Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Senin, 22 April 2013

Psikiatri Senin 22 April 2013



stress: suatu upaya untuk memenuhi keinginan namun tidak tercapai
stress --> strain of coping --> distress
strain of coping --> fatigue
stimulus menyebabkan respons
stress dan emosi (menurut Descartes)
sindroma adaptasi umum
teori ini dikemukakan oleh Hans Selye (1936) yang disebut GAS (General Adaptation Syndrome):
1. alarm reaction:
tubuh memperlihatkan tanda awal apabila terpapar pada stressor dan pada saat yang sama, daya tahan tubuh berkurang, biasanya bila stressor sangat besar (luka bakar, suhu yang terlalu panas/dingin) bisa terjadi kematian
2. stage of resistance
timbul daya melawan (resistensi) pada tubuh apabila ternyata stressor bisa diimbangi oleh daya tahan. tanda dari alarm lengkap, diganti oleh resistensi yang bisa juga melewati garis normal (lebih dari daya tahan).
3. stage of exhaustion
tubuh yang semual dengan stressor yang sama telah bisa menyesuaikan diri, dan ternyata kehabisan energi untuk beradaptasi timbul kembali tanda2 reaksi alarm, tapi sekarang perubahan itu bukan merupakan yang irreversible (tidak bisa kembali) dan individunya meninggal. kesimpulan: daya tahan tubuh terhadap suatu stressor tidak bisa dianggap mampu bertahan lama, namun ada batasnya di mana energi bisa habis
II Studi kasus
masy. Marunda Pulo (1982):
masy nelayan yang turun temurun jadi nelayan dengan kisah sukses leluhur yang dapat membeli tanah, perhiasan dan bisa naik dari mata pencaharian sebagai nelayan.
tugas budaya masy Marunda Pulo yang laki2: mencari nafkah, perempuan: tidak boleh bekerja kecuali urusan RT dan kerja di rumah (buka warung)
II Marunda Besar
ekologi: perubahan lingkungan alam yang terjadi karena kualitas wilayah yang makin tidak mendukung keamanan, kenyamanan dan kesehatan bagi warga sekitar
ditandai oleh dibangunnya pabrik2 dan digalinya dasar laut untuk pelabuhan kontainer
mutu lingkungan hidup makin rendah ketika pantai tercemar dan terkikis
dampak psikologis
adanya korelasi tinggi antara masalah kesehatan mental dengan kesehatan fisiknya
ketidakmampuan masy bisa...
model dinamika stress (Lumsden 1975)
masih relevan hingga kini
stressor --> appraisal --> stress --> respons --> psiko, bio, sosbud
--> adaptasi dalam waktu lama; adaptif dalam waktu dekat
--> maladaptif dalam waktu lama --> hasil, survive, withdraw yanpa bantuan luar komunitas, feedback --> stressor baru
withdrawal act --> evilage --> ngerasa cuek, biarin aja
dementia
secara umum dementia (dimensia) berkenaan dengan:
sindrom akibat penyakit otak, biasanya kronik atau progresif serta gangguan berkenaan dengan fungsi luhur, termasuk daya ingat, daya pikir, daya orientasi, daya pemahaman, berhitung, kemampuan belajar, berbahasa, dan daya kemampuan menilai
biasanya terdapat hendaya (inpairement) dari fungsi kognitif dan juga kadang2 terdapat kemerosotan dalam pengendalian emosi, perilaku sosial, dan motivasi
gg menyal karena zat psikoaktif
gg yang terjadi karena pengaruh/konsumsi kanabinoida, kokain, kafein, halusinogenik, tembakau, pelarut dan zat multipel
gg ini terjadi perilaku individu yang menderita, berarti dari luar, bukan karena gg organik yang muncul dari dalam tubuh ybs sebagai bawaan lahir
skizofrenia
secara umum adalah gg isi pikir tanpa harus kehilangan daya intelektualnya yang sudah ia miliki
penderita merasa dirinya diawasi, dikuasai, dikendalikan, atau diteropong oleh sesuatu kekuatan di luar dirinya
sering mengalami waham dan gg yang menyerang panca indra
gg suasana perasaan
mood: suasana perasaan
mania (perasaan yang meningkat/elasi/menggebu2)
hipomania (perasaan yang menurun)
bipolar: manik – depresif
manik : menggebu2
depresif: berkepanjangan
depresi
konsentrasi dan perhatian berkurang
harga diri dan kepercayaan diri berkurang
ada perasaan bersalah dan tak berguna
pesimistik
ada gagasan baru membahayakan diri dan bunuh diri
tidur terganggu
nafsu makan berkurang
kecemasan
fobia: perasaan takut (merasa takut diperhatikan orang, takut dalam kerumunan orang)
obsesif kompulsif: terobsesi untuk melakukan sesuatu dengan dorongan kuar tanpa bia dikendalikan
gg somatisasi: perasaan sakit pada tubuh tanpa ada indikasi gg klinis
GG obsesif kompulsif
adanya gagasan, gg pikiran, impuls/dorongan yang timbul dalam pikiran secara berulang dan dirasakan individu yang menderita (biasanya bersifat kekerasan, menjijikan, atua bahkan hal yang sebenarnya sepele) yang tidak berhasil dihilangkan
gg stress pascatraumatik
bersifat katastropik (bencana) dan menakutkan, biasanya mengenai kekerasan, peperangan, bencana kebakaran, bom, kecelakaan berat, perkosaan, penyiksaan berat, pembunuhan yang dilakukan
amnesia
hilangnya daya ingat setelah ada peristiwa mengerikan yang dihadapi
bisa juga karena kelelahan, keracunan, atau mengalami...
fugue disosiatif
ybs mengalami amnesia
ybs berjalan melampaui batas, jarak yang lazimnya ia tempuh, bisa sampai berkilo-kilometer atau di kota tetangga
tidak kehilangan kemampuan dasar untuk makan, mandi dan dapat pula berkomunikasi dengan orang lain, minta petunjuk arah, dst
gg makan
anorexia nervosa: si penderita kehilangan nafsu makan
bulimia nervosa: ybs makan terus ampe muntah, makan lagi, muntah lagi tanpa terkendali
pika: makan bahan2 yang tidak lazim seperti tanah lempung
gg perkembangan psikologis
gg belajar: sulit baca, salah baca, salah mengeja, dll
gg membaca: disleksia, membaca menulis terbalik
autisme: tenggelam dalam dunianya sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar