Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Minggu, 24 Maret 2013

Genseks Senin 18 Maret 2013



pendahuluan
artikel ini ditulos oleh moh yasir alimi yg mengulas mengenai tulisan judith butler soal konsepsi dan seks sebagai pertunjukkan
terdapat konsep manusia, yaitu: laki dan perempuan
kerangka genseks menghasilkan cara bersikap
genseks sebagai kerangka inteligibilitas
timbul masalah kemanusiaan --> genital mendiktekan sikap
judith butler: sastrawan feminisme – filsafat modern
prediskursif --> esensialisme
feminisme juga cenderung esensial! cewe selalu jadi budak. mesti ada jenis kelamin. atribut paling penting
herculine barbin --> gender = subjektif = freedom = senyaman2nya
materialisasi = abstrak jadi konkret
pertanyaan
Giska: negara kalo koersif dalam hal gimana? indonesia katakan ada gender lebih dari dua gitu?
Irin: spontanitas itu apa?
sulit karena ada kungkungan norma yang intoleransif. negara lain: toleransi sosial budaya. cth Thailand ada 3 wc
Dwi: kemanusiaan? bagaimana kita menghormati gender orang lain. kalo gak milih, ya gak bisa hidup
Dey: kalo bencong/waria cuma gara2 pekerjaan. performativity, dia bisa bertambah asal terpola. apa yang ia keluarkan secara temporer gak sama dengan esensi genseksnya!
Ardi
Devita
doing gender --> gender act --> ditampilkan dan berulang2
bagi butler, biological itu gak penting. dia gak bayangin genseks di luar diskursus = konstruksi sosial
kontekstual = di mana kita berada kita gak bisa eksis di luar syarat2 gender yang berlaku di masy
Albania --> sworn virgin --> warisnya patriarkis. kalo gak punya anak cowo, salah satu anak cewe mesti jadi cowo
Thailand --> transgender murah + berkualitas
Indonesia --> RS Karyadi Semarang --> transgender terbaik
India --> hijra --> operasi kelamin, tapi kebiri, gak ditambahin vagina. di luar kasta, dianggap punya kekuatan ghaib. ada yang nikah, konsul ke situ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar