disebar dari mulut ke mulut.
toko makanan ringan (snack)
dibangun sejak zaman soeharto
pemilik seorang tionghoa, ibu (enci) hajawati gunawan,
awalnya dikelola ortunya lalu dialihkan kepada ibu ini
tidak menjual secara eceran, tetapi kiloan
strategi bisnis
pengelolaan uang
diatur secara baik. harus ditulis penghasilan dan
pengelolaan. berikut pinter2 menyisihkannya. pemasukan dan pengeluaran harus
seimbang. mesti bisa bayar utang, karena gak punya modal
menerapkan nilai kepercayaan dan kejujuran
pemasaran melalui beberapa supplier
mengikuti trend pasar (konsumen)
strategi adaptasi bisnis etnis tionghoa di pasar senen.
petunjuk (guidance), resep2, pedoman terobosan2 yang efektif
dan taktis, dalam rangka menyelaraskan diri thd lingkungan (internal dan
eksternal) yang baru dan dinamis (siap untuk berubah)
pemasaran: cara memandang seluruh produk dan hasil akhirnya,
yaitu dari pandangan para pelanggan/konsumen. maka, keberhasilan pemasaran
bukan ditentukan oleh produknya (Peter
F. Drucker)
sun tzu: strategi diperlukan bila ada lawan. lawan sebagai
agen utama untuk adaptasi.
prinsip:
hormati pelanggan
membina
hubungan seumur hidup
konsumen adalah raja
mengetahui
siapa mereka
mengetahui
apa keinginan mereka, apa yang bikin mereka puas
memberikan
apa yang mereka inginkan
mempertahankan tujuan
untuk
tetap eksis. agar bisnis dapat bertahan terus
fleksibilitas taktik
taktik
berubah dalam berbagai cara yang tidak terbatas, sesuai dari perubahan keadaan
suhu --> orang yang bisa hubungin angka lahir pedangan
dengan kekuatan alam
pedagang tiongkok onderdil --> antar sesama pedagang.
saling membutuhkan. tergantung kepentingan. bisa jadi situasional
pedagang tiongkok ==> mesti ahli. gak bisa coba2! kuasain
bidang.
moral: there’s no choice (survival needs). Islam arab:
dagang buat sedekah dan pahala.
minggu depan: yang bioskop XXI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar