Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Rabu, 27 Maret 2013

Psikiatri Senin 25 maret 2013



faktor2 sosbud dan schizophrenia
schizophrenia
gg jiwa barat di seluruh dunia
gg jiwa terberat di seluruh dunia
prevalensi sekitar 1% dari seluruh dunia
perwujudan sering bersifat budaya (dalam konteks halusinasi, dll)
pertanyaan: bagaimana respons masy dari berbagai kebudayaan thd penderita , khususnya yg tdpt di indo?
prognosis: ramalan ke depannya
alteration of sense: perasaan yang berpindah2 secara spontan.  tdk mampu memilah2 untuk interpretasi sensasi yang masuk. gak punya kemampuan untuk respons
delusi --> ada barangnya, tanpa diinterpretasikan jadi benda lain
halusinasi --> tidak ada objek, tapi dia merasakan
altered of self --> berpindah jadi orang lain/bukan dirinya
change of movement --> gerak gak konsisten – perubahan perilaku
ciri2 umum
1. ada distorsi pikiran dan persepsi secara mendasar dan khas dan oleh afek yang tak wajar atau tumpul
2. gg yang melibatkan fungsi paling mendasar, memberikan suatu perasaan kepribadian, keunikan dan pengarahan diri
3. pikiran, perasaan, dan perbuatan yang paling intim terasa diketahui/terbagi dengan orang lain
4. dapat timbul waham yang menjelaskan bahwa kekuatan alami dan supranatural menguasai pikiran dan perbuatan ybs dengan cara2 yang aneh
5. individu merasa dirinya sebagia pusat segala yang terjadi
6. adanya halusinasi di pariwisata, terutama pendengaran
7. adanya waham menetap sesuai budaya menyangkut identitas agama, politik, budaya
8. pikiran dpt samar2/arus pikiran terputus, ada sisipan2
9. adanya perilaku katatonik, dll, gejala negatif (acuh tak acuh), malas, berdiam diri
dari segi madis: gg neuro – developmental brain disorder
memerlukan obat yang diberikan oleh dokter dalam perawatan secara berkala (klinik)
peranan keluarga dalam pemberian obat...
gejala positif: ada waham halusinasi, disorganisasi
gejala negatif: pengumpulan efek atogin dan amolitan
.... !!?? (mohon dilengkapi, jujur gue ketiduran sekitar 5 menit di sesi ini. ngantuk parah!!)
kepribadian
biasanya sbeelum sakit, pemalu, penyendiri, pencuriga, waham kejar, mudah tersinggung dan egoistis. menunjukkan waham besar, puasa, dan eksenterik ke arah waham agama
penyakit berjalan lambat, dapat menyembuh tapi tidak menunjukkan kesembuhan sempurna/keutuhan mental secara total
tingkat: hipokondria (merana), kejaran, perubahan kepribadian (adanya waham)
proses tingkatan:
1. terpusat pada dirinya, percaya bahwa ejekan yang didengarnya, peristiwa yang dilihat berita yang idbaca, berarti khusus baginya membuat dirinya marah, menghindar dari temannya, dan tidak bisa konsentrasi pada pekerjaannya
2. adanya waham kejar menguasai seluruh perilaku kehidupannya
3. perubahan kepribadian tjd, ybs menjadi taakabur, merasa sebagai tookoh penting yang dicari, keruntuhan bisa terjadi
Schz hebefrenik
dengan perubahan afektif yang tampak jelas, punya waham dan halusinasi yang mengambang dan terfragmentasi, perilaku tak bertanggung jawab, tidak sopan. suasana perasaan (mood) dangkal dan tidak wajar, cekikikan dan memuaskan diri sendiri, senyum dalam dunianya sendiri, angkuh, suka nyengir, mengejek dengan olok2, bersifat hipokronik, mengucapkan kalimat berulang2
schz katatronik
gg psikomotrik yang menonjol merupakan gambaran esensial dan dominan, bervariasi antara sifat penurut otomatis dan negativisme, ada sikap stupor, kegelisahan, pose tubuh yang aneh (bizzare). mampu mempertahankan posisi tubuh untuk waktu yang lama. sering ada episode kegelisahan disertai kekerasan
gg psikomotrik
schz katatronik: ada dua bentuk berbeda, stupor state dan gaduh gelisah (excitement)
stupor ditandai dengan sikap diam
schz tidak terinci
1. kondisi2 yang penuhi syarat tapi tidak cocok untuk masuk klasifikasi
2. gak cocok untuk residual dan pasen
3. represi pasca: episode depresing laam dan timbul sesudah perawatan
schz residual
stadium kronis
ditandai
pelambatan psikomotor, aktivitas menurun, afek yang menumpul, sikap pasif, ketiadaan inisiatif, kuantitas/isi pembicaraan yang miskin, komunikasi nonverbal yang buruk, misalnya dalam ekspresi muka, kontak mata, modulasi suara, sikap tubuh, perawatan diri, kinerja sosial yang buruk
schz simpleks
ditandai dengan perkembangan yang lamban tetapi progresif ttg keanehan perilaku, ketidakmampuan memenuhi tuntutan masy. adanya penurunan kinerja secara menyeluruh
tak ada waham dan halusinasi, ciri2 psikomotorik yg jelas terlihat seperti pada hebrefenik, paranoid, katatonik
afek yang menumpul, hilangnya dorongan kehendak
proses
diawali sejak usia 14-20 tahun, tak disadari orang lain dan prosesnya lambat
baru diketahui saat remaja awal (putus cinta) proses menurunnya kemampuan, semula vitalitas tinggi cerdas menjadi kehilanggan minat, semangat, penumpulan kemampuan, hobi, cita2 dan inisiatif kandas, emosi hangat menjadi dingin, dangkal, datar, tak acuh lagi thd lingkungannya
proses
gg alam pikiran mulai muncul, semula bisa ditutupi. penderita sering melamun, berbaring menatap ke langit2. semula tampak bingung, menjadi pendiam lalu hidup dalam dunianya sendiri, jika sudah kronis (gejala autisme). terjadi perubahan kepribadian dan keruntuhan (personality deteroriation). jika ybs dewasa dan bekerja mulai tak bertanggung jawab, malas, dan seirng ditegur atasan. jika dari kelas atas, maka akan masuk kelas bawah
dampak psikososial
disfungsi sosial dan vokasional
gg dalam hubungan antarpersonal
masalah perawatan diri --> mengganggu
dianggap mempermalukan keluarga (masalah budaya)
reaksi keluarga
pasien ditanggapi
1. pasrah
2. menyembunyikan (di RSJ)
3. melepas tg jwb (dicerai, ditelantarkan, diasingkan dengan cara dipasung, dll). falsafa budaya berpengaruh pada sikap dan perilaku thd penderita
peranan pemberdayaan masy
peranan ini penting bagi proses penanganan penderita agar dapat berfungsi dalam masy
social exclusion jangan terjadi. tapi perlu dirangkul
perlu latihan menolong diri sendiri sejauh mungkin walaupun ada ketergantungan tertentu
pelayanan RSJ
adalah sarana pelayanan dan perawatan keswa. tapi gak semua bisa akses. psikosos perlu diwadahi terutama untuk aspek pencegahan. KS antar agen perlu untuk kepekaan sosial, terutama untuk kasih pemahaman thd schz itu sendiri.
peranan antropolog:
1. dalam bidang keilmuan: kaji kehidupan keluarga untuk ningkatin kualitas interaksi
2. peka thd gejala2 sosal yang berikan beban dan tantangan berat bagi warga masy dari berbagai lapisan
3. mengamati proses hubsos dalam masy yang berisiko gg jiwa
4. KS dengan psikiater dalam ormas/orprof/LSM khusus kemkes (pd dit keswa)
neurotik
kelompok besar
gg neurotik, gg somatoform dan stress dikelompok...
anxietas
adanya perasaan cemas, muncul gejala2 individual seperti: berkeringat (palpituasi), perasaan mau pingsan, ada kalangan disertai perasaan takut mati, takut kehilangan akan kendali, takut menjadi gila
adanya perasaan takut yang tidak mudah hilang wlp orang lain tidak menganggapnya berbahaya/mengancam
perhatian
1. agorafobia:
ketakutan thd ruang terbuka dan banyaknya orang di lokasi ybs, ketakutan sendirian di keramaian, takut bepergian sendiri dengan kendaraan umum, takut tak berdaya di tengah orang banyak. adanya kesulitan untuk menghindar ke yempat aman (biasanya di rumah)
2. fobia sosial
umumnya pada masa remaja. takut diperhatikan orang lain dalam kelompok kecil. apa yang ditakutkan jelas (makan di tempat umum, bicara di depan umum, menghadapi lawan jenis, takut muntah, harga diri rendah, takut dikritik)
panik
anxietas berat yang berulang dan tak terduga tidak terbatas. karena ada rangkaian kejadian. merasa terkecik, nyeri dada, berkeringat, pusing. sering ketakutan sehingga lari meninggalkan keramaian dan takut sendiri. serangan panik, ketakutan menetap
kecemasan
1. penolakan bersekolah
a. gejala: distres emosional, kekacauan dalam lingkungan keluarga, tidak serasi thd peer, kecemasan perpisahan dengan situasi rumah
b. adanya fobia sekolah (takut situasi sekolah)
c. depresi
cemas perpisahan
1. takut berpisah dengan orang2 yang dicintai
2. berpegangan pada tangan/tubuh orangtuanya
3. menolak tidur sendiri
4. membayangkan hal2 yang dihadapi secara berlebihan
5. adanya fobia pada para penderita tertentu
6. episode usia: 4-5 bulan ampe 5 tahun
7. terdapat fase tak terselesaikan akibat proteksi berlebihan ortu, anak gagal mandiri
cemas perpisahan dengan fobia
anak takut pada orang2 yang terkait dengan sekolah: guru, teman, penjaga sekolah, waktu istirahat, dst
anak takut pada peristiwa tertentu sehingga minta dilindungi (ada anjing galak di sekitar sekolah)
anak mengalami gg psikologis tertentu
gg stress pascatrauma
stressor: penganiayaan, pemerkosaan
bullying: mengolok, menghina, merendahkan kondisi yg terjadi adalah pencabikan harga diri
faktor kemiskinan: anak sekolah (terutama yang dari kalangan miskin) menjadi target pemerasan oleh guru, teman, penjaga sekolah
faktor mencari kambing hitam: siswa menjadi pelampiasan ketidakpuasan di luar sekolah (RT, hub atas bawah di lingk sekolah, dst)
gg somatoform --> psiko (jiwa) soma (tubuh) form (bentuk)
1. pelajari respons seseorang thd kecemasan ketika ia merasakan adanya gg fisik dalam tubuhnya
2. gg fisik yang dikeluhkan tidak ditemukan
3. diperkirakan tdpt hub antara gg fisik yang dirusakkan (wlp gejalanya tidak tampak) dengan yang dideritanya itu
peran antropolog
telusuri penyebab anxietas dan interaksi antar agen, hub atasan bawahan, ketegangan sosial di masy dan konteks sosbudpol tertentu
banyak2 konflik: khawatir bercerai
cth psikosomatoform
sulit tidur, cepat lelah, tdk berdaya, jantung berdebar keras, kehilangan nafsu makan
stres
hal yang wajar dalam kehidupan individu ketika ia tidak berhasil menggapai yang ia inginkan/alami gagal dalam meraih tujuan yang didambakan
soal budaya: diajarkan tangguh apa ga?
proses
1. stress terjadi didahului stressor
2. stressor tjd karena daktro sosial budaya psikologi politik, hubungan antar agama, ancaman bencana, teknologi baru, perubahan lingkungan oleh pembangunan
3. appraisal: ukuran ttg bagaimana stressor ditanggapi sehingga sebabkan besar kecilnya stress yang dialami
4. respons: fisiologi, psikologi, perilaku
5. hasil. adaptasi dan maladaptasi (keduanya tidak permanen, tergantung pada dinamika kehidupan yang terkait pada sumber stress sehingga respons adaptif/maladaptif mengalami perubahan)
adaptasi
a. jangka pendek, maladaptif (tidak baik/gagal) untuk jangka panjang karena ada stressor baru yg mesti direspons lagi
b. maladaptasi untuk jangka pendek, adaptif untuk jangka panjang (kemampuan untuk hasilkan repsons baru)
c. maladaptif yang kontinu menyebabkan dirinya tergantung sistem, tidak jalan kecuali ada bantuan (dukungan sosial dan rekayasa sosial) untuk atasi keadaan
beberapa contoh:
a. penggusuran masy dari permukiman lama dipindah ke yang baru sementara berhasil tapi di lingk baru mengalami tantangan baru (persaingan usaha, perebutan lahan yang tidak mencukupi karena penduduk bertambah)
b. transmigrasi ke tempat baru yang berbeda, kemampuan menghasilkan cara2 untuk maju melalui pendayagunaan adat, pembentukan jejaring pasar. cth petani Bugis ke sulses yang bertransmigrasi ke kaltim
c. masy anak dalam di jambi yang pemukimannya di hutan ditambah untuk jadi lahan kelapa sawit, komunitas tercerai berai, hilang kearifan lokal, matcar tetap, dihina dan dilecehkan karena bodoh, sebagian status kemandirian karena tergantung pada orang lain dengan jadi pengemis
tugas: cari cth adaptasi/maladaptasi sebuah masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar