seksualitas itu kompleks: banyak yang mempertanyakan hal ini
WHO (2006)
aspek seksualitas: seks, identitas dan peran gender,
orientasi seks, erotisme, kenikmatan, keintiman, reproduksi
ekspresi seksualitas: pikiran, fantasi, hasrat, keyakinan,
sikap, nilai, perilaku, praktik, peran, relasi
dipengaruhi oleh interaksi biologis, psikologis, sosial,
ekonomi, politik, budaya, etika, hukum, sejarah, serta agama
keluarga Indonesia --> seksualitas jarang dipertanyakan
relasi gender abad 15-17
otonomi dan kedudukan ekonomi perempuan relatif tinggi
praktik pembenaran mas kawin menguntungkan perempuan
perempuan memainkan peran aktif dalam hubungan seksual
penis enchancements (aksesoris pada penis untuk kasih
kepuasan thd pasangan seks) untuk meningkatkan kenikmatan pada perempuan
perceraian relatif lebih mudah dilakukan baik laki maupun
perempuan
hubungan seks pra nikah tidak dikecam. keperawanan
keperjakaan gak dipentingkan
Ardhanary/adrhanisvara menggambarkan penyatuan dua tubuh
menjadi satu terdiri dari elemen feminimitas
caping (bugis) menutup kelamin anak perempuan berbentuk daun
sirih
Meriam si Jagur
Warok – gemblak di Ponorogo
teater tradisional
tayuban
ledhek (penari)
gandrung
ronggeng
jaipong
cokek
dombret
Serat Centhini --> karya sastra Jawa, ada yang ceritain
aktivitas seks secara vulgar
praktik pernyaian (concubinage) masa kolonial
istilah ‘nyai’ muncul 1826, praktik udah ada dari dulu
karena adanya larangan bagi laki2 Eropa untuk nikahi pribumi
pernyaian = perseliran (?)
waria pelayan cowo --> heteroseks, punya istri di rumah!
homoseks dst --> bisa aja jadi label --> stigmatisasi
minggu depan siap2 kelompok 10 presentasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar