Ayo Berjuang

Ayo Berjuang
Pantang Mundur

Selasa, 30 Oktober 2012

The Pride of Task Force(d) bag. I

Flash back...

Jumat kemaren, tanggal 12 Oktober 2012, Paton selaku dosen gue yang killer menugaskan kelompok gue buat maju minggu depan. Presentasi! Yes... Hm... God.. Darn it! -,-

"Baca History and Dialectical yang ditulis oleh Claude Levi-Strauss, dalam bukunya yang berjudul the Savage Mind"

Kalo kata Bayu - selaku teman gue yang hobby-nya ngerakit militer dan berdiskusi soal militer juga:

"Kita ini task force! Kelompok khusus yang ditugasin untuk melakukan kegiatan tertentu"

Bangsat...

Bahasanya militer banget... Untung aja gue cowo yang mayan suka berkecimpung di dunia militer. Walaupun cuma terbatas di main game aja sih, kalo Call of Duty, Medal of Honor, Heatseeker, Ace Combat Series, semua itu lewatlaah gue embat ampe habis..

Loh, kok kita malah ngomongin game?

Setahu gue juga sih, task force kalo di udara, namanya special tactical squadron. Itu merupakan kelompok pilihan yang emang punya tugas khusus, lain dari yang lain. Contohnya kayak mengawal Air Force One sama Air Force Two, itu perlu special tactical squadron *belajar dari game H. A. W. X.

terus apa hubungannya sama cerita yang mau gue ceritain ini?

Betul sekali, pembaca. Kelompok gue yang bakal maju minggu depan dianalogikan dengan task force tersebut!

Akhirnya, kami menamakan diri kami sebagai: TASK FORCE(D), bertugas di Operasi Makan Otak dan Operasi Sakit Hati!

wait! just a sec!

Task Force(d) ? Kenapa ada '(d)'-nya? Karena kita dipaksain buat ngelakuin itu -,- inilah yang terjadi apabila praktik berbahasa berbenturan dengan gramatika bahasa. Maksudnya apa? Udah, jangan nanyain gua!! Lagi capek mikir nih gua!! -,-

Oke, briefing-nya kayak gini nih! Tiada task force tanpa briefing! Briefing itu maksudnya penjelasan singkat mengenai misi2 yang mesti dilaksanain....

Briefing: Operasi Makan Otak - Kocok Hingga Habis (Jangan mesum dulu! Ini terjemahan kasar dari 'Shake 'em off!' -,- kebanyakan main game2 action war siih)

Saudara seperjuangan! Apa kabar kalian di pagi hari yang cerah ini? *lihat ke jendela tau2nya mendung. Oh, maaf, oke kita langsung aja ke diskusi singkat sebelum misi *Ace Combat Mode: On

Seperti yang telah kita ketahui, kita diamanatkan oleh Paton untuk melaksanakan tugas khusus ini. Akhirnya, setelah kita menyadari hal itu, maka saya telah membuatkan sebuah jadwal yang telah ditata secara rapi dan bersih... Maaf maksudnya secara rapi saja, enggak pake 'bersih'. Kira2 seperti ini:
13 Oktober 2012: mengerjakan tugas summary ekologi perminggu as always like that. ditambahin ngerjain reaction paper medis II.
14 Oktober 2012: baca bahan yang telah ditugaskan oleh Paton sampai habis! Kita akan bertindak secara asketis kali ini. Btw, asketis itu apa? Please, jangan nanya2, gue lagi capek mikir!
15 Oktober 2012: lakukan kuliah seperti biasa. Pas lagi selang waktu, jangan lupa berdiskusi dengan dua nggota task force(d) lainnya, yaitu Imam Wibowo (TF Two, callsign "Gonjack") serta Bayu Ahmadi (TF Three, callsign "Nemesis"). Diri sendiri adalah Ardi Pritadi, sebagai TF One (Ribbon - pemimpin squadron khusus) dengan callsign "Mr. Prit" --> gabungan antara keren dan konyol. Jangan lupa sertakan Metha dan Yoga sebagai teman berdiskusi juga
16 Oktober 2012: di rumah saja. Mas Aji selaku dosen gak masuk. Tapi, gue bakal ngerapihin bagan berikut ngerjain draft pengalaman sehari2 ekologi
17 Oktober 2012: enggak ngapa2in, kuliah aja
18 Oktober 2012: kuliah. Jangan lupa diskusi buat terakhir kalinya. Terus fotokopi bagan buat finalnya.
19 Oktober 2012: PRESENTASI. GAK BOLEH ENGGAK MASUK. ENGGAK MASUK = PENGECUT TINGKAT KRONIS. Jangan lupa bikinin bagan pagi2 buta, sebelum dosen udah masuk. Iya, sebelum Paton masuk. Sampai di rumah, kerjakan UTS Take Home Medis dan rapikan catatan KTB hari ini! Jangan lupa siapin alat2 buat turlap esok hari!

Saya tahu bahwa jadwal ini terlampau padat. Kita - dalam konteks ini - benar2 dipaksa untuk menjadi manusia modern. Bahkan, mungkin aja buat jadi manusia posmodern yang mana jadwal hidupnya terlampau padat. Lihat aja, ini jadwal seminggu anak kuliah aja kayak gini. Bandingin sama jadwal petani ladang berpindah donk. Jelas beda banget!
Sekian dahulu untuk Operasi Makan Otak ini. Mari, kita lanjutkan ke sesi briefing selanjutnya, yaitu Operasi Sakit Hati. After all, good the fuckin' luck alias goodluck! Have no fuckin' lack of luck! Insya Allah (dari bahasa preman hingga agamis gue masukin, bleh!)

Operasi Sakit Hati: Banting Ampe Jatuh! (Operation of Broken Heart: Smack 'em Down!)

Selamat pagi, kawan2! Ini merupakan operasi lanjutan dari Operasi Makan Otak! Semoga kita sukses, menjalani jadwal yang semakin lama semakin padat! Karena, abis ini kita harus menghadapi Ujian Tengah Semester alias UTS! Behold!

20 Oktober 2012: Turun lapangan ke Bogor, perihal mengerjakan tugas ekonomi. Setelah itu, diharapkan agar kelompok kita dapat mendeskripsikan tata letak kota Bogor yang kita lalui sebisa mungkin VIA JALAN KAKI. BENERAN JALAN KAKI. BIAR KERASA GOING NATIVE. Jangan lupa sertakan Gonjack dan Nemesis, Mr. Prit :D . Malemnya coba kerjain UTS Kebudayaan dan Pluralisme Hukum Take Home!
21 Oktober 2012: Terusin KPH yang belum selese. Jangan lupa print Medis. Satu lagi, belajar juga buat UTS sit in Ekonomi
22 Oktober 2012: Kumpulin Take Home Medis sama laksanain Ujian sit in Antek.Nyampe2 rumah, mohon belajar buat DMPP besok.
23 Oktober 2012: Laksanain Ujian DMPP.
24 Oktober 2012: Kumpulin KPH Take Home, jangan lupa ditulis tangan, boleh pake A4 kok. Jangan lupa ambil soal Ekologi, kumpulinnya minggu depan, boys! Nyampe rumah, belajar Komunikasi sama download soal UTS Globalisasi
25 Oktober 2012: Hari JGTC, dan task force(d) gak bisa dulu. Damn. Just another shit in the whole of hole! Ikutin kelas pengganti Globalisasi serta laksanain UTS sit in Komunikasi!
26 - 30 Oktober 2012: LIBUR! TAPI JANGAN SENANG DULU. ADA BEBERAPA TUGAS MENANTI DAN MENEMANI DI RUMAH, DAN MUTLAK HARUS SELESE SEMUANYA: UTS take home ekologi dua biji soal, UTS Globalisasi, field report dan journal report ekonomi berikut ppt sementaranya, review perminggu ekologi, sama rapihin catetan globalisasi. Kalo udah selese, jangan lupa bantuin temen. Pulsa habis, sementara pake chat facebook dulu, atau pinjem pulsa nyokap to break through these odds! Gue takut dibilang makan temen alias MT soalnya kalo enggak bantuin, yasudahlah, bantuin aja sebisa mungkin. Kalo bantuan itu dirasa minimal juga, ya gue mohon maaf, kan gue udah usaha sebisa mungkin, ya hargain donk. Badan udah capek banget tahuk! -,- -,- -,- -,-

Selamat berjuang. Remember, there's only one best weapon to survive: DETERMINATION.


"I saw my death in my dreams many times, but I didn't die. I was better than my fears. Better than my nightmares, but to find out, I had to face them all. I had to get through the worst, to prove I was the best. That was my reality."
Colonel William Bishop, Ace Combat Assault Horizon


(Gue juga berharap bisa keluar segera dari berbagai macam mimpi buruk yang gue alami, kawan. Duh, andaikan lo bener2 hidup, gue pengen ngajak lo ngobrol soal mimpi buruk di dalam realitas... Tapi seenggak2nya gue belajar banyak dari elo: Kita boleh mati di dalam mimpi buruk. Tapi, KITA HARUS TETAP HIDUP DI DALAM REALITA. REALITA 24 SKS DALAM TIGA SEMESTER BERTURUT2. REALITA SETIAP SAAT PASTI ADA TUGAS (MENDING GAMPANG, SUSAH JUGA), REALITA SETIAP SAAT DIRI KITA BELUM TENTU DIHARGAI OLEH ORANG LAIN SEBAGUS APAPUN USAHA YANG TELAH KITA LAKSANAKAN, DAN REALITA LAINNYA. Inilah yang bakal gue pelajari di dalam dua operasi ini, minimal. Berikutnya pasti juga bakal ada keanehan2 lain yang gue wajib hadapin. HAVE SOME FUCKIN' SPIRIT!)

Rabu, 10 Oktober 2012

Habis Kesabaran

Selamat malam, pembaca! :D

Gila...

Lho?

Enggak sih, gue cuma mau komentar tentang perkuliahan gue yang terlampau padat namun juga terlampau kocak. Gue mau share nih tentang ke-kocak-an tersebut, yang mudah2an bisa menggelitik perut pembaca :D

Jadi, kemaren tuh temen gue, Windan, mempromosikan sebuah minuman ajaib nan absurd ke teman2 lainnya, termasuk gue. Irin dan Devita termasuk di dalamnya. Mereka berdua mengomentari dengan komentar yang kocak tentang minuman itu... Yang bernama.... Duh aneh banget... Bir Kopi... Gue jadi bingung, itu bir apa kopi sih? (Hah!?)

Irin dan Devita: Wah, minum aja. Iya sih, namanya aneh bin ajaib. Tapi, dijamin IQ lo gak bakal jongkok kok (IQ Jongkok? Kok kayak Warkop DKI aja! Jadi dah kita semua mahasiswa universitas pantang mundur, LOL LMFAO!!).

Gue: ....

Irin: Ayo Ardi! Silahkan diminum!

Gue: Permisi...?

Devita: Ih Ardi gak usah pake pura2 gak tahu dah! Ayo minum, tenang aja! Langsung aja dari botolnya! Pas kita lagi diospekin senior, kan kita minumnya satu botol satu angkatan

Gue: .....

Gue (lagi): Cobain donk...

GUBRAK!

alhasil gue coba tuh minuman absurd itu. Hm! Rasanya kayak.... Em... Kopi item tapi dicampurin sama soda... Ya, mirip soda gembira gitu yang mana susu kental manis dicampur soda... Tapi ini sih perkaranya soal kopi item aja...

Enak kok...

Ternyata cerita gak berhenti sampai di situ. Temen gue yang absurd bin ajaib muncul. Namanya Imam. Dia disuruh nyobain minuman itu. Menurut gue kagak ngefek juga sih. Soalnya, orang absurd kalo minum absurd, ya gak ada ubah2nya sih, jadi gak aneh aja gitu *teori dari mana tuh

Imam kemudian senyum2... Dan berkata, "Wah! Ini rasanya kayak rum campur kue coklat tapi bersoda!".

Ampun. Kayaknya ada misprocessing di tengah2 pengartikulasian pengecapannya (bahasa tingkat dewa. jangan nanya ke gua artinya apaan - gue lagi gak mood mikir nih -,-)

Alhasil gue ketawa2 gak jelas. Ya iya, ngelihat tuh bocah bertingkah absurd (dan makin absurd ke sini2nya), gue jadi gak sabar... Kalo kata film Warkop DKI: Mana Tahan....

EH! Irin sama Devita komentar!

Irin: Loh Ardi kok ketawanya gak tahan gitu? Ampe mendesah2 gitu lagi??

Devita: Wah, coba deh lihat kandungan zatnya. Kayaknya tadi udah kita teliti deh, gak ada tuh kandungan yang bikin IQ jadi jongkok..?

Gue: ..... (ndasmu...)

Imam: HAHAHAHAHAH !!

Gue: .... (*pissed!)

General Law: Rasakanlah bir kopi agar merasakan nikmatnya "Happiness in Rush Hour"! Sekali2, bolehlah IQ kita di-JONGKOK-in agar bisa melepaskan keceriaan di dalam hati bersama teman2 seperjuangan, betul?? :D

Minggu, 07 Oktober 2012

Uneg2 Gua: 24 SKS dalam Tiga Semester

Selamat malam, teman2 pembaca :D

hari ini gue mau nyampein sebuah uneg2 yang mungkin aja lo ngalamin. Gak ngalamin juga enggak apa2 sih :)

sesuai sama judulnya: gue bener2 ngejalanin 24 SKS di tiga semester berturut2!

Gue ngejalanin itu dari semester tiga alias pas gue lagi tingkat dua. Sekarang gue lagi ngejalanin semester lima. Jadi, gue tetep ngalamin kepadatan yang amat sangat ini: setiap hari MUTLAK MASUK, tugas perminggu MUTLAK ADA, dan sebagainya dan sebagainya -,-

Gini aja sih, okelah gue ngejalanin itu secara penuh banget. Apalagi, gue pribadi juga menyangsikan satu hal: paket. Paket ini, emang punya kelebihan yang mutlak: (cenderung) menghindarkan mahasiswanya dari ketidaklulusan atau mengarahkan mahasiswanya menuju angka kelulusan normal (baca: lulus dalam waktu empat tahun, jangan lama2!).

Tapi, gue juga punya ketidaksetujuan terhadap sistem paket itu loh.

Tahu gak, gara2 paket, gue (dan teman2 seperjuangan gue) jadinya gak bisa nikmatin bebasnya menimba ilmu di universitas. Belanja mata kuliah, alias ngambil dari jurusan tetangga GAK BOLEH. Nolak mata kuliah, GAK BOLEH. Hm.... Padahal, salah satu tujuan gue datang di kampus ini: buat mendalami ilmu sosial bersudut pandang antropologis yang bahasannya gak jauh2 dari sistem pendidikan, konflik sosial, sama macem2 pembentukan nilai (jadilah norma, struktur sosial, sistem sosial, institusi, organisasi sosial, sistem kekerabatan, dan sebagainya). Menyangkut ketiga masalah itu, gue senang sekali!

Lalu....

Gue ambil mata kuliah2 sesuai paket buat minggu ini. Dan... Jeng jeng!! Ada loh beberapa yang gak gue minati: ekologi sama medis! Gue tegang, gue takut. Satu alasan yang terkuat: mereka itu bersinggungan dengan IPA. Sedangkan, gue sangat2 ANTI IPA! Gue IPS SEJATI --> kebukti dari tiga minat yang tadi gue sebutin, kayaknya itu gak ada sangkut pautnya sama IPA banget!!

....


Anyway, gue mesti merasa lega terutama buat medis ini sih. Kalo di medis, untung aja ada sudut pandang CMA (Critical Medical Anthropology). Itu sih intinya gimana caranya kita memandang sistem kesehatan yang ada dalam perspektif konflik atau ekonomi progresifnya Karl Marx. Seru! Di mana ada konflik, di situ masalah ada, dan ketika ada masalah, di situ bisa dijadiin bahan skripsi! *eh kata2 gue yang ini bener apa kagak ya?

Kalo ekologi... Gue nyerah... -,- pasrah aja, mau bagus apa enggak nilainya, yang penting gue lulus -,-

Balik lagi ke judul: 24 SKS dalam tiga semester berturut2. Eneg gue. Beneran. Lo boleh ngomong kalo gue pinter, gue rajin, gue licik, gue tricky, dan sebagainya. Tapi, inget kalo gue juga manusia: gue juga bisa jenuh dan mengeluh, mengeluarkan, menyuarakan uneg2 yang selalu saja tersimpen di hati. Gue juga harus ngeluarin ini secara hati2: emangnya mereka semua yang gue pinta dengerin uneg2 ini MAU DENGERIN GUE? MAU MEMBANTU GUE?

Kalopun membantu, gue anggep bantuan itu hanya jadi sekedar elemen belaka. Dia bisa membantu menyelesaikan masalah, tapi, balik lagi gue sendirilah yang bakal nyelesein masalah itu. Toh, gue yang punya masalah, kenapa mesti orang lain yang repot? Gue aja donk yang repot?

akibat dari kejenuhan itu juga, gue jadi mesti menghadapi hal2 yang merepotkan. Pas liburan kemaren, gue ada masalah terkait kejiwaan gue, Inna lillahi. Gue akhirnya ke intervensi alias konsultasi psikologis yang Kak Titi saranin, yaitu dosennya sendiri yang bernama Mbak Dhela. Haha, Mbah Dhela bener2 baik. Bener2 mau mnegerti masalah gue, dan bener2 ngerapihin apa2 yang mesti gue lakuin.

Mbak Dhela, makasih banyak buat bantuannya. Mbak bener2 nyadarin gue. Dan elemen bantuan ini, benar2 membantu sekali. Sangat. Nah, mbak, gue malu nih. Berhubung gue punya masalah2 seperti dunia kuliah yang padat ini, biar gue aja yang ngelakuin ya? Toh ini juga masalah gue pribadi kok.

Gue ngomong itu di dalam hati.... Soalnya Mbak Dhela itu seakan2 bisa menjadi dewi penolong yang datang di saat darurat. Alas, Mbak Dhela juga manusia! Gue gak boleh banyak2 ngerepotin beliau!

Beliau sudah respect ke gua, toh begitu juga.

Belum lagi cerita2 lainnya. Jujur, tiga semester ini benar2 hal yang berat. Sangat. Tingkat dua merupakan black days bagi gue. Selain padetnya kuliah, gue juga mesti repot2nya ngurusin keponakan (terutama ketika kedua ortunya lagi gak bisa) sama ngurusin nyokap gue yang lagi kena kanker metastase. Masya Allah.

Entahlah, gue bisa survive. Nilai gue bagus sekali (di luar harapan gue malahan), sama gue cuma mau testimoni: Allah Swt TERLAMPAU SAYANG SAMA DIRI GUA. Ya Allah, gue bener2 ngerasa kalo kadar usaha sama halangan rintangan itu ngejomplank (baca: lebih banyak halangan rintangan ketimbang usaha yang gue lakuin! Jujur, tingkat dua kemarin, sekali lagi, bagaikan dua kata bagi gue: chaos and nightmare).

Intinya sih gitu aja. 24 SKS dalam tiga semester berturut2 adalah hal yang gila dan memuakkan lahir batin. Sekalipun itu bisa bikin lo cepet lulus. Tapi, katanya lo bebas buat nimba ilmu apapun di kuliah? Kalo masih terkungkung gini...

Gue harap negara mau bertanggung jawab atas kecelakaan2 yang terjadi apabila hal ini menimbulkan efikasi negatif! Lebih lagi, gue harap hal ini berguna buat diri gua, ini nih, 24 SKS dalam tiga semester berturut2! Soalnya juga, gue juga gak pernah denger ada sistem ini di jurusan lain kecuali kedokteran. Kedokteran kan emang harus paket.

Tapi khusus buat kedokteran: mudah2an kalian juga bisa lulus dengan baik ya? Tenang aja, gue juga ngerti penderitaan kalian dipaketin karena gue juga ngerasain hal yang sama. Udah gitu, mudah2an kalian juga bsia dapetin prospek kerja yang cerah, bernilai, dan menyelamatkan masa depan kalian ya? Mudah2an kita semua sukses, Ya Allah, Kabulkanlah Permohonan Kami!

Dan gue harap: pas gue ambil pascasarjana nanti, paket2an udah gak ada lagi! Gue bebas nimba ilmu, mau ambil yang mana aja boleh. Gue berpikir dan merasa kalau sekolah tinggi setingkat universitas seharusnya memperbolehkan peserta didiknya untuk menimba ilmu sebebas2nya sesuai yang ia minati. Seharusnya.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Sedia Payung Sebelum Hujan

Selamat pagi, teman2! Hari yang cerah! Cerah sekali! Segala Puji bagi Allah Swt!

Jadi, ini nih, gue ada cerita lucu di jumat 5 Oktober 2011 nih. Maaf2 aja ya kalo baru diposting pas hari minggu. Maklum, jadwal kuliah gue bikin muntah: 24 SKS - dan itupun setiap hari gue mesti masuk! Hueekk!

Kembali ke cerita.

Jadi, gue punya temen sekelas, namanya Barjo. Dia itu anak jurusan lain, dari sosiologi '07. Eh? Artinya, dia beda tiga tahun gitu di atas gue? Yup! Enggak apa2, jangan diketawain, maklum orang yang lagi berjuang :D kabarnya sih, dia lagi bikin skripsi, tapi masuk di kelas yang sama kayak gue karena perlu tambahan SKS, ya kira2 gitulah. Selamat berjuang, Jo! Atau, mesti gue panggil Kak Barjo, kah?

Ah udahlah, woles alias selow.

Cuma beda tiga tahun kenapa juga mesti manggil kak?

We are all comrades after all! Bukan menjunjung nilai komunis sosialis sih maksudnya, tapi cuma mau ingetin kalo kita tuh setara kalo udah jadi temen, alias egaliter! kayak makhluk berburu dan meramu aja.

Sebentar...? Makhluk yang kayak gitu yang kayak gimana? Stop. Gue lagi gak mood ngejelasinnya. Maaf ya -,-

Dan kayak biasa: kebiasaan primer gue nulis itu --> OOT alias Out of Topic melulu!

Balik lagi ke cerita.

Gue lagi serius kuliah. Lagi pukul 09.00 an lah. Kelas ini udah mulai dari sejam yang lalu. Tapi! Tapi si Barjo SMS gue dengan pertanyaan

"Udah masuk belum?"

Yaelah.

terus gue jawab deh

"Yup"  --> gue jawab dengan panik, soalnya dosennya tahu gue lagi mainin hape!

Lima menit kemudian, datanglah dia dengan membawa payung! Padahal hari lagi cerah! Dosen gue yang bernama Paton, ngeledek dia... (Tokoh: Paton, Barjo, sama Kita Sekelas)

Paton: Baru masuk, loe?

Barjo: Iya mas. Maaf ya.

Paton: Yaudah, duduklah kamu.

Barjo: Makasih, mas.

Paton: Sama2. Eh kamu! Kamu kok bawa payung!? Bukannya hari ini cerah ya??

Barjo: Bawa donk. Palingan nanti siang kalo enggak sore hujan muncul!

Kita Sekelas: @$!@%!@$ !!??

Gue pribadi mangap2 pas ngedenger dia ngomong gitu.... Hah, Barjo... Di saat2 yang kayak gini ternyata lo masih bisa bercanda. Haha, itulah yang namanya "Bercanda di Tengah Kehancuran"!

Abis kuliah, gue fotokopi bahan buat hari senin besok. Bahan itu buat mata kuliah antropologi ekonomi. Ada lima bab, kata dosennya sih dikit. Pas gue periksa: holy crap! SERATUS LIMA HALAMAN ITU DIKIT YA!!?? Suka2 lo dah!! Cuk... Cuk...! -,-

Nah, cabutlah gue kuliah pake himanza (hitam manis avanza). Hehe, gue sengaja manggil mobil gue kayak gitu, biar kerasa intim *!? ampe2 temen2 gue pada ngomong, "Ya ampun, Di. Lo ngomong avanza lo manis gitu kayak udah dijadiin pacar aja". Biarin, kawan. Inillah jeritan lelaki yang mau jadi pria tetapi 'sendirian' dari dulu hingga sekarang! Hiks2 T,T

EH!

DI JORR HUJAN LOH!

Hey.... Ada apa, Jo? Kok kata2 lo bener adanya? Kok lo gak bilang2 kalo lo bisa memprediksi cuaca dan iklim? Eh, bedanya cuaca sama iklim apa sih? Gue males mikir nih? Ya pokoknya gitu. Apa jangan2 lo juga bisa mengubah keadaan cuaca dan iklim disamping bisa meramal? Jangan2, cerah2 gini lo ganti jadi hujan ya? Jangan2 juga, perubahan iklim juga gara2 lo lagi?

Ah! Kalo iya, kan jadinya malah nambah beban pelajaran: kompetensi climate change (ya, maksudnya bakal ada pelajaran2 tambahan yang terkait dengan perubahan iklim gitu kayak sosiologi lingkungan)! Zzttt -,-

General Law: Siapapun yang telat, jangan bawa payung di saat yang cerah! Siangnya, pasti (bohong) cuaca dan iklimnya berubah jadi kemarau! Ampuuun !!

Sabtu, 16 Juni 2012

Wah, mental ke sana!

Haha, teman2 pembaca blog gue.

Akhirnya, gue mau cerita2 lagi nih.

Kali ini, tentang kisah konyol gue pas gue masih SD. Tepatnya.... Kelas 4 SD. Naah, biasa - gue kan sekolah di salah satu sekolah swasta Islam waktu itu. Jadi, membagi waktu buat sholat pasti udah biasa, kan?

Gue dan temen2 disuruh segera ngelaksanain sholat Zuhur. Ya, berjamaah - tentu aja bareng2 sama dewan guru. Jujur aja - ini jadi kenangan yang terbaik yang pernah gue alami loh. Maksudnya? Ya, maksudnya, sholat zuhur berjamaah ini - bersama dengan teman2 maupun dewan guru adalah kenangan yang paling traumatis (susah buat dilenyapkan) dalam hidup gue - saking indahnya. Malah, gue yakin2 aja tuh, pas gue udah jadi engkong2 nanti - palingan gue masih inget nih kenangan. Dan ketika nanti gue jadi engkong2 - gue ceritain ini ke anak cucu cicit ampe (mungkin aja) petarang bodol (generasi ke tujuh - ya mungkin aja gue hidup ampe bisa lihat generasi ke tujuh gue! Aamiin Ya Allah!) - palingan DIKETAWAIN HABIS2AN SAMA MEREKA...

...

Gue sih, gak permasalahin kalo kenangan itu dibuat untuk diketawain pas di masa depannya nanti. Toh, itu akan sangat berguna loh. Anggep aja, ketika di masa depan nanti lo lagi kerepotan - kebakaran jenggot gitu - dimarahin bos - ataupun kalo lo jadi bos dimarahin karyawan lo (gimana ceritanya tuh??). Setelah dimarahin (habis2a) - kan - elo setress. Nah, gak ada yang bisa bertanggung jawab sama stress yang elo alami kecuali tiga hal: Tuhan, diri elo sendiri, dan keluarga.

Makanya, kalo stress itu mendingan ngelakuin seenggak2nya beberapa hal (bisa ditambahin pembaca apabila berkenan, hehehe):

1. Dengerin musik. Coba denger Eumir Deodato - Adam's Hotel (bagi pecinta Jazz) atau Linkin Park - Black Out (bagi pecinta rock - metal - dan sejenisnya yang sama sekali gue gak ngerti). Atau musik lainnya yang menurut lo emang pantes buat nyurutin tingkat kesetressan lo. Percaya deh, semua orang punya alternatif minimal buat ngeredain stressnya dengan musik, trust me!

2. Doa. Zikir. Chanting. Nyanyi2 ke trinitas. Bikin sesajen buat sesembahan. Sembah2 patung. Atau apapunlah agama elo berikut dengan praktik2nya - inget2 Kepada-Nya. Sekali lo inget Kepada-Nya, lo ngerasa terlindungi, betul? Dijamin stress lo bakalan sirna!

3. Inget2 kenangan konyol masa lampau! Wah, abis itu, lo ketawa2 sendiri kayak orang gila, dan jujur - gue gak mau nanggung kalo hal itu terjadi beneran! Nanti nih, gue mau ceritain. Sebenernya, blog yang gue bikin ini sih rata2 jadi praktik butir ketiga ini, betul?

4. Having sex! Dengan pasangan hidup atas pernikahan yang sah dan gelisah.. Eh, yang sah aja lah! Kalo enggak sama pasangan hidup. Ya, siap2 kena sanksi akhirat (udah diingetin kan, la taqrobu zina - jangan kau dekati zina - zina yang gak sah!) atau sanksi dunia (kena pidana - abis hamilin anak orang, atau masuk koran lampu hijau, mampus dah ente haaaahhh !!). Nah, butir keempat ini perlu gue jelasin secara detail gak? Hm? Iya? Eh? Enggak? Ooh, oh OH! #kenatimpukSwa**w!#

Oke, lanjut ke cerita.

Sesampainya di masjid - gue ketemu dengan seorang temen yang konyol. Namanya Emil. Dia itu lucu, selalu berpakaian rapi. Termasuk - rapi sekali dalam melipat sarungnya. Bedain sama gue - ngelipet sarung aja masih2 aja diingetin sama dewan guru #ketahuangakbisalipetsarungdasaranakgeblekanakdarimanaini#

Emil : Hei Ardi. Kamu apa kabar? --> inget2 gaya bicara pas SD. Begitu lambat, lembut, dan masih pake 'aku' dan 'kamu' !
Gue : Hay Emil. Alhamdulillah baiiiiikkkk.. (wtf??). Kamu apa kabar, Emil?
Emil : Aku juga baik, Alhamdulillah..
Gue : Siip.. Eh Emil, kamu kok pake sarungnya rapi bener sih??
Emil : Masa' sih Di? Kamu bisa aja... Hehe --> kok kesannya kayak pacaran ya !!??
Gue : Iya... Rapi banget, kok beda ya sama aku?
Emil : Aah.. Pasti kamu bisa lah lebih rapi daripada aku...

Abis itu, gue dan Emil diem dengerin dewan guru lagi cuap2in sesuatu... Oh, ternyata ngomongin peraihan kotak amal perminggu.

Ngomong2, entah pembaca setuju atau enggak ya, kalo jumlah nominal kotak amal itu kok (khusus terjadi di sekolah swasta Islam di Indonesia)... Makin naik tingkatnya - makin rendah ya jumlahnya?

SD : Alhamdulillah, kotak amal minggu ini terkumpul sebesar satu juta rupiah! --> pas mantap!
SMP : Alhamdulillah, kotak amal minggu ini terkumpul sebesar Rp. 500.000,00! --> Hmm, not bad...
SMA : Alhamdulillah, kotak amal minggu ini terkumpul sebesar... (menjawab dengan keringat dingin)... Rp. 120.000,00 ... Saya sempat mendengar bahwa ada tuh satu hari ketika semua kelas gak beramal SEPESERPUN... Bener tidak, tuh?--> Ya Allah! Apakah kita2 ini calon penghuni neraka kalo gini caranya???

Kembali lagi ke cerita tadi, tiba2 aja!
Emil : ... (mata tertutup dan mengerut)... Ukh.. HATSYIM!!

Ooh.. Dia bersin toh..

Gue : Kamu bersin ya...? --> udah tahu tetep aja nanya! Mental SD banget iniii !
Emil : Iya... Aku bersin... --> tetep dijawab sesuai dengan EyD! Hahaha, pas mantab!

EH !

Gue ngelihat ke depan... Ada temen yang ngobrol2... Gue perhatiin salah satu di antaranya... Pake seragam (ya iyalah!).. Tapi.. Di punggungnya itu... KOK ADA WARNA HIJAU2 KEKUNING2AN YA??

Gue : .... (holy shit! Ingusnya Emil mental ke tuh anak!)
Emil : ... Kamu kenapa, Di?? --> loh loh loh??
Gue : Enggak... Aku enggak kenapa kenapa kook...

General Law : Percaya sama gue, bahwa ada kesimpulan secara sosiologis yang menarik! Semakin rapi seseorang memakai sarung, maka semakin baik pula kemampuannya untuk meluncurkan serangan ingus (wtf??) ke orang lain! Suatu saat - sekedar tips di tengah kejamnya hidup di masyarakat --- PAKAILAH SARUNG YANG RAPI BUAT BISA NGELANCARIN SERANGAN INGUS! DIJAMIN, MALING, BEKAS NAPI GAK JELAS YANG BERKELIARAN DI METROMINI, PEMERKOSA DI ANGKOT, DAN KRIMINIL2 LAINNYA BAKALAN TAKUT SAMA KITA!

Senin, 11 Juni 2012

Kayak GTA! (2)

Nah, kali ini kita ke cerita baru ya, teman2 :D

sama seperti yang sebelumnya, gue ke kuliah antropologi pariwisata pada hari yang lain. Jadi, enggak di dalam satu kejadian yang sama ya. Kalo etnografer bilang - kayak bikin journal report atau diary.

Eh, maksudnya?

Ah sudahlah. Lagi males mikir nih gua!

Nah, langsung aja ke cerita.

Pak Dosen : Nah, saudara. Kali ini, saya mau nih ceritain tentang hotel2 yang baik dan yang enggak baik - khusus cuma buat saudara! Haha, soalnya menarik nih.
Gue : ....
Pak Dosen : Silahkan saudara cek hotel2 yang ada di sekitar kawasan *sensoor!* dan yang bernama *sensoor!*. Nah, hotel *sensoor!* ini punya hal2 yang enggak baik nih. Tahu enggak, hotel *sensoor!* ini profit rating-nya sebesar 300 % loh!
Gue dan seisi kelas : ... !!! (ya kagetlah! Aneh banget ada hotel kayak gitu! Laku mulu, maksudnya!)
Pak Dosen : Ya, mengetahui hal yang aneh itu... Saya langsung aja bertanya ke yang bersangkutan. Maksudnya, managernya gitu. Oke, langsung aja nih.

"Pak, ini dengan managernya?"

"Ya betul sekali. Saya manager hotel *sensoor!* ini. Ada apa ya, Pak? Mau menginap di sini?"

"Ooh, oh, enggak. Saya kali ini enggak berkeinginan buat menginap, sih.Tapi, yang saya dengar nih, hotel ini laku banget ya, katanya?"

"Haha, bisa aja bapak. Tapi sih, profit rating-nya mencapai 300% sih!"

"(kaget, jelas!) HA?? KOK BISA BEGITU YA PAK??"

"Iya, mohon bapak jangan panik dulu. Bisa saya jelaskan. Jadi, ceritanya gini nih Pak. Yang biasa datengin hotel ini sih, ciri-cirnya... Kebanyakan pasangan lawan jenis... Ada juga sih yang sesama jenis... Tapi banyakan tuh.. Laki-laki muda sama wanita tua.."

"Loh, bocah laki-laki usia lima tahun sama enci2 gitu Pak?"

"Ya enggak Pak! Maksud saya, pemuda2 gitu sama wanita bertampang.. Senior gitulah..."

".... (dalem hati Pak Dosen: Wah, nih manajer. Langsung aja kenapa: BRONDONG SAMA TANTE GIRANG ALIAS GILA RANJANG --> pendapat gue: Khusus buat 17 tahun ke atas! Kalo ada yang gak masuk ke kriteria, segera datang ke masjid dan bertaubat Kepada-Nya! Gue pribadi gak mau tahu! uhuy! *!?*)

"Nah, saya lanjutin ya Pak. Terus, mereka itu dateng terus menerus. Di sini, ya, biasanya mereka check in pada pukul 08.00 pagi hingga check out pada pukul 11.00"

"... Ya itu mah normal2 aja, Pak!"

"Sebentar Pak, saya belum selese ceritanya! Nah, terus mereka check in lagi loh pada pukul 12.00 !"

"... Wah, aneh banget nih, Pak..."

"Iya, Pak. Lanjutin deh, terus saya dengar dari karyawan2 saya: KOK BANYAK BANGET YA DARAH YANG BERCECERAN DI ATAS KASUR??" --> buat 17 tahun ke atas !!!!

"... !!!"

"Ada apa, Pak?"

"Tidak apa2, lanjutin ceritanya aja Pak, silahkan!"

"Iya, waloupn profit ratingnya gede banget. Tapi, saya menyesal. Secara pribadi, biaya produksi yang mesti dikeluarin itu paling banyak buat: KARYAWAN YANG NGECEK ADA DARAH APA ENGGAK, LAUNDRY BUAT NGEBERSIHIN DARAH, SAMA BENERIN BIAYA KASUR YANG RUSAK -- PER-NYA ITU LOH KOK JADI GAMPANG RUSAK! Wah, Ya Allah, salah apa ya saya -- ngurus hotel aja gak kompeten gini!"

"... Oh, terima kasih atas informasinya ya!"

Setelah mendengarkan excerpt lisan itu, kontan seisi kelas guling2 ngakak luar bi(n)asa!

Akhirnya, gue 'konsul' seperti biasa ke teman2 sejawat tanpa pake jerawat!

Gue : Tuh kan, Mar, Ndro. Bener2 kayak mainin GTA!
Indro dan Damar :  .... !! (cekikikan)
Gue : Bedanya, kalo gue itu, di Vice City Stories, rumah bordil yang gue jadiin mobile hotel (alias motel) dan hotel bintang 5! Hal itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan biologis (baca: sexual intercourse) para konsumennya. Kenapa motel? biar konsumen yang udah pada jalan2 banyak bisa melepaskan kelelahannya melalui wadah berupa 'kasur' dan 'pertarungan di atas kasur'. Kenapa hotel? biar konsumen puas sama fasilitas2nya!
Indro dan Damar : HAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAH !!
Pak Dosen : Nah, itu dia, ada yang masih ngakak sama cerita yang tadi saya sebutkan. Coba deh, salah satu sebutin apa yang bisa dipelajarin secara antropologis!
Damar : (tunjuk tangan) Ya Pak! Saya yang ngejawab ya! Jadi, hotel itu sebenarnya dibutuhin buat rangka pemenuhan sexual intercourse. Gak cuma mengibur diri sendiri atau sekedar mencari tempat buat berdomisili sementara karena beberapa alasan seperti dinas, dst. Menurut saya, ini seharusnya ditanggapi secara positif! Menurut saya, ini bisa jadi baik, gitu, kayak yang tadi saya jelaskan.
Pak Dosen : Wah, kalau begitu Anda adalah seorang Durkheimian donk! (baca: penganut aliran Durkheim). Saya salut dengan pikiran Anda yang begitu fungsionalis!

Satu kelas guling2 ngakak gak karuan melenggang kangkung lebih dari apa adanya!

General Law: perkuat konsep mengenai kebutuhan biologis a la Parsudi Suparlan melalui satu permainan rakyat yang disebut Grand Theft Auto! GTA - mainannya antropolog banget! Hwa hwa hwa hwa!

Kayak GTA!

Oke temen2. Di sini, gue cuma mau share soal perkuliahan gue yang (ternyata) konyol juga! Nah, ada dua temen gue, Damar sama Indro. Damar ini suka banget ngelawak, jago banget gitulah. Eh, kalo si Indro - gak jago ngelawak. Tapi, JAGO KETAWA. Sedangkan diri gue, ibarat game - seimbang - ngelawak jago - ketawa juga jago *!? wtf!!

waktu itu, kita bertiga lagi ngikutin kuliah antropologi pariwisata. Ya, intinya, kuliah itu berusaha mengantarkan kita kepada bagaimana sih cara2 untuk memahami manusia lewat trip2 atau perjalanan yang bersifat jamak tetapi juga menyenangkan lahir batinnya dia.

Tapi,

yang ngajar waktu itu kocak. Si Pak Dosen - yang gak gue sebut namanya - corak pikirnya fungsional gitu. Maksudnya: cari hal yang positif - walaupun satu hal aja. Misalnya, pernah suatu kali beliau berkata kepada kami,

"Eh, saudara2. Tahu enggak, kalo di Eropa itu, pelacuran adalah hal yang biasa. Terutama pada masa2 industrialisasi. Ada sih yang membantah, namanya Emile Durkheim. Tetapi, setelah dia melihat kenyataan yang terjadi - ternyata pelacuran itu cuma dibuat untuk memuaskan hasrat seksual. Jadi, pekerja2 di pabrik saat itu bingung - kan udah pada punya istri semua tapi istri2nya lagi pada di rumah. Mereka si naker malah tinggal di asrama buruh. Maka, satu2nya cara untuk memuaskan 'itu' : ya nge seks lah di rumah bordil!"

satu kelas pada ketawa ketiwi.

"... Saya lanjutkan nih. Oke, intinya sih, Durkheim jadi berubah pikiran. Katanya - kalo itu (pelacuran) memang menjadi penyakit sosial (social malady). Tetapi, itu juga dibutuhin buat kebutuhan biologis manusia..."

"... Jadi, kebutuhan biologis manusia - atau sering disebut sebagai kebutuhan primer - gak cuma makan, minum, dan tidur juga ya. Seks juga. Dan, seks itu gak sama dengan cinta. Ya? Setuju?"

satu kelas pada guling2 gak karuan!

Gue sendiri dalam hati, berpikir hal tersebut - walopun ngaco banget:

"Wah, kayak GTA donk! Grand Theft Auto - maksudnya!"

Gue langsung aja 'konsul' ke Damar dan Indro:

Gue : Mar, Ndro, lo tahu GTA gak?
Indro : Gue tahu tapi enggak mainin. Nyimak aja selama ini.
Damar : Gue tahu kok. Gue mainin yang tokohnya CJ itu loh.
Gue : Oh, Carl Johnson. GTA San Andreas itu mah.
Damar : Yoi, betul! Wah, Ardi juga mainin nih, game2 begituan.
Indro : Wah, Ardi main?? Lo mainin yang mana aja?
Gue : Gue mah mainin bebas aja. Hmm.. Gue itu mainin GTA Vice City, San Andreas juga, Vice City Stories, sama satu lagi tuh yang tokohnya Tony Cipriani.
Indro dan Damar : .....
Gue : ...?
Damar : Ardi nih. Anak alim mainin juga game2 yang begituan
Gue : APAAN SIH !!!??
Indro : HUUKKHUUHU... AHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHAHAH !!!!
Gue : Hwa hwa hwa hwa !
Damar : Hehe.. Wah Ardi nih, ngetawain diri sendiri!
Gue : Ih, ge'er amat sih Mar! Gue ketawa gara2 ketawanya Indro kok!
Indro dan Damar : ....
Pak Dosen : Eh, yang di sana kok ngerumpi sendiri?
Gue, Indro, dan Damar : .....
Pak Dosen : Oke, kita lanjutin ya materinya.
Gue : Ya, Mar, Ndro, gue lanjutin. Kan gue ngedenger ceritanya Pak Dosen tadi. Kok, mirip GTA gitu.
Indro dan Damar : ... !! (cekikikan)
Gue : Nah, kayak ini nih. Gue mainin GTA Vice City Stories. Kan gue bikin rumah bordil gitu. Kenyataannya, intinya bisnis rumah bordil yang gue jalanin itu lakunya justru kalo gak di tempat2 sepi - kalo gak di tempat2 yang banyak pabrik2nya gitu.
Indro dan Damar : ... !! (cekikikan)
Gue : Lanjutin ya, belum selese nih ceritanya. Nah, seiring berjalannya waktu, pabrik2 makin banyak. Eh, kayaknya gue masih inget. Awalnya, bisnis gue 'cuma' laku sekitar $5000. Lah, sekarang2 ini - pas pabrik2nya makin banyak - gue dapet untung ampe sekitar $35.000 ! Gila, game ini ternyata 'ngena' banget ya secara antropologis!
Indro dan Damar : HAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA !!!!
Tiba2!
Pak Dosen : Eh, saudara2 yang ada di situ, yang nyerocos melulu, kalo kuliah ini enggak menarik mendingan keluar aja deh. Saya enggak merasa dihargai nih!
Gue, Indro, dan Damar: .... Maaf, Pak!

General Law: makin sering main GTA, makin kuat pemahaman lo untuk ngelihat masyarakat baik secara sosiologis maupun secara antropologis! Trust me, it works! Hwa hwa hwa hwa!! XD

Senin, 28 November 2011

Pancasila Dream! (Kapan ya??)

Suatu hari pas kuliah, gue lagi berdiskusi di kelas bersama seorang teman yang (cukup) aneh alias lucu. Namanya Bayu. Dia orang yang cerdas, tapi lucunya terkadang ia sering mengeluarkan kata2 yang membuat orang2 terkocok perutnya lewat pendekatan ilmiahnya (hm?) , termasuk gue (hm?). Nah, langsung aja deh ceritanya kita mulai... (Tokoh : Dosen, Gue, Bayu)

Dosen : Ya, tolong diperhatikan pertanyaannya nih. Ya, apa yang menyebabkan bangsa heterogen seperti Indonesia lebih banyak mengalami stagnansi ketimbang bangsa2 yang homogen seperti Jepang?

Dosen : Kita juga perlu memerhatikan bahwa Jepang yang homogen juga maju, dari zaman Restorasi Meiji dia udah lepas landas loh (teori ekonomi-nya take off). Nah, kenapa tuh?

Bayu : Di, menurut loe apa..?

Gue : ..... (lagi mikir keras..)

Bayu : Di, menurut loe apa..?

Gue : ..... (lagi mikir keras..)

Bayu : Di, menurut loe apa..?

Gue : ..... (lagi mikir keras..)


** Gila gak bakalan berhenti ampe tahun depan nih kalo gue asal main copas copas mulu! **

(dialog tambahan: tokohnya gue sama Orang Imajiner)

Orang Imajiner : Pak Ardi, mohon jangan copas. Karena itu telah melanggar akademis!

Gue : Iya, plagiarisme kan?

Orang Imajiner : Ya kalo udah tahu gitu kenapa tetep dilakuin, Pak?

Gue : ....

** Sudahlah! **

Lanjut ke yang tadi ya??

Gue : BUSET DAH BERISIK LOE BAY!

Bayu : ....!!

Dosen : Mohon yang di sudut sana jangan berisik, paham maksud saya?

Gue dan Bayu : .....

Dosen : Lanjut, silahkan saudara sekalian berpikir sejenak dahulu lalu ajukan jawabannya ke saya apabila sudah ketemu...

Bayu : Di, loe nyadar gak, kalo Amerika kan heterogen juga, malah dia menganut multiras.

Bayu (lagi) : Kalo main itung2an, parahan Amerika malahan yang udah mainin multi ras, padahal Indonesia aja baru multi etnis

Gue : Bay, gue gak ngerti main itung2an, otak gue lemah di matematik.

Bayu : YEE BUKAN ITUU!

Dosen : Mohon tenang...!

Gue dan Bayu : ....

Gue : Haha, canda aja. Ya, gak bisa itung2an lah Bay. Indonesia sama Amerika sama aja parahnya kok, mereka kan juga sama2 pemangku pluralisme (berbeda2 tetapi saling mengkotak2an atau memisahkan diri).

Bayu : Nah, terus... Yang gue bingungin cara menyatukannya itu loh..

Gue : Iya. Pake jargonlah (baca: istilah iklan atau slogan yang dapat meyakinkan ke orang awam sekalipun). Misalnya, Indonesia bersatu karena Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda2 tepi tetap satu. Itu sebenernya merujuk kepada antitesis pluralisme, yaitu multikulturalisme.

Bayu : Oww... Nah, kalo Amerika itu...

Gue : Wah, Amerika gue gak tahu...

Bayu : Namanya kalo gak salah "The American Dream".

Gue : Ooh... Baru tahu gue..

Gue (lagi) : Dari namanya keren tuh!

Bayu : Ya namanya juga jargon, siapa sih yang berani ngomong kalo itu gak keren!?

Gue : Iya, artinya kita harus evaluasi diri nih. Bhinneka Tunggal Ika gagal menjadi jargon. Maaf2 aja, kalo itu berhasil, kenapa harus ada gerakan2 koleri di Papua, GAM, ketidaknyamanan Dayak Kalimantan, state dan ekspatriat yang selalu mementingkan self maupun vested interest, dan sebagainya....

Bayu : Yoi, Di.

Gue : Nah, kita harus niru Amerika nih!

Bayu : Apa tuh, kayak gimana tuh Di?

Gue : Mari kita bikin, THE PANCASILA DREAM!

Bayu : ????

Gue : Eeh, kok bingung sih?? Inget, di situ termaktub lima sila yang digunakan sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara. Semua orang Indonesia yang punya tumpah darah di Indonesia, baik dalam kandungan maupun menjelang ajal sekalipun, harus bisa menjalankan kelima sila tersebut!

Bayu : Iya, tapi kok konyol amat namanya itu plagiat The American Dream banget!

Gue : ....

Bayu : Gimana, Di?

Gue : Iya sih Bay. Gue bingung, pusing gue.

Bayu : Haha bung Ardi nyerah nih...

Bayu (lagi) : Btw, mau jawab gak, pertanyaannya?

Gue : *baru nyadar* Oh iya, ada pertanyaan ya?

Bayu : Apa sih pertanyaannya?

Gue : ....

Bayu : ... Di?

Gue : Lupa gue.

Bayu : YAAH!

Dosen : Tenang... Tenang...

Gue dan Bayu : .....

Dosen : Sekali lagi, mengapa bangsa heterogen seperti kita cukup sulit untuk melakukan suatu progress dalam pembangunan maupun peradaban dibandingkan dengan mereka semua yang homogen?

Bayu : Tuh, Di. Jawabannya apa?

Gue : Mana gue tahu!

Bayu : Lah, terus dari tadi kita omongin apaan?

Gue : Tau deh! To sum up, from The American Dream to Pancasila Dream dah!

Bayu : Yaelaah OOT (Out of Topic) bangeet!

GUBRAAK!

Opini gue

1. Iya, jujur, gue jawab The Pancasila Dream sebagai proyeksi kekeselan atas apa2 yang terjadi pada Indonesia. Iya, susah banget kalo mau nyatuin Indonesia, nyatuin kita semua yang heterogen ini. Gue sendiri orang Sunda Sumedang, gue punya Teman Minang Chaniago, Batak Hutabarat, Pesisir Cirebon, Wong Kota Palembang, dst dst dst... Tapi, apa sih social cohesion sejati buat kita? Apakah Indonesia hanya sebagai batas imajiner yang dibentuk dari penjajahan?

2. Buat ngejawab pertanyaan dosen yang gue post tadi sih, gue jadi pengen jawab. Kenapa baru jawab sekarang? Karena pikiran gue masih waras, pas di kelas tadi pikiran gue rada spaneng *lho kok ngaku* .

--> Bangsa heterogen, menurut Koentjaraningrat emang sulit untuk direkatkan karena memiliki orientasi budaya yang berbeda2 satu sama lain. Self Esteem dari Carok dan Taretan a la Madura, orientasi masa lalu yang indah a la priyayi Jawa, orientasi melting pot (dinamika kebudayaan yang di dalamnya terdapat pluralisme) di super kultur metropolitan seperti di Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang, Medan, dan sebagainya (mohon maaf!). Tentu aja, bingung mau nyatuinnya gimana. Pancasila dan substansinya, dari konsensus The Founding Fathers... Masih banyak diperdebatin soal asal mulanya... Begitu pula dengan Bhinneka Tunggal Ika

--> Bangsa heterogen di Amerika kok bisa menyatu? Gak cuma The American Dream. Menurut hemat gue, angka buta huruf dan kualitas pendidikan serta kesejahteraan sosial lainnya juga menjadi variabel yang turut berkontribusi dalam hal ini. Ya, gue cuma ngira2 aja, gak pake statistik dan GPL (gak pake lama *lho*). Tentu, kalo ditanya tinggian angka buta huruf mana, di Indonesia atau Amerika, ya tentu aja negara tercinta yang mesti kita jawab, walaupun sangat sakit hati dan mesti kita terima. Amerika, sangat menjunjung aspek kesejahteraan sosial seperti penekanan angka buta huruf, kualitas pendidikan, dan jaminan kesehatan. Di Indonesia? Iya, banyak orang2 yang gak mampu karena gak beruntung (mohon maaf!) sehingga jangankan buat pendidikan, cari sesuap nasi aja masih susahnya minta ampun! Sehingga, karena lapar, orang2 Indonesia bermental pragmatis (instan), kriminalitas meningkat, dan protes2 berbentuk gerakan sosial terjadi di mana2, eh ditanggepin dengan koersif dan dengan pasang tampang bernada bingung belaka!

--> Dan apabila pendapat gue dilakuin : samain dengan Amerika, artinya kita masih di bawah pengaruh dari negara2 dunia pertama. Kalo kata Immanuel Wallerstein dan Etzioni Halevy yang katanya lulusan dari Eropa, negara dunia ketiga yang mana merupakan bekas penjajahan dan masih dalam tahap perkembangan dari segi ekonominya (ya negara kita, sekali lagi, sakit hati!) harus bisa meniru apa2 yang telah dilakuin oleh negara dunia pertama yang merupakan negara bekas penjajah dan sudah dalam tahap konsumsi massa (the high mass of consumption.. Kalo gak salah, CMIIW). Kalo kita meniru ilmu mereka, artinya kita sama aja copas, seperti parodi imajiner yang tadi gue sajikan! Bahkan, peradaban sekalipun tetap bernuansa Eropa Sentris hingga sekarang. Bangga sekali bisa berbahasa inggris (termasuk gue, yoi, gue mesti evaluasi diri) tetapi ketika memakai bahasa nasional justru ada komentar implisit bahwa itu sama sekali gak keren, bangga ketika kita berhasil membaca habis karya ilmiah orang Asing asal Eropa dan Amerika, padahal mereka meneliti kebudayaan bangsa kita, aneh!

--> So, ini bukan merupakan kesimpulan yang bagus! Perlu dialektika! Siapa tahu yang komentarin di bawah ini jauh lebih bagus dalam berpendapat!

--> Kalo ada yang mau menanggapi, silahkan di komen! :D

Jumat, 25 November 2011

Pengantar Ilmu Perpeloncoan (Sebuah Fakta Sosial dari Sudut Pandang Konflik Disfungsional)

Assalamu'alaikum Wr. Wb!

Hai teman2 pembaca, apa kabar semuanya? Mudah2an kalian semua baik2 ya :)

Akhirnya, setelah sekian lama gue gak menulis lagi, gue diizinin Oleh-Nya untuk kembali menulis. Maklum aja, tugas kuliah yang cukup resek bikin gue pusing dan jadinya gak sempet juga buat ngutarain pendapat lewat piranti yang luar biasa ini : blog.

Dan gue bersyukur banget karena Ia memperbolehkan gue buat nulis2 lagi, ngutarain pendapat2 gue, baik yang lucu2, maupun yang kontroversial, seperti yang saat ini bakal gue tulis

Kontroversial?


Mengundang makna yang cenderung ambigu dan bahkan mudah untuk difalsifikasikan?


Mungkin.


Gue setuju banget dengan jawaban itu.


Tapi, gue juga manusia, izinkanlah gue berpendapat mengenai perpeloncoan dalam sudut pandang konflik disfungsional. Konflik disfungsional ini sendiri artinya perspektif ilmu sosial dan politik yang melihat kepada suatu fenomena dengan menjelaskan apa2 saja yang masih perlu dibenahi dan melihat pula apa saja latar belakang dari fenomena tersebut.

Kalau teman2 pusing melihat definisi di atas, gue gak bakal segan2 buat ngejelasinnya lebih singkat dan jelas. Mudah2an dapat dimengerti, kalo enggak ya udah, gue kira setiap orang berhak buat gak ngerti akan sesuatu. (catatan: kalo gak ngerti beneran atau mau sanggahan silahkan komen ya di bawah, gak ada salahnya kok)

Jadi, melihat sesuatu dari sisi2 yang jeleknya dan melihat apa sih sumber masalahnya??


Ada dua jenis sumber masalah, yaitu:

1. Malfungsional. Yaitu, ketika fungsi dari suatu hal mengalami penyalahgunaan. Misalnya, senior yang seharusnya memberikan teladan buat juniornya malah memeloncokan mereka. Pada konteks ini, kita dapat menjelaskannya mengenai perihal2 yang dianggap menjadi perusak status dan peranan senior tersebut. Kenapa penting? Kasihan, masa depan senior dan junior perlu dipertimbangin, gue pikir dan gue rasa. Karena, mereka adalah generasi penerus bangsa. Andaikan kita menninggal, gue meninggal, siapa yang dapat menggantikan kita, ya kecuali anak cucu?

2. Disfungsional. Yaitu, ketika fungsi dari suatu hal mengalami kepunahan. Misalnya, senior yang seharusnya memberikan teladan buat juniornya malah tidak melakukan suatu hal apapun terkait teladan2 tersebut. Nah, apa bedanya dengan butir yang pertama? Sebenarnya, gue mengklasifikasikan kedua hal ini gak secara baku (walaupun harapannya dapat dipisah secara dikotomis). Tetapi, silahkan dikritik melalui komen agar dapat dibangunkan proses dialektika ini. Bedanya, si senior ini dianggap tidak melakukan peranannya sebagai pemberi teladan


Jadi, bisa aja pada butir pertama, malfungsi adalah penyalahgunaan otoritas. Sedangkan disfungsi adalah tidak adanya atau tidak jelasnya kedudukan - baik status maupun peranan - dari ... Gue gak (cuma) bakalan nyebut senior... Siapapun yang mempermainkan fungsi tersebut, sekaligus mungkin juga GUE!!

....


Apa sih artinya fungsi tersebut, yang telah tadi gue sampaikan?


Menurut Durkheim, fungsi adalah tujuan. Sedangkan, menurut Radcliffe-Brown, fungsi adalah manfaat. Gue kira, kedua pendapat tersebut dapat dipakai dalam konteks ini.


Sedangkan, keseluruhan dari pemikiran gue, kalo gue boleh ngungkapin secara jujur, merupakan percabangan dari Karl Marx.

Banyak yang ngomong kalo dia adalah tokoh yang menyeramkan. Tidak percaya kepada Tuhan, baik agnotis maupun atheis. Tapi, di satu sisi dia sangat membela kaum buruh inti (proletar). Tapi, di satu sisi dia sangat mengecam kaum pemilik modal (borjuis).

Gue gak bisa ngucapin kalo mereka yang menganggap Marx adalah orang yang seperti itu adalah salah besar. Enggak. Lagian juga, ini udah masuk ke dalam ranah ilmu sosial. Yang mana ilmu tersebut mempunyai rumus satu tambah satu tidak sama dengan dua. Lalu, tidak mempunyai objek, karena manusia dianggap sebagai subjek. Iya loh. Antropologi menganggap manusia sebagai subjek. Sosiologi juga menganggap manusia adalah subjek, sedangkan yang menjadi objek adalah fakta sosial, sui generis, realitas sosial, masyarakat, dan sebagianya. Hukum? Napi sekalipun menjadi subjek, karena objek adalah truisme (UU, UUD, Norma, Custom, dst --> Ya, aturan maksudnya).


Latar belakang kenapa gue pake sudut pandang ini dalam menjelaskan perpeloncoan adalah... Karena, ya, cenderung subjektif. GUE BENCI DENGAN PERPELONCOAN.


Gak cuma gue.

Yakin.

Banyak teman2 pasti yang benci juga kan?

Dan masih inget dalam kepala gue..

Teman 1 : Di, senior gue melecehkan gue dalam strata sosial! Mentang2 dia punya hape bagus, dia jelek2in hape gue

--> Oke, bisa aja gue bales "tenang masbro, yang diejek kan hape elo, bukan DIRI ELO SENDIRI KAN YANG DIEJEK?" . Tapi, masuk akal gak sih? Masuk akal. Masuk perasaan gak? Enggak!!

Teman 2 : Gue gak suka berada dalam keadaan tertekan. Haha, padahal gue mantan anak berandalan, aneh...

--> Oke, bisa aja kan gue bales "Santai gan. Kan mantan anak geng nih, kalo ada yang berani menekan elo, elo bisa kan ajak ribut dia? Kalo perlu, bunuh aja! BUNUH.". Masuk akal gak? Masuk akal. Bisa dilakuin gak? Bisa. Konsekuensinya? Banyak, mendekati haram malahan! Kalo beneran dibunuh, bakal masuk jinayah (pidana Islam), hukum pidana, hukum adat, dan sebagainya, kan repot banget!

Teman 3 : Di, gawat! Gue disogok sama senior! Padahal, buat ongkos naik kereta aja udah pas2an... Gue pulang naik apa ya...??

--> Oke, bisa aja kan gue bales "Tenang aja, gue talangin buat sementara waktu ongkosnya". Sialan, masa cuma gara2 dipalak, gue mesti nalangin dia sih? Enggak, bukan maksudnya pengen nunjukkin ke elo2 semua bahwa gue berpola pikir 'forced tolerance', tetapi....... Gue kan juga gak bisa seenak jidat dimanfaatin seenaknya... Baik sama senior maupun sama teman... Ituloh, perpeloncoan yang menjamur dapat menyebabkan polemik2 yang bermakna ambigu!


Dan sebagainya... Nanti, selengkapnya gue bakal ceritain yang lainnya. Tentu aja, yang tadi itu cuma intermezzo aja. Jadi, buat pembaca sabar ya.

Kenapa subjektif?

Mirip dengan Marx, ia juga mempunyai keinginan meneliti alienasi pada kelas2 sosial karena ada kaum proletar yang mati karena kelaparan akibat kegiatan2 yang terlalu intensif. Bukan intensif lagi malahan, justru TIDAK MANUSIAWI.

Alienasi... Yaitu bagaimana objek material yang dibuat oleh kaum borjuis berkat jasa proletar dapat membodohi borjuis itu sendiri. Seakan2 benda hasil produksinya itu menyuruh dia untuk "Ayo donk, bikin gue lagi, lebih bagus lagi! Kalo udah bagus, PENTINGIN JUMLAHNYA, BIKIN LEBIH BANYAK. KAN ELO PUNYA ANAK2 BUAH (PROLETAR), YA MANFAATIN AJA MEREKA". Akibatnya, kegiatan produksi makin intensif dan semakin tidak manusiawi, dan tentu core of labor (proletar, kaum buruh) akan shock melakukannya.

Walaupun sudah memakai wawancara mendalam, hasil tetap akan subjektif karena masih belum mewakilan semuanya. Belum lagi, tidak semua hasil wawancara tersebut berlaku absolut benarnya. Inilah yang bikin Marx kerepotan.

Sedangkan, gue ngerasa bahwa nasib gue mirip dengan dia.

Ketika gue pengen banget nerjemahin kata perpeloncoan ke dalam alienasi, maka tentu saja hal ini terus dapat difalsifikasikan.

Gue pikir, alienasi yang dimaksud adalah... Mengapa junior mau aja dibodohin sama senior? Mengapa senior mau aja membodohi generasi penerus mereka? Dan kalaupun perpeloncoan berhenti, maka apa yang terjadi? Pasti ada pro kontra. Pro karena perpeloncoan bukanlah praktik yang baik dalam pendidikan, disangka tidak sesuai dengan tujuan pendidikan yang termaktub dalam UUD (misalnya). Sedang, kontra karena.... Masa angkatan mereka kena peloncoan sedangkan angkatan2 abis mereka kagak kena..? Perlu keadilan sosial ya?


Kedua, gue masih menganggap ini subjektif karena ini merupakan pengalaman gue dan teman2 gue yang tentu aja masih belum diteliti secara baik, dalam artian diklarifikasikan secara ilmiah. Ya, tentu aja, gue bener2 ngarepin banget kalo perpeloncoan itu gak ada.

Bahkan, Lady Gaga aja bikin gerakan sosial anti perpeloncoan. Gue bukan merupakan fansnya dia. Gue juga tidak kenal siapa dia sebenarnya (lho?), ya, tetapi gue salut sekali dengan keberanian dia.


Perpeloncoan menjadi fakta sosial, kenapa?


Menurut Durkheim, fakta sosial sendiri mempunyai ciri2 sebagai berikut, dan akan gue mix dengan perpeloncoan, yaitu:

1. Merupakan fenomena kolektif, bukan fenomena individual. Artinya, bukan cuma berpaut dengan seseorang belaka. Tapi, mesti ada minimal hubungan dua orang (dyadic relationship). Perpeloncoan merupakan sistem tindakan asosiatif yang melibatkan minimal dua orang dan merugikan salah satu pihak atau/dan pihak lainnya

2. Memaksa secara koersif, bahkan secara individual. Pada perpeloncoan, tentu kita dapat melihat bahwa junior mesti takluk saat menjalani ospek, seakan2 senior adalah Tuhan mereka. Junior harus membawa bekal berjargon aneh seperti belimbing bintang enam, snack nyenders, susu Kikan, kue puncak, dan sebagainya yang cukup bikin gue muak dan sakit kepala!

3. Ditransmisikan dan dishared. Ditransmisikan ialah diwariskan turun temurun, alias antar generasi. Sedangkan dishared atau dibagi2kan ialah disebarluaskan secara intragenerasi atau dalam generasi yang sama. Tentu aja, perpeloncoan udah ada dari dulu, dari jaman penjajahan juga udah ada.

4. Mempunyai fungsi. Ya, mempunyai tujuan (end). Macem2 sih fungsi yang ada pada perpeloncoan. Misalnya, social cohesion atau alat perekat sosial antar generasi. Tapi, ada banyak sisi negatifnya. Misalnya, mempengaruhi secara afektif, yaitu persepsi yang salah mengenai orang2 yang dianggap sebagai penguasa perpeloncoan, dan sebagainya.

Cukup sekian dulu, pengantar dari gue. Nanti, bakal gue kisahin lagi, apa aja sih yang masih aja nyangkut di kepala mengenai perpeloncoan itu.

Minggu, 16 Oktober 2011

Ayo, ini adalah ini, bukan, itu!

Aloha teman2!


Langsung aja, gue punya beberapa referensi (?) tentang kata apa2 aja yang mirip2. Mulai yuk, dari temen2 kampus gue... ( Tokoh : Mbing, Anis, Semua, Gue)

Mbing : Ah iya, kita lagi omongin apa, kawan2?

Anis : Yoi Mbing. Ayo, kita bikin atribut buat anak 2010.

Mbing : Apa ya? Topi gitu?

Anis : Boleh boleh!

Gue : ..... (Yah... Gue kagak biasa pake topi...)

Mbing : Oke, kalo enggak model yang lebih keren deh, iket kepala. Ayo, pada setuju gak??

Semua : KEREN KONSEPNYA!

Mbing : Asik dah.... Sekeren orangnya...

Semua : .... (ngibrit ke WC, pengen muntah)

Mbing : Oh ya, btw nama lainnya turban yak.

Gue : Yoi.

Mbing : Mirip nama mesin ya.

Semua : ITU NAMANYA TURBIN !!!!

Gue n Mbing : ......


Pas gue lagi SD, gue punya temen lucu banget. Namanya tuh Rio. Chubby, pake kacamata, dan kocak banget kalo lagi ketawa. Singkat aja, ceritanya gini nih. (Tokoh : Gue, Rio)

Gue : Hola, Yo!

Rio : Ukkhihihihihi!

Gue : Hehehehe....

Rio : Kenapa ketawa, Di?

Gue : (lah, ya ampun, gubrak!) .... Seharusnya aku yang ngomong gitu kali. Yaudah deh, aku ketawa gara2 ketawa kamu, kocak sih.

note : kayaknya aku banyak ketawa gara2 ngedenger ketawa orang lain. Yah, itulah aku!

Rio : .....

Gue : (memelas) Jangan ngambek dunk....

Rio : Iya, aku ketawa gara2 gak biasa aja gitu. Tadi kan seharusnya kamu bilang 'halo', kok sekarang malah 'hola', haduh lucu, hiihkhihi !

Gue : (gubrak!! Nembus ke perut bumi !!) ..... Heheheheh LOL (sambil nembus ketawa gara2 dengerin ketawanya Rio, hehe)

Rio : Eh, ngomong2 kamu (masih belum jamannya pake 'btw' sama 'elo' n 'gue' cooy!!) tahu gak tugas bahasa Indonesia..?

Gue : Ooh, yang mana, yang dialek itu bukan?

Rio : Iya, yang itu!

Gue : Disuruh ngapain sih sebenernya?

Rio : Kata guru sih, disuruh cari tuh apa artinya dialek.

Gue : Ooh. Mau ngobrolin itu sekarang gak?

Rio : Boleh. Oke, jadi itu percakapan antara dua orang atau lebih ya?

Gue : BUKAAN ! Itu mah 'dialog' bukan 'dialek' !

Rio : Ooh iyaa ya! Hiihhkikikiki !!

Gue : Hwahwahwhawhawa !!!


....... (no comment! Gak mau ah ngomong apa2!)

Sabtu, 06 Agustus 2011

Adaptasi - Renungan Aneh di Bulan Puasa 2011

Assalamu'alaikum Wr. Wb!


Salam sejahtera bagi pembaca! Yang engga baca, titipkan salam ini yak :kribo:


*!?


Alhamdulillah. Walaupun baru enam hari menjalani rangkaian ibadah puasa, akhirnya sampai juga ke bulan yang penuh rahmat ini. Gue bersyukur banget, karena gue masih diberi kesempatan Oleh-Nya untuk melakukan berbagai kenangan baru pada kesempatan ini.


Kenangan baru.

Walaupun gue engga tahu kenangan itu bakal kayak gimana. Entah indah entah hancur.

Mudah2an indah.


Dan gue juga berharap. Semua pembaca, teman2 yang (bahkan) engga baca ini juga diberi kasih sayang Dari-Nya, mudah2an bisa membuat kenangan indah juga ya, hehehe

Pembaca : Stop, Di. Waktu mengaji udah selese
Gue : Ah iya.
Gue (lagi) : Lah, emang sekarang kita lagi ada di pengajian ya??
Pembaca : Kok nanya kita. Elunya kan yang ngarang nih cerita. Cerita elo adalah otak elo, Di!

Gubrak!

Tahun lalu, pas 2010, gue puasa sambil ngejalanin Ospek. Alamak capeknya luar bi(n)asa. Tapi, Alhamdulillah semua sudah selese.

Dan akhirnya : julukan mahasiswa baru alias Maba udah selese! Julukan si**** !!!

(Astaghfirulloh. Puasa coy!)

Yep. Tapi, kalau boleh gue jujur, gue bener2 benci ngejalanin suatu hal yang pertama kalinya.

Rata2, gue menilai dengan subjektif bahwa pengalaman pertama adalah pengalaman yang memuakkan. Selain pertama kali adalah pertama kalinya ngelakuin sesuatu, jadinya butuh adaptasi buat menguasai suatu materi, masa2 seperti itu juga adalah masa2 yang penuh dengan ketidakpercayaan. Senior pas pertama kali kenal sama gue, mana sih yang ngomong "Ardi itu anak baik!". Hmm... Yang ada justru malah kebalikannya. Mereka memandang gue dengan penuh kecurigaan, dan gue pun juga sama. Semua relatif subjektif. Semua penuh dengan judgement (yang bahkan gak mendasar, dan kayak gue lagi nulis ini). Semua penuh dengan stereotipe dan primordial, bahkan etnosentris juga.

Senior : Elo menilai dengan subjektif, dek.
Gue : Oke kak. Perlu engga Saya bikin penelitian ilmiah mengenai hal ini agar terlihat objektif?
Senior : Now get off, you p*nk!
Gue : Yeah, say what you want, senior. Then, leave me alone!

Maaf, garis gue emang agak keras (atau terlampau keras?)

Gue gak suka dianggep lemah. Cuma gara2 identitas gue yang gak bisa gue pertahanin seperti jenis kelamin (cowok), umur (masih 19 tahun, masih muda), badan kurus kerempeng, muka culun, dan sebagainya. Gue pikir, setiap orang punya hak masing2 buat dapetin HAM-nya, terutama mengenai perihal rasa aman dari takut. Apalagi, negara ini merupakan negara demokrasi kerakyatan. Yah, gue pikir juga, hal ini gak perlu dijelasin lebih lanjut.

Dengan curhat2an gue yang kali ini bakal ke-mix antara serius dengan bercanda. Kita lihat aja nanti hasilnya bakal hancur apa enggak. Engga tahu.


Pas tahun 2007, gue pertama kali puasa saat masuk SMA. Luar biasa, gue gak nyangka kalau diri gue bakal disiksa banget2an. Waktu itu, gue lagi ujian. Berpikir di saat shaum bener2 hal yang berat dan gak biasa buat gue. Luar biasa, hasilnya pun 'sepadan' dengan kerja keras gue.

Hasil ujian mid semester menunjukkan : Ardi Pritadi lolos 8 test dari 16 test! Artinya, cuma setengah doank yang lolos, dan lainnya remedial.

Gue yang melihat papan pengumuman dengan rasa haus disertai kesal gak bisa ngomong apa2. Jujur deh. Pilu hati gue melihat berita itu!

Pas tahun gue menjadi sophomore (tahun pertengahan alias 2 SMA), hasilnya sangat berbanding terbalik. Gue cuma remedial 3 test dari.. Em... Sekitar belasan test tapi kurang dari 16 test. Karena, gue kan anak IPS, gue gak ngejalanin test IPA lagi.

Pas gue jadi maba (mahasiswa baru) juga sama aja. Ampe gak abis pikir gue, kenapa ya gue gampang banget disuruh2 senior buat lari2an, nunduk merenung, ajuin pendapat (walau pada akhirannya argumen gue pasti salah!), dan sebagainya. Gue juga disuruh makrab sama jurusan, tapi gue kok mau2 aja. Giliran gue gak ikutan ospek penutupan, gue disangka berkhianat. Emang, omongan gue politik banget. Pihak yang gak berkenan pasti bakal ngomong kalau gue bener2 bikin sakit hati elo semua!

Tapi, emangnya gue juga enggak sakit?

Gue melawan dengan cara menghindar karena gue gak punya cukup sumber daya politik, apakah gue langsung dinilai pengecut?

Terserah elo! Jawaban ada di tangan elo!

Toh gue juga tahu kalau elo - manusia2 penilai - seobjektif elo menilai, tetep aja ada nilai subjektifnya - elo gak bisa menilai gue pengecut cuma gara2 satu sudut pandang aja!

jadi... Inilah susahnya adaptasi..

That was a 'top notch' dah!

Kamis, 23 Juni 2011

Minta Tolong Dong

Ini adalah kejadian saat SMP kelas satu. Gue masih inget, waktu itu, masa2 newbie merupakan masa konyol yang lucu - dan ada beberapa kenangan yang gue inget. Kelas gue dimulai seperti biasanya. Tapi, ada kejadian yang gak disangka2, berikut kejadiannya (Tokoh : Gue, Arif)

Gue : .... (perhatiin papan tulis, tapi pikiran mengarah ke mana2.. Eh, jangan mesum dulu.. Waktu itu.. Gue lagi mikirin Ma Chao dikhianatin Pang De, maklum, gue termasuk ke dalam kategori sosial 'bocah ketagihan game' --> Apa ini?)

Temen bangku sebelah serong kanan gue itu bernama Arif. Dia sama kayak gue - perhatiin mah perhatiin, tapi jiwanya entah ke mana. Mungkin, dia lagi mikirin cewek2 di ragnarok, kebetulan dia suka main game online, setahu gue, hehehe.

Eh, gak ada angin otomatis gak ada badai (eh, kalopun ada sekolah gue udah ancur kali!) tiba2 ada surat di meja gue. Gue bingung kan, ini apaan? Daripada bingung mulu, mending langsung aja dilihat. (Tokoh tambahan : Surat *hehe bahkan benda matipun bisa jadi tokoh*)

Surat
Dari : Arif
Kepada : Ardi

Di, gue boleh minta tolong ga?

Ya ampun, kirain apaan. Oke, gue tulis tambahannya berikut - gue bakal nolongin dia. Bolehlah, sah2 aja orang menolong orang lain - biar dapet pahala - eh salah, biar menunjukkan bahwa orang tersebut mempunyai sifat pengabdian yang baik bagi nusa, bangsa, agama, dan negara, sehingga nilai2 yang dia anut akan koheren satu sama lain.

*Sebentar2... Ceritanya malah kepotong sama pelajaran sosiologi dan Pkn...*

Tidak lupa, pada surat itu gue bertanya tentang pertolongan yang dia mau. Oke, ternyata yang dia inginkan adalah catatan gue. Hmm... Dia pengen minjem catetan gue... Wah.. Mau engga ya? Akhirnya, gue tanyain apa catetan yang dia mau... Eh, balesannya banyak bener! Abis itu juga, gue bales dengan ejekan. Jadi, if we sumarize it.. Eh.. Jadi, ringkasannya kayak begini nih teman2..

Surat
Dari : Arif
Kepada : Ardi

Arif : Di, gue boleh minta tolong ga?
Gue : Boleh2 aja. Mau minta tolong apa?
Arif : Gue boleh pinjem catetan elo ga?
Gue : Hmm? Catatan apa ya? Boleh dong gue tahu, hehe.
Arif : Yoi Di. Catetan AGAMA, MATEMATIKA, BAHASA INGGRIS, BAHASA INDONESIA, PPKN, EKONOMI, SEJARAH, BAHASA ARAB, ALQURAN, DAN LAINNYA..
Gue : .... -> Hehe ini beneran loh gue tulis
Arif : Kenapa Di?
Gue : ... (sambil nulis agak kenceng dan keras)... Di saat yang bersamaan, guru ngomong, "Tolong, jangan gaduh saat menulis!" ... (nulisnya dipelanin...) ... Alhasil kata2 gue..

DASAR ELO BA*I SE**N T** *****SENSOR ----- BAGI ANAK DI BAWAH 11 TAHUN JANGAN DIBACA ----- SENSOOOORRRR *******


Gubrak !!!

Minggu, 19 Juni 2011

Nama dan Muka

Jadi, ada temen gue yang isengnya minta ampun, namanya Aldo. Dia waktu itu lagi isenk2 lihat buku kenangan jadul dari angkatan2 tua di sekolah gue. Sekalian puas ngata2in kejadulannya (yoi, mohon maaf, beginilah kerjaannya anak2 yang lahir tahun 1992, buat yang lebih tua, mohon dimaklumi and sorry for your inconvenience, maaf atas ketidaknyamanan atas pelayanan publik yang kurang memuaskan... Maaf... Kok jadinya muter2 n gak nyambung..??) sekalian pula ngatain temen gue yang lain yang bernama Danang. Oke, begini nih, cerita simpel namun kocak (menurut gue), mudah2an mengocok perut, kalau tidak ya mohon maaf atas ketidaknyamanannya!
(Tokoh : Gue, Danang, Aldo)

Gue : Lagi ngapain, Do?
Aldo : Liyat aja sendiri.
Gue : Weis songong amat! Gue nanya doank -___-
Aldo : Heheh becanda Di. Iya, gue lagi liyat buken angkatan *sensor*. Jadul banget. Ini kenangan tua disimpen bagaikan harta karun ya. Heheheheh!
Gue : Hahahha!
Aldo : Yoi! Ardi yang biasanya pendiem dan dingin ini bisa juga ketawa.
Gue : (ngambek) Alah elo! Gue kan manusia punya perasaan!
Aldo : Hehe, sekali lagi becanda.
Gue : Lagian, gue juga ketawa bukan gara2 buken yang jadulnya luar bi (n) asa ini kok. Gue ketawa gara2 lucu aja ngeliyat elo ketawa.
Aldo : ....
Gue : Iye. Kok malah elo yang ngambek..
Aldo : Lanjut...

.. Setelah sekian lama baca2 dan liyat2...

Gue dan Aldo : HWAKAKAKAKAKKAKAK !!!!

Gue : Gile, gaya nih kakak jaim (jaga image) banget!
Aldo : Yaelah, ga perlu jaim gitu kali, kalo mau jelek ya jelek aja sekalian!
Gue : Jelek kayak elo, Do?
Aldo : Eeh ya ampun!!

Dan, satu orang lagi dateng...

Danang : Ini apaan sih kok pada ribut?
Gue dan Aldo : Sini Nang, sini! Ada yang lucu! Buken jadul angkatan *sensor*!
Danang : Ooh? Wah menarik nih...

Eh.. Tau2nya...

Aldo : HAHAHAHAHHA!!!
Gue : Hihihi!
Danang : Kenapa, Do?
Aldo : Nang, NIH KAKAK MIRIP BANGET SAMA ELO DEH!
Gue : Hmm? (lah, tadi gue ketawa gara2 apa? Oh iya, gara2 ketawanya Aldo, hehe -__-) Loh?? Oh iya! Wah kocak!
Danang : .... Wah2...
Aldo : Haha.. Jangan sakit hati Nang...
Danang : Iye deh gue iyain...

Eh... Tau2nya lagi!

Aldo : HAHAHAHAHHAHA !!!!! UGHHAHAHAHAHAHA!!!
Gue : (gak bisa nahan! Can't take it much more!) HWAHWAHWAHWA !!!
Aldo : Lah, emang elo tahu gue ngetawain apa, Di?
Gue : Engga tahu, Do! (ya gue ketawa gara2 denger ketawa elo, Do!)
Danang : Gubrak! (yang satu ini 'bunyi'-nya beda)
Aldo : Ini loh! KOK NAMANYA SAMA JUGA!
Gue : Iya! NAMANYA DANANG XXXXXXXXXXX (sensooooorrr nama lengkap disensor demi menjaga nama baik serta ... Gue juga gak tahu sih nama lengkapnya *gubrak* mohon maaf, sekali lagi atas ketidaknyamanan dari pelayanan publik! *Hmm?*)

Danang : Ugh.. Ugh... (Speechless!)

AC Punya Ukuran

Temen2, tahu AC kan? Air Conditioner, jadi pendingin ruangan yang bisa menentukan suhu dalam derajat tertentu. Sejarahnya, eh, males ah, lagi capek mikir -___-


Langsung aja, jadi Ka Adis minta tolong ke gue buat ngatur derajat AC. Sebenernya gak ada yang salah, tapi... (Tokoh : Gue, Ka Adis)

KA (bukan Kereta Api! Ka Adis) : Dek, minta tolong dunk...
Gue : Yoi. Boleh ka, kenapa?
KA : ... (mikir)... Ini kan...

*Biasa, kakak gue yang satu ini kalo lagi mikir suka agak lama. Ibarat kompi kalo lagi ngelek repot bener diaturnya. Hehe, maaf ya ka!

Gue : ... Knapa ka??
KA : Oh iya... Jadi kan... AC ada ukurannya nih...
Gue : ... (senyum2).. Iye..
KA : Eh, maksudnya!
Gue : Yoi, tuh remot AC ukurannya SMALL. Aahaha!

????

KA : .... Awas loe!
Gue : Hehe, becanda doank ka! Maksudn, suhunya kali ya. Mau diubah jadi berapa ka?
KA : Itu berapa dek?
Gue : 23 derajat.
KA : Oh. Ya udah ga usah diubah...
Gue : ...???? (cape2 ngomong tapi ujung2nya ga jadi. Hahaha, gapapa!)
KA : Eh, dek.
Gue : Iya ka.
KA : Fan (aturan kipas)-nya ada berapa strip?
Gue : Kalo yang ini ukurannya medium kak, hehe (iya gue tahu jayus).
KA : ... !!! (tampang merah padam)
Gue : Ampun sizt...
Gue (lagi) : Fan-nya strip satu.... (jangan2.. Ga diubah lagi...)
KA : Nah, boleh deh diubah jadi dua strip!
Gue : (Akhirnya!) ... Sip!

Sabtu, 04 Juni 2011

Curhat Lagi - Pertanyaan Mengenai Ospek

Assalamu'alaikum wr wb.

Teman2. Inilah, kembali lagi ke sesi yang agak lebih serius lagi. Bakal singkat tapi mudah2an padet. Oke. Jadi, ada pertanyaan penting mengenai ospek di kaskus. Ada TS (Thread Starter, yang bikin thread) yang bertanya tentang keberadaan ospek. Apa perlu ospek itu ada?

Ospek dengan perpeloncoan adalah hal yang salah! Intinya begitu!

Tidak sesuai dengan HAM dengan isinya yang substansial! Tidak sejalan dengan empat garis besar national character kita tercinta! Dan sejalan dengan penjajahan serta bahaya laten dari ideologi2 serta budaya2 tandingan yang melawan banget arus serta mainstream dari ideologi tercinta kita, yaitu demokrasi kerakyatan, seperti yang telah ditawarkan oleh Gregory Bateson serta Muhammad Hatta - Bapak Koperasi Nasional!!

Apakah kita mau menyia2kan perjuangan bangsa dan negara saat dijajah? Kalau mau, silahkan, lakukanlah segala macam perpeloncoan yang Anda bisa!


Langsung aja deh.

Berikut sumbernya : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8788576

Threadnya adalah

Pro-kontra OSPEK !! (Yg ngerasa pernah sekolah masuk..)

Mav sebelumnya klo mungkin udh pernah ada yg nulis thread kaya gini (atawa dalam bhasa kaskusnya repost).
Tapi kali ini ane cuma mw nambahin pollingan jd agan2 yg udh masuk sini diharapkan mengisi polling. Data hasil polling ini jg bsa dijadiin bahan acuan kalo2 ada yg mw bikin karya tulis tentang beginian.
Oke, langsung aja ya.. (Ane rasa judul thread ini udh cukup mewakili kesuluruhan isi thread)
Setujukah agan2 dengan adanya ospek ?
Klo TS pribadi sih gk setuju dengan tradisi ini. Tanya kenapa ?? Ya jelas aja cuma buang2 waktu. (Udah gitu bukannya malah mengakrabkan antara senior dengan junior yg ada malah sebaliknya.)
Jujur aja TS yg skarang kuliah baru semester 2 udh empet bgt ama yg beginian. D kampus ane tiap2 junior (maba) diharuskan ikut 2 ospek, yaitu ospek kampus dan ospek jurusan. Walopun dalam prakteknya pihak kampus tidak menggunakan istilah ospek, tapi tetep aja para senior2 yg "gila hormat" itu tetep bertindak seenak udelnya aja. Udh gtu parahnya, untung nya bukan di jurusan ane. Ada salah satu jurusan di kampus ane yg meski skarang udh semester 2 tapi masih ada yg gelar acara ospek (bilangnya sih ospek penutupan). Gila gk tuh, temen2 ane udah pada kaya orang gila d kampus (pake pita, name text, nyanyi2 bwt senior)
Udh sgini dulu unek2 dari TS, skarang tinggal ane nih yg nunggu tanggapan dari para agan2 skalian khususnya yg pro sma kegiatan OSPEK (biasanya orang2 BEM nih) cmiiw


Dan ane, gue, Saya, Ana, I (udah ah capek) menjawab :

Exclamation

Mungkin ane bisa jelasin beberapa, kenapa ane gak setuju :

1. Itu adalah praktik perpeloncoan. Dan itu tidak sesuai dengan Hak Asasi Manusia secara substansial. Kalau dari perjuangan 1789, tidak sesuai dengan asas persamaan (egalite) persaudaraan (fraternite) sama kebebasan (liberte). Lalu, dengan pasal HAM juga melanggar pasal yang berkaitan dengan perlindungan Hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak (lihat UUD 45 yang isisnya koheren dengan HAM) serta hak untuk aman dari rasa takut

Hak sipil dan politik : Pasal 7 yang isinya adalah hak untuk tidak disiksa, pasal 9 yaitu hak atas kebebasan dan keamanan dirinya, pasal 19 yaitu hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan atau tekanan tertentu - ini juga koheren dengan pasal 28 UUD kita yang memeredekakan masyarakat untuk berpikir dan berpendapat yang bertanggung jawab (ingat bahwasannya Ospek yang berlebihan terkadang - malah keseringan pula tidak mau mendengar pendapat anak baru, kalaupun didengar terkadang pula dibuang atau ditolak secara halus)

Hak ekonomi, sosial, dan budaya : Pasal 11 hak untuk kehidupan layak (hidup bermartabat, gak cuma cerdas secara otak tetapi juga secara akhlak. Banyak kasus yang ketika senior memberikan pengarahan secara represif dan koersif, bukannya anak baru mentalnya makin bagus tapi malah turun pada beberapa anak tertentu yang kelainan mental *maaf* atau emang gak kuat mental *maaf, kasihan banget* . Serta pasal 13 yaitu hak untuk pendidikan (bolehlah ospek untuk mendidik, tapi jangan ampe sikap koersif dan represif yang berlebihan - balik lagi ke yang tadi - justru malah menjatuhkan mental anak baru sehingga prestasinya cenderung menurun dan akan menyebabkan fataliteritariat alias pembodohan, ini yang mesti dihindari.

2. Terkadang ospek mengajarkan kepada anak barunya akan nilai2 yang inheren dengan budaya politik nasional

Secara antropologis, Gregory Bateson menawarkan konsepsi yang disebut national chaarcter, yaitu bagaimana suatu bangsa bisa memiliki suatu pandangan atau falsafah hidupnya sendiri secara merdeka serta substansif dan dari situ pula agar kehidpupan politik dan keteraturan sosial dapat berjalan dengan lancar. Nah, di Indonesia, apa konsep yang tertera pada itu? Yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, GBHN, dan ideologi demokrasi kerakyatan yang pastinya koheren dengan staatsfundamentalnorms.

Coba Anda bayangkan. Apabila peran senior secara pura2 yang mengajarkan kepada anak baru secara koersif, represif, malah kadang2 gak bener dan selalu men-judge bahwasannya "Oh anak baru selalu salah" tentu saja inheren dengan berbagai nilai falsafah hidup berbangsa dan bernegara kita.

Okelah, secara pendidikan laten atau kurikulum terselubung, kita tahu bahwasannya itulah yang tidak terlihat, think beyond the commonsense, yaitu mereka berkata kasar karena mengajak kita untuk kuat mental, jangan ampe tergoda dengan kemarahan, dan segala macem, pokoknya, tahan nafsu ammara aja.

Tetapi, sekali lagi apakah itu cocok dengan keadaan berbangsa dan bernegara?

Menurut asumsi ane, itu juga terjadi karena faktor globalisasi. Globalisasi gak hanya sekarang yang sekonyong2nya banyak internet bermunculan, bisa chat sama orang yang gak dikenal, malah mungkin dengan penduduk di planet lain dan segala macem. Asal unsur internasional aja ada, maka itu udah masuk ke globalisasi. Nah, itu yang susah. Belanda, Jepang, ABCD, Abdacom, Portugal, dst yang pernah menjajah kita dari dulu ampe sekarang selalu menanamkan nilai2 yang berbasis neokolonialisme, neoliberalisme. Sehingga, penawaran dari Yoshihara Kunio tentang kapitalisme semupun juga bisa terjadi di Ospek! Khusus di Asia Tenggara terutama di Indonesia, ada yang namanya budaya patrimonal, yaitu budaya yang mengagung-agungkan penguasa. Bedanya, pas Ospek yang diagung2kan ADALAH SENIOR YANG TENTU SAJA MENYURUHNYA SECARA REPRESIF DAN KOERSIF. Sehingga, dari situ pula senior bisa memanipulasi (neolib) serta mengeksplorasi (neokol) secara, yah bisa disebut gak etis lah. Kalo emang mau menggali potensi anak, kenapa harus pake cara yang haram setengah serius alias acting?

Lebih lagi, senior pada kenyataanya selalu yang paling benar. Kalo salah, balik lagi ke yang benar. Jadinya, ini parah banget. Bahkan seniorpun bisa dianggap sebagai Tuhan. Mereka berhak memaksa angkatan bawahannya untuk senantiasa kompak di saat manapun, kapanpun. Lebih parah lagi, mereka juga sekonyong2nya meminta kesempurnaan. Misalnya, kalaupun setiap anak baru hadir dalam acara, bisa aja ada acara yang keselip segala (misal, ada kelompok yang gak kompak, telat, dan segala macem), pasti ditanya2 banget, mana kekompakannya.

Dilihat secara sosiologis, hal ini salah. Setiap orang punya perbedaan sendiri, setiap individual. Setiap orang punya nilai, yang mana nilai tersebut tidak bisa diintervensi untuk kehidupan sosialnya. Lebih lagi, secara antropologis hal ini salah pula, karena selain memainkan mindset ego serta kolektif yang nantinya akan dipaksa untuk menginternalisasi secara koersif (penetration violence - pemasukan unsur2 nilai budaya secara koersif) dia juga salah dalam konsep yang selalu ada, yaitu relaitivisme. Ingat, bahwasannya setiap ego juga punya pula nilai budayanya masing2 yang mungkin saja inheren dengan kebanyakan orang, tetapi koheren dengan cara dia hidup serta survive.




...........



So, please!


if you want to correct it, please comment!


Wassalamualaikum warahmatulohi wabarokatuh, dan salam sejahtera bagi kita semua, dan terima kasih banyak! Mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan!

Minggu, 29 Mei 2011

Nama Pasaran dan Salah Orang

Suatu hari, gue kenalan sama seseorang... Dia sama2 maba dengan gue dan siap jalanin ospek fakultas... Siplah, langsung aja... (tokoh : Gue, temen 1)

Gue : Assalamualaikum... Eh salah... Salam..
Temen 1 : Hehe walaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.. Kenapa salah, gapapa kali...
Gue : Hehe, engga gue lupa aja. Kebiasaan pas gue di sekolah gue pake salam ini. Sekarang kan universitas negeri nih, yah sah2 aja kalo macam2 orang yang beda2 agama berkumpul di sini... Gue takut aja salah... Hehe...
Gue (lagi) : Berarti, agama elo Islam nih ya?
Temen 1 : Yoha! Wah, ayolah ga usah basa basilah. Namanya siapa?
Gue : Ardi. Elo?
Temen 1 : Nama gue Saif...
Gue : Hoo...

Akhirnya... Tahu juga nama nih orang... Hehe...

Saif : Nama lengkap elo siapa? Asalnya dari mana? Palembang? Medan? Atau mana?
Gue : Oey sabar2.. Lengkapnya M. Ardi Pritadi... Dari Bintaro, Tangerang, hehe
Saif : Ooh... Nama lengkap gue, Saifullah Fil Ardhi, dari Depok.
Gue : Owh... Oke2...
Gue (lagi) : Btw, nama elo sama kayak gue ya? Itu beneran tuh gak dipanggil Ardi juga? Gue kira..
Saif : Hehe. Awalnya gue dipanggil Ardi. Tapi, berhubung namanya cukup pasaran, mendingan geu dipanggil lain aja...
Gue : Wah, hebat. Elo punya kemampuan meramal sesuatu ya? Buktinya elo tahu nama gue pasaran...
Saif : Bukan itu kali! Maksudnya, ini udah dari dulu kok. Temen2 sekolah gue selalu aja ada yang namanya Ardi... hehe...
Gue : Loh... What a coincidence...
Saif : Nah... Betul banget tuh! Kebetulan ada nama orang yang sama lagi di satu universitas! Haha!
Gue : .... (aduh, kalo gue ketawa gue ngatain diri sendiri dunk?)
Saif : Kenapa elo? Ketawa dunk! Kita udah harus mulai akrab dari dini nih!
Gue : HAHAHHAHAHAHA! (Lebay)
Saif : Nah gitu dunk elo ketawa, dari tadi gue perhatiin muka elo seriusan mulu. Kali2 becanda dikit dunks...
Saif (lagi) : Yoh. Makanya, sejak gue masuk sekolah nama panggilan gue diganti, dari Ardi jadi Saif...
Gue : Hihihi. Its not bad either looh
Saif : Seep!


Jadi, selamat berkenalan, wahai kawan baru!


Sampai akhirnya suatu hari... (Gue, Orang yang Kayaknya itu Saif alias OYKIS)

Gue : .... (jalan kaki)... Hah??

Ada orang yang lewat... Anggep aja namanya OYKIS

Gue : Saif! Hehe, pa kabar! Udah ketemu belom sama anak2 FISIP maba? Udah nemu berapa nama Ardi di FISIP? Gue belon nemu2 nih, ayoo katanya pasaran... Lama2 kalo dicari langka juga...

Tiba2...

OYKIS : I'm sorry i'm not the man who you searching for.. I too, not from social and political science...

Gue : Ooh, im sorry kalo gitu (eh, nyampur dah Indonesia sama Inggris!)

Gue (lagi) : ... (KABURSECEPATKILAT!!!)

Mampus! Udah salah, tuh orang ngomong pake Inggris pula! Jangan2 anak kelas internasional lagi? Bule nyasar ke kampus? Indo nyasar ke kampus?

Alamak... Gak usah dipikirin deh...

Hari berikutnya...

Gue : .... (jalan kaki)
Orang : Oy! Haha!
Gue : ... (diem aja)
Orang : Woy!

Tahu2nya, tuh orang ngebalap gue, jadilah sama2 kita jalan bareng...

Orang : Yah elo... Sombong bener sih!
Gue : Elo siapa, Saif bukan? Ngomongnya pake bahasa Inggris kagak?
Orang : Loh, elo ngomong apa sih - gak lagi mimpi kan? Tadi gue ngomong pake apa? Bahasa Indonesia! Terus, masi inget kan? Nama gue kembaran elo cuma dipanggilnya aja yang beda!
Gue : Ooh... Jadi elo... (masih engga enak)... Saif kan?
Saif : Wah, masi ragu nih orang...
Saif (lagi) : Iye, gue Saif! Emang kenapa sih? Kok ragu amat? Tampangnya masih serius sih...
Gue : Loh, gak ada hubungannya sama tampang gue! Engga gini loh... Mari gue ceritain...

Abis gue ceritain..

Saif : HAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHA!!!!!!
Gue : ....
Saif : Ey, aduh. Tuh kan, tampang serius masih aja gak bosen2nya dipasang! Ayo, ketawalah!
Gue : Iya. Tapi liyat orang2 dunk... Pada ngeliyatin kita, jangan lebay...
Orang2 : ... (pada nengok gue sama Saif)
Saif : ????
Gue : !!!!

Pemahaman Konsep : Ini disebut dengan 'nama jiplak'
Pemahaman Teori : Ini disebut dengan teori 'salah sangka'

Sumber : Pidato Dies Natalies UTM (Universitas Tukang Molor) dari Prof. Dr. Der Molor Muhammad Ardi Pritadi, S.Tdr., M.MMI., Ph.D

Professor : Gelar S-3 dan mengabdi untuk universitas ybs alias ngajar

Der Molor : Pengukuhan gelar tambahan karena berhasil tidur 12 jam tanpa memakai konsep dan teori apapun

S.Tdr : Sarjana strata satu ilmu ketiduran jurusan ilmu tidur nyenyak dengan gangguan tertentu. Lulus dengan skripsi metode kuantitatif, yaitu "Pengaruh Gangguan Tidur terhadap Perkembangan Manusia Ketiduran Ilmiah di Sekolah XX ; sebuah studi kasus di SMA XX". Skripsi ini dibuat karena gak tega ngeliyat anak2 murid di SMA XX yang tidur kelelep pas sebelum bel masuk sekolah karena kurang tidur. Gangguan yang muncul adalah ; (1) Tungguin contekan PR di pagi hari ; (2) Tungguin bel masuk, daripada lewat nanti telat terus disetrap sama guru mending kepagian ; (3) Nongkrong sama temen pagi2 sebelum bel, kumpul2 (tapi bukan kebo) eh malah tidur berjamaah deh jadinya! Akhirannya, nilainya kurang memuaskan saat pendadaran sehingga di-judge sama dosen yang bersangkutan dengan kata2 (keji) seperti ini : "Wah, kamu pantas masuk ke nasakom (nasib satu koma) nih" Hasilnya, lulus dengan nilai 1,99 . Hehe, kasihan deh loe!

M.MMI : Magister manajemen mimpi indah. Dari jurusan mimpi, masuk ke mimpi indah karena gak kuat studi di mimpi buruk, abisan serem bo (!?). Menyelesaikan sarjana dengan tesis yang berjudul "Kebiasaan Mimpi Menjadi Juara 1 - Sebuah Perbandingan antara Mimpi Indah Pebalap Gelap dengan Pebalap Efwan". Saat wawancara dengan pebalap gelap, dia sering bermimpi juara satu, padahal saat di lapangan dia ketilang polisi terus. Saat wawancara dengan pebalap Efwan, justru malah kebalikannya. Kesimpulan dari penelitian ilmiah ini adalah :
1. Buat pebalap gelap, rasain elo! Mendingan taati norma lalin, terus mimpi lain bakal lebih indah, mungkin di kenyataan elo juara satu, di mimpi elo juara nol (loh? Emang ada juara nol? Edan). Kalo engga kebukti, ane boleh deh ikutan bandar judi balapan gelap!
2. Buat pebalap Efwan, musim ini elo harus menang secara sempurna. Jangan juara 2 atau 3, nanti poin yang muncul juga kagak sempurna (yaiyalah). Makanya, terusin tradisi juaranya, nanti mimpi buruk itu bakal berubah jadi mimpi indah. Oh iya, mimpi indahnya bakal bareng2 sama GADIS PAYUNG. Kalo nilanya sempurna, sama cewe2 muda, tapi kalo engga, sama tante girang, piye!!?? (Gubrak alamaaakk!!)
dan dengan saran sebagai berikut :
1. Saran Saya sih cuma buat Pak Dosen aja sih. Pak, kasi saya nilai bagus dunk! Saya udah cape dapet nasakom mulu!

Wah??

Alhasil, dengan tesisnya yang luar biasa itu, M. Ardi meraih gelar magister manajemen mimpi indah dengan predikat sempurna! Suma Cum Laude dengan IPK 4,00 --> Manteb Ardi, lanjutgan!! (ngarepbanget.web.id)

Ph.D : Starata ini didapat karena meraih S-3, dengan fakultas ilmu ketiduran alamiah dan jurusan filsafat ilmu ketiduran supra alamiah (santai gue juga ga ngerti kok maksudnya apaan *!?). Ia meraih gelar ini dengan disertasi luar biasa (ngelantur)-nya berjudul "Teori Ketiduran Supra Alamiah pada Manusia yang Sering Ngorok". Alhasil, ia juga mendapatkan nilai Suma Cum Laude serta turut berkontribusi dengan pidato dalam Dies Natalies pula, dengan judul "Ngorok yang Nyenyak - Menatap Muka Bantal Indonesia ke Depan"

Kamis, 24 Februari 2011

EPROT GELO


Hmm... Fragmentasi Masa SMP gue ada2 aja emang... Kebukti (banget) pas gue dan temen2 gue lagi berusaha memperlihatkan sebuah kreasi... Ciyaelah... Kreasi anak bangsa... Yang nantinya... Bakal... Kacau balau.... *!?
Guru Pkn : Hari ini kita praktik!
Anak2 : Haahh!?
Guru Pkn : Iya.
Guru Pkn (lagi) : Jadi, kita bikin infrastruktur mini. Kalian boleh pake apa aja asal jadi miniatur... Apa aja bolehlah...
...Gue : Ok.... GUE BINGUNG! HEHEHE!
*????*
Gue : Eh, yuk, sekelompok!
Temen : Yuuk!terus... Mulailah gue dan temen2 bikin infrastruktur... Eh... Yang kita bikin... EPPROT ALIAS BANDARA UDARA...

*Hah!?*

Gue : Ayooo (tampang innocent alias tak berdosa) mari kita bikin EPROT!
Temen : Duh.. Bukan Eprot Di, tapi Airport!
Gue : Oohh iyaa (tampang innocent alias pura2 tak berdosa)

Hmm?? Gue polos apa pura2 nih??


Gue : Ayo... Kita bikin...
Temen : Nah... Buat bus ada usul gak? Yang bentuknya kotak kalo enggak persegi panjang deh...
Gue : Botak Sexy alias B*XY !! (you knowlah, merek penghapus...)
Temen : (cengengesan...)...
Temen (lagi) : Terus... Kalo batesan... Pagar... Gimana...?
Gue : Pake pensil aja...
Temen : Gak bisa... Mending, yang bisa jadi garis aja deh.. Kan bentuknya bates...

Gue : Ooh...
Gue (lagi) : Yoi! Pake ini aja!
Temen : HAH, SERIUS ELO!!??

Emangnya gue kasih apaan? Tunggu dulu... Gak lama kemudian, Guru datang memberi evaluasi......

Guru : Wah... Kelompok Ardi lagi bikin apa nih..?
Gue : EPROT PAK
Guru : Maksud kamu Airport ya?
Temen2 : HUUUUHHH!!!
!?!?!

Guru : Hahaha. Ooh... Jadi gimana nih... Kasih tahu dunk detailnya...
Temen : Di, coba deh jelasin...
Gue : Jadi gini Pak. Yang kotak ini (sambil nunjuk penghapus terseksi) adalah bus yg ngangkut orang2. Terus, kita pake kertas dua lembar... Yang satu kita bagi dua... Yang ini Buat bikin tangga pesawat ...sama bikin kotak buat nganterin orangke pesawat... Trus kertas yang kedua gak dibagi tapi dilipet JADI PESAWAT KERTAS...
Guru : ....
Gue : (waduh mampus, kok diem aja... Jangan2 mengecewakan lagi) Maaf Pak?
Guru : HAHAHAHAH!...

DOENK! KENAPA KARYA ANAK BANGSA DIKETAWAIN... EH ANAK BANGSA ATAU ANAK B*NGS*T??


Guru : Maaf2.. Haha, emang sih.. Enggak, Bapak menghargai sekali kok.. Kalian kreatif... Bagus2... Nanti, kalau kalian jadi pemerintah, gunakan infrastruktur ini dengan sebaik2nya yaa
Gue n temen2 : Iyaa Paak!
Guru : Nah, bagus... (sambil linglung).. Eh ngomong2 ini apa? KOK ADA KAOS KAKI??

Guru (lagi) : Ardi.
Gue : Iya Pak.
Guru : Ini kok...
Gue : Hehe gini Pak. Jadi, kita sepakat kalo harus ada bates buat batesin panjang eprot... Nah... Kebetulan ada yang bisa gantiin garis.....
Guru : Kenapa gak digarisin? Oh iya, nanti lantainya kotor... Kenapa gak pake penggaris?
Gue : KARENA KITA GAK BAWA PENGGARIS, PAK.

-Haduh-

Guru : Ooh. Kenapa pake kaos kaki? Kan bentuknya gak lurus... eh... Kok..
Gue : KAOS KAKI SAYA PELEKSIBEL PAK! BISA LURUS JUGA LOOH!!...

*!!??*


Catatan : Berkreasilah dengan kreatif walaupun dengan metode yang paling bodoh sekalipun!

Rabu, 23 Februari 2011

Status Gelo - Bahasa Padang Ke Hollywood

Assalamu'alaikum!

Waduh! Galau gelo! Udah banyak tugas, materi makin susah...

Haduh... Capek... Istirahat dulu ah... Nge-blog dulu ah... (yahuuy!)

Ah, ini dia!

Belakangan ini, kan ada wacana yang membicarakan tentang pemberhentian film hollywood ke Indonesia... Karena pajak atau apalah.. Bisa aja gue ngebahas ini... Tapi... Pasti gue justru malah mengumbar masalah yang berat2... Indonesia gitu loh.. Mana sih masalah dalam (maupun luar) negeri yang gak berat kalo gak di Indonesia??

Makanya, berhenti... Sejenak... Lupakan dulu hal2 yang serius...

Mari kita tertawa!

Hari ini, gue sempet2in nulis ini, just for share! Gue dapet ini dari sodara sepupu org Padang. Nah, bagi orang Padang yang ngebaca maupun tidak, jangan tersungging... Eh salah... tersinggung... Karena menyangkut bahasa... Tapi InsyaAllah no SARA yaa, just a jokes... Then i wanna share with you as always... Yeahh..

Langsung aja!

*Melawak Dulu!*, dapet dari saudara yg orang Padang, thanks tho them :D
Karano film holliwood indak bisa masuak ka ind maka Judul Film di rubah dalam Bahasa Minang :
1. Die Hard - Lamo Matinyo
2. Die Hard II - Yo Bana Lamo Matinya
3. Rocky - Batu si Malin Kundang
...4. There's Something About Marry - Carito tantang si Meri
5. Mission Impossible - Mungkin Ndak Mungkin Tapi Ia Iyo Jadi

*Melawak 2 - bahasa padang ke hollywood*
6. Sleepless in Seattle - Talalok di Tampek Urang (*Ada yang ngerti maksudnya??)
7. Silence of The Lambs - Kambiang Bisu
8. Bad Boys - Paja Mada
9. Are We There Yet? - Dimako Uni Yet?
...10. Home Alone - Surang se di Rumah

Melawak 3 - bahasa padang ke hollywood*
11. Casablanca - Dakek Manggarai
12. Gone in Sixty Seconds - Pancilok Lihai
13. The Awakening - Kaniang Awak
14. After the Sunset - Alah Kalam Hari
...15. The End of Days - Diujuang Waktu

*Melawak 4 - bahasa padang ke hollywood*
16. Hulk - Pasiak Kuduang
17. Independence Day - Tujuah Baleh Agustuih
18. Meet the Parents - Basobok Jo Gaek
19. Hide and Seek - Ayam den Lapeh
...20. Farenheit 9/11 - Paneh Bana Ko Haa (Ngakak Super!!)

*Melawak 5 - bahasa padang ke hollywood*
21. Finding Nemo - Kama Paja, Tu?
22. Fearless - Bagak
23. Dejavu - Tabanak Tapi Dima?
24. Lost - Cikucapang Cikucapeh
...25. Face Off - Indak Bamuko

*Melawak 6 - bahasa padang ke hollywood*
25. Storm - Api di Langik
26. Take The Lead - Da'ulu lah...
27. XMen - Sadang Haid, Ko Haa (Haaahh!?!?)
28. Men in Black - Kaliang Sadonyo
...29. Gone With the Wind - Tabang Ndak Tantu
30. The Terminal - Taluak Bayua/Padang Laweh

*Melawak 7 - bahasa padang ke hollywood*
31. I Know What You Did Last Summer - Den Tau Manga Se Wa'ang Kapatang
32. I Still Know What You Did Last Summer - Ondeh Mande, Indak Picayo Paja, ko, ha...
33. 2012 - Gampo Pagai!

...(Indonesia tertawa sehat! Hahahah :D)
DDOOOOEENNNGGGG ???!??!?!?!?