Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Rabu, 06 Oktober 2010

Berbagi Bersama

Assalamu'alaikum wr. wb...

....

Jawab dunk....

Wa'alaikumussalam wr.wb! (*Elah, basa basi banget sih!)
*Bagi yang nonmuslim, gue mohon maaf banget!

Alhamduillah. Puji syukur kepada Allah SWT karena atas Karunia-Nya, pengarang masih diberi kesempatan untuk menulis. Baik dalam hal jasmani maupun rohani. Karena, banyak banget kasus seperti yang sekarang ini. Yang mulai dari kecil2 aja. Misalnya, jajanan yang gak sehat bakal nganterin elo ke dunia sakit. Iya. Gue tahu. Ini sebenernya dari dulu udah ada dan bahkan udah biasa di Tanah Indonesia yang Subur Ini (*Ciyaelah bahasanya cuyy (sok) puitis). Iye2, dari tadi gue banyak banget basa basi. Itulah gue. Dari luar gue mungkin pendiem. Gue mungkin dingin (sykur2 kalo dibilang cool, ini dingin kayak es beneran loh). Aduh2. Dan, gue lebih jago mengetik/menulis dibandingkan dengan gue pas ngomong, Ini kebukti bahwa perkataan gue (kayaknya) lebih singkat jelas padet daripada ketikan2 gue yang panjang gak jelas tapi gak mutu pula (*trus, apa gunanya gue nulis2 yg kayak beginian??)

Iya.. Kakak gue sakit. Gue berduka. Apalagi, sekarang gue sedang ngejalanin kuliah gue, udah gitu awal2 pula. Masih ada mabim (masa bimbingan, atau bahasa halusnya Ospek jurusan gitu). Wah... Allahuma anta syafii. laa syifaa syifauka syifa ala yughodiru saqoma. *maaf kalo tulisannya salah, dan maaf pula buat yang nonmuslim. Iye.. Ya Allah, sembuhkanlah beliau, angkatlah penyakitnya dan berikanlah ketabahan baginya.. Aamiin... Jadi, kakak gue itu lagi kena sakit demam gejala anemia. Gue gak ngerti istilahnya itu apaan... Entah tipus atau apaan ya... Gue juga lupa... Bagi anak2 FK atau KesMAs ada yang bisa jawab?? Hmm. Jujur aja, gue juga sama sekali gak ngerti mengenai istilah2 penyakit2. Maklum. Gue anak FISIP. Di kepala gue cuma ada Agama, Isipol (Ilmu Sosial-Politik-Budaya), internetan, main game, sama main gitar, dan MAKAN... Itupun semuanya itu... Punya persamaan yang sama2 gak mengenakkan hati... Sama2 GAK MENONJOL... Iye. Prestasi Akademis gue biasa2 aja. Nonakademmispun juga biasa2 aja. Main game pernah sih menang (artinya, seringan gagal, ya gak *!?), sama khusus buat makan.. Entahlah.. Badan gue kerempenk gini... Porsi makannya seGUNUNG.... Haah.. Au Ah

Lalu, shalawat serta salam mari kita junjungkan kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW. Berkat jasanya, Agama Islam berhasil menempuh proses pencerahan tentu saja setelah zaman kegelapan sudah tiada. Beliau juga banyak sekali membimbing kita.. Termasuk mendidik bagaimana caranya agar lelucon2 yang kita keluarkan agar tidak bersifat yang aneh2 (misal, hasut alias agitasi, tendensius maksudnya cenderung ke yang aneh2 kayak SARA, dsb). Aduh, yang kayak gituan jangan dah, pengarang cuma bisa berpesan seperti itu. Terusin. Lalu, muncul pertanyaan tersirat. Bagaimanakah caranya agar kita dapat mengeluarkan becandaan yang menyehatkan, yaitu bercanda yang bersifat membangun/konstruktif (anti-stress, antisosial, bahkan tentu saja Anti-SARA maksudnya unsur2 SARA jangan dipermainkan laah) bukannya bersifat destruktif/menghancurkan??

Yang tadi itu, jujur saja. Adalah sebuah pertanyaan yangh besar. Sebuah refleksi diri. Yaitu, sebuah pemikiran ulang. Ketika seseorang telah mencoba melakukan penelitian berdasarkan pengalaman lalu dikembangkan menjadi sebuah konsep (namanya empiris), ia harus melakukan yang satu itu. Iya, maaf. Kata2 gue tadi emang berat banget, yang bikin kepala ini justru malah semakin pusing dan semakin gatel... Maksudnya ingin terus digaruk2... Bener gak?? Betul?? *Coba ngomong Betul versi AA Gym atau Betul3 *Versi Ipin Upin *AAH?? Ah... Ada2 saja.

Inti dari pertanyaan gue tadi : BAGAIMANA SEORANG PELAWAK/KOMEDIAN MAMPU MEREFLEKSIKAN DIRI, SEHINGGA JALAN IA BERKOMEDI DAPAT LURUS APABILA BENGKOK?

.....

Pertanyaan yang susah dan sulit untuk dijawab...

(*Eh, bedanya susah sama sulit untuk dijawab apaan??)

Karena keterbatasan waktu....

Besok pengarang juga mau kuis Sosiologi. (*Kumohon doakan saya!! Haha, ngarep doa amad gue, gak juga gapapa kok)

Maka, pengarang cabut dulu!!

Pokoknya, kita mesti simpen pertanyaan kritis tadi!! Semoga terjawab, Aamiin!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar