Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Kamis, 09 Mei 2013

Bisnis Rabu 8 Mei 2013



histori etnis Tionghoa di Indonesia – eksistensi dan problematika
etnis ini telah ada mendiami indonesia (kepulauan nusantara) sejak ribuan tahun lalu
pra kolonial – masa kolonial – masa pra dan pasca kemerdekaan – hingga kini
beberapa klaim
alasan agama (fa hsien), alasan politik, alasan ekonomi
kini: beragam dan fluktiatif --> berdagang, ikut parpol, dunia hiburan, pengamat sosbud
Warung bakmi Mei Tjoe
telah berdiri sejak zaman presiden soeharto
pemilik: perawakan tionghoa yang diwariskan ke anak laki2nya bernama ahmad yaya (alm) dan diteruskan oleh ibu ama (latar belakang etnis betawi)
penghasilan dua juta perhari
telah membuka dua cabang (di Jakarta) dan dikelola oleh anak ibu ama
sudah dibuka pukul 06.00 pagi dan tutup 16.00. senin selasa lebih pagi
ibu ami membiasakan diri untuk beradaptasi mengikuti perkembangan zaman
kenapa warung ini laku?
ikutin pasar. porsinya lebih banyak. lebih mahal, bahan baku mahal (kecap, mie, dst). terapin nilai ketekunan, kejujuran, dan kesabaran. banyak yang ngejatuhin, tapi yang penting sabar. banyak juga ditipu. pemasaran lebih ke pelanggan, disebar dari mulut ke mulut.
toko makanan ringan (snack)
dibangun sejak zaman soeharto
pemilik seorang tionghoa, ibu (enci) hajawati gunawan, awalnya dikelola ortunya lalu dialihkan kepada ibu ini
tidak menjual secara eceran, tetapi kiloan
strategi bisnis
pengelolaan uang
diatur secara baik. harus ditulis penghasilan dan pengelolaan. berikut pinter2 menyisihkannya. pemasukan dan pengeluaran harus seimbang. mesti bisa bayar utang, karena gak punya modal
menerapkan nilai kepercayaan dan kejujuran
pemasaran melalui beberapa supplier
mengikuti trend pasar (konsumen)
strategi adaptasi bisnis etnis tionghoa di pasar senen.
petunjuk (guidance), resep2, pedoman terobosan2 yang efektif dan taktis, dalam rangka menyelaraskan diri thd lingkungan (internal dan eksternal) yang baru dan dinamis (siap untuk berubah)
pemasaran: cara memandang seluruh produk dan hasil akhirnya, yaitu dari pandangan para pelanggan/konsumen. maka, keberhasilan pemasaran bukan ditentukan oleh produknya  (Peter F. Drucker)
sun tzu: strategi diperlukan bila ada lawan. lawan sebagai agen utama untuk adaptasi.
prinsip:
hormati pelanggan
                membina hubungan seumur hidup
konsumen adalah raja
                mengetahui siapa mereka
                mengetahui apa keinginan mereka, apa yang bikin mereka puas
                memberikan apa yang mereka inginkan
mempertahankan tujuan
                untuk tetap eksis. agar bisnis dapat bertahan terus
fleksibilitas taktik
                taktik berubah dalam berbagai cara yang tidak terbatas, sesuai dari perubahan keadaan
suhu --> orang yang bisa hubungin angka lahir pedangan dengan kekuatan alam
pedagang tiongkok onderdil --> antar sesama pedagang. saling membutuhkan. tergantung kepentingan. bisa jadi situasional
pedagang tiongkok ==> mesti ahli. gak bisa coba2! kuasain bidang.
moral: there’s no choice (survival needs). Islam arab: dagang buat sedekah dan pahala.
minggu depan: yang bioskop XXI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar